Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
PENGAKUAN AARON



Dan Aaron bukan sekedar membungkan bibir Chiara dengan sebuah ciuman sekilas, tapi Aaron justru mencium bibir Chiara tanpa henti, seolah sudah begitu lama dia menginginkan bibir mungil itu, dan saat ini, dia ingin menikmati sensasi kelembutan dari bibir gadis yang dicintainya itu, dengan ujung jarinya menghapus sisa air mata di wajah Chiara, yang karena rasa kagetnya membuat tangisnya terhenti seketika itu juga.


Melihat itu, Zachary segera mendekat ke arah Angelina, dengan berusaha untuk tidak melihat ke arah Aaron yang terlihat jelas tidak ada niat untuk menghentikan ciumannya, meskipun ada Angelina dan Zachary di dekat mereka.


Aaron… apa yang kamu lakukan? Bisa-bisanya kamu….


Angelina menghentikan kata-katanya dalam hati, karena baginya, melihat bagaimana tindakan Aaron saat ini sungguh membuat hatinya terasa sangat sakit.


Meskipun sejak bertahun-tahun lalu Angelina tahu hanya Chiara gadis yang dicintai oleh Aaron, tapi karena penghalang diantara mereka, Angelina selalu meyakinkan dirinya sendiri bahwa Aaron tidak akan pernah berani bertindak sembrono dan melakukan sentuhan fisik terlalu intim dengan Chiara.


Tapi melihat bagaimana cara Aaron mencium Chiara tanpa ragu, dan bukan hanya sebentar, meskipun itu bukan sebuah ciuman panas yang penuh hasrat, lebih ke arah ciuman karena kerinduan yang begitu besar dan tidak bisa lagi terbendung…,


Angelina tahu kalau ke depannya, Aaron tidak akan berhenti sampai di situ. Sebagai lelaki normal ke depannya, Aaron pasti juga akan berani melakukan hal yang lebih intim dari yang dilihat Angelina saat ini.


“Sebaiknya kita berdua untuk sementara waktu keluar dari ruang meeting ini  Nona Angelina.” Zachary berkata sambil mempersilahkan Angelina yang awalnya diam terpaku karena tindakan Aaron pada Chiara, terpaksa mengikuti saran Zachary.


Karena untuk saat ini, tidak ada yang bisa dilakukan Angelina di tempat itu, apalagi saat ini Angelina tahu dia harus menenangkan dirinya sendiri saat ini, akibat rasa sakit yang begitu menusuk di hatinya, melihat pemandangan yang tidak pernah dia sangka akan terjadi di depannya.


“Hmpphhh….” Chiara sendiri, begitu Aaron menciumnya, dia langsung menahan nafasnya sehingga membuatnya kehabisan nafas setelah beberapa waktu Aaron tetap menciumi bibirnya tanpa henti.


“Bernafaslah… Chiara....” Tanpa melepaskan bibir Chiara dari ciumannya, Aaron berbisik pelan dengan suara parau, karena menahan dirinya untuk tidak meningkatkan ciuman itu menjadi sebuah ciuman panas penuh hasrat, karena dia tahu, Chiara belum siap untuk itu, dan dia sendiripun harus menunggu apa yang akan dikatakan George tentang penemuannya.


Aaron terus mencium Chiara sambil tangannya bergerak melepas jasnya, dan dengan cepat, memakaikan jasnya itu ke tubuh Chiara, untuk menutupi bagian atas tubuh Chiara yang mengenakan pakaian terlalu terbuka bagi Aaron.


Ap… apa maksudnya ini? Ini ciuman pertamaku om! Kenapa om Aaron tiba-tiba menciumku? Bahkan di depan pak Zac dan Angelina? Apa om Aaron benar-benar tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Angelina? Lalu… bagaimana denganku? Apa om Aaron melakukan ini untuk mengusir Angelina karena gadis lain, atau karena memang om Aaron mencintai…. Akh! Aku tidak tahu!


Begitu banyak pertanyaan dalam hati Chiara saat ini melihat tindakan Aaron yang tidak diduganya sama sekali.


Pikiran Chiara yang awalnya terasa tumpul, dan sendi-sendi kakinya yang awalnya melemah karena ciuman Aaron, tiba-tiba setelah pikiran sehatnya kembali, dengan cepat kedua tangan Chiara bergerak ke arah dada Aaron, dan mendorong tubuh Aaron dengan sekuat tenaga yang dimilikinya.


Begitu Aaron merasakan penolakan dari Chiara, meski baginya tenaga gadis kecilnya itu tidak akan bisa mendorong tubuhnya meski hanya 1 mili saja, Aaron memaksakan dirinya untuk menghentikan tindakannya dan mundur dari posisinya.


“Kalau bukan untuk suamimu, kepada siapa kamu akan memberikan ciuman pertamamu?” Aaron berkata dengan nada tenang, meskipun di dalam sana, detakan jantungnya sudah seperti genderang perang yang ditabuh.


Dan kara-kata Aaron membuat Chiara hanya bisa bungkam dan terdiam, tanpa bisa membalas atau bahkan membantah kata-kata Aaron.


Benar juga kata om Aaron. Bukannya itu sudah menjadi haknya untuk menciumku? Tapi tunggu… pernikahan kami kan hanya sebatas di atas kertas? Aduh… bagaimana ini? Bibirku sudah ternoda….


Chiara berkata dalam hati dengan wajah bingung, bahkan ada ketakutan sambil jari-jari tangannya mengusap-usap bibir mungilnya, membuat Aaron yang sedang mengamatinya jadi menahan senyumnya, bahkan membuatnya merasa begitu gemas melihat reaksi bingung dan polos dari Chiara.


“Kenapa Chiara? Jangan takut, aku akan bertanggungjawab.” Perkataan Aaron tanpa sadar membuat mata Chiara terbeliak, dan menatap ke arah Aaron dengan pandangan berbinar, seolah-olah kata-kata Aaron barusan membuatnya merasa begitu lega sekaligus kaget.


Melihat reaksi itu, Aaron kali ini tidak bisa lagi menahan senyum gelinya karena sikap polos Chiara.


“Kenapa? Tentu saja aku akan bertanggungjawab sepenuhnya atas hidupmu, karena aku adalah suamimu. Jangan menatapku seperti menatap seorang penjahat seperti tadi.” Aaron berkata sambil mendekat kembali ke arah Chiara yang masih diam terpaku di tempatnya.


“Aku tidak pernah berharap kamu berdandan seperti ini, karena Chiara bukanlah Angelina.” Aaron berkata sambil menatap lurus ke arah Chiara yang wajahnya semakin memerah karena tidak menyangkan kalau Aaron ternyata tahu bahwa dia sengaja berdandan seperti hari ini untuk menunjukkan kalau dia juga bisa tampil mempesona seperti Angelina.


“Aku pikir… Om Aaron menyukai Angelina, dan itu karena dia selalu tampil cantik dan berpakaian selayaknya wanita dewasa yang seek…ssi.” Chiara berkata lirih, membuat Aaron langsung mengelus kepala Chiara dengan lembut.


“Yang penting sekarang, kamu tahu, bukan karena cara berpakaian dan riasan wajah seperti Angelina yang membuatku menyukaimu, aku mencintaimu… karena kamu adalah Chiara Malverich… istriku….” Perkataan Aaron membuat pelototan mata Chiara semakin lebar.


Om Aaron… men… mencintaiku? Apa aku… tidak salah dengar barusan? Aku pasti bermimpi… benar… aku pasti bermimpi….


Chiara berkata dalam hati, dengan mata lurus ke depan, menatap Aaron dengan bibir terbuka, pandangan mata kosong dan wajah bingung, tidak percaya, kaget, berbaur menjadi satu.


Dan tangannya bergerak mencubit lengannya sendiri untuk memastikan dia tidak sedang bermimpi, itu membuat senyum di wajah Aaron semakin melebar.


“Aku benar-benar mencintaimu Chiara. Dan aku akan menjawab semua pertanyaanmu tadi. Aku tidak pernah memiliki hubungan apapun dengan Angelina atau gadis manapun. Aku menikahimu, karena aku benar-benar mencintaimu, bukan sekedar karena kasihan dan ingin membantumu, tapi karena aku tidak akan rela jika kamu menjadi milik pria lain, menjadi istri orang lain. Aku selalu memandangmu sebagai seorang gadis cantik yang aku cintai, bukan sekedar seorang gadis kecil bagiku.” Perkataan Aaron membuat otot-otot di tubuh Chiara tiba-tiba terasa melemah, membuat tubuh Chiara limbung dan hampir terjatuh, tapi Aaron segera menahannya dengan memegang kedua lengan atas Chiara.


“Dan aku, sebagai suami yang mencintai istrinya, tidak ingin ke depannya, melihatmu mengenakan pakaian yang terlalu terbuka seperti ini lagi. Dengan alasan apapun, aku ingin ini untuk pertama dan terakhir kalinya kamu berpakaian seperti ini.....” Aaron berkata sambil memegang jasnya yang tadi dia tutupkan di tubuh Chiara, mengeratkannya ke tubuh Chiara agar bagian dada Chiara yang sedikit terbuka tertutup dengan rapat, dengan dia sendiri menelan ludahnya dengan susah payah karena mata ambernya masih sempat melihat bagaimana menariknya bagian tubuh Chiara yang baru saja dia tutup rapat itu.