
"Om Aaron... I love you... very-very love you." Setelah mengucapkan kata-kata cintanya pada Aaron, dengan gerakan cukup cepat Chiara kembali melingkarkan kedua lengannya ke leher Aaron, menarik kepala Aaron ke arahnya, menempelkan wajah Aaron di dadanya, dan memeluknya dengan begitu erat, merasa lega bahwa saat ini mereka akhirnya berhasil melakukan penyatuan mereka tanpa terjadi sesuatu yang buruk pada mereka berdua.
"Thank you for your love my little girl, thank u to being my women...." Aaron berbisik pelan dan mulai mengangkat kepalanya, setelah itu menggerakkan tubuhnya, menjauh dari atas tubuh Chiara, agar dia bisa berbaring di samping tubuh Chiara.
Sebelum benar-benar dalam posisi berbaring, dengan cepat Aaron menarik selimut tebal dan menyelimutkannya ke tubuh Chiara, tidak ingin tubuh mungil istrinya yang masih polos itu kedinginan.
Hati Aaron pun dipenuhi dengan rasa bahagia dan bersyukur, setelah melihat kenyataan bahwa sampai penyatuan mereka berakhir, tidak ada suatu hal buruk yang terjadi, apalagi sampai dia menyakiti dan membahayakan hidup Chiara.
Tapi apa yang sebenarnya terjadi barusan padaku dan Chiara? Kenapa hari ini aku merasa begitu mudah untuk mengendalikan kekuatanku saat berada di dekat Chiara? Tidak mungkin karena medan magnet dalam tubuh Chiara tiba-tiba menghilang. Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Jangan-jangan....
Pikiran Aaron langsung melakukan analisa atas apa yang terjadi antara dia dan Chiara barusan.
Apa orang itu ada di sekitarku? Mutan dengan kekuatan perlindungannya? Beberapa waktu ini, aku bisa merasakan perasaan familiar, mirip seperti ketika orang itu menyelamatkanku dari Aldrich. Karena kedekatanku dengan Chiara yang begitu intim tadi, tidak mungkin tubuhku tidak bereaksi. Sebanrnya siapa orang itu? Apa aku mengenalnya? Apa dia ada di sekitarku saat ini?
Aaron kembali bertanya-tanya dalam hatinya, merasa begitu penasaran dengan apa yang terjadi, tanpa mengetahui kalau Aaron mulai teringat kembali saat-saat ketika diselamatkan Zachary dari Aldrich, karena akhir-akhir ini, Zachary memang lebih sering mengeluarkan kekuatannya dan tidak setengah-setengah dalam melakukan itu saat dia ada di dekat Aaron, khawatir kalau-kalau Aldrich bisa mendeteksi keberadaan Aaron.
Aaron ingat dengan begitu jelas bagaimana dia yang menghancurkan nakas di kamar apartemennya, ketika dia berada di dekat Chiara, dalam satu tempat tidur waktu itu.
Tapi sepanjang Aaron berada di dekat Chiara sepanjang sore ini, dia bisa merasakan kalau tubuhnya terasa rileks dan tidak ada kekuatanya yang tiba-tiba saja hilang kendali seperti biasanya.
Aaron bisa merasakan medan magnet dalam tubuh Chiara memang menarik kekuatannya sehingga membuat kekuatannya melemah, tapi tidak membuatnya hilang kendali.
Dan Aaron sangat bersyukur untuk itu, karena dengan kekuatannya yang melemah di dekat Chiara, dia menjadi lebih merasa tenang, tidak takut kekuatannya akan melukai Chiara.
"Apa itu terasa sangat menyakitkan?" Aaron berkata pelan dengan posisi berbaring miring, menahan kepalanya dengan tangannya yang menumpu di atas tempat tidur, memandang ke arah Chiara dengan tatapan penuh cinta, dan ada sedikit rasa khawatir begitu dia mengingat bagaimana wajah Chiara saat menahan rasa sakit ketika penyatuan mereka tadi.
Dengan lembut Aaron mengelus rambut di kepala Chiara, menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Chiara yang sedang tersenyum ke arah Aaron, dengan matanya yang menatap Aaron dengan penuh cinta, dan itu jujur saja membuat dada Aaron kembali berdetak kencang.
“Sakit… sakit sekali Om Aaron. Benar-benar pembohong orang yang mengatakan malam pertama itu yang ada hanya kenikmatan….” Chiara berkata lirih sambil merapatkan selimut yang dikenakannya, karena setelah semuanya berlalu, dia mulai merasakan dinginnya udara di sekitarnya.
“Maaf jika aku tidak bisa bersikap lembut dan tidak bisa menghilangkan rasa sakit itu….” Perkataan Aaron membuat senyum di wajah Chiara semakin lebar.
Kamu mungkin tidak pernah bisa membayangkan my little girl, bagaimana selama ini aku begitu menginginkanmu lebih dari apapun juga di dunia ini. Setelah dua tahun ini aku mencoba menahannya, karena ketakutanku tentang bagaimana aku bisa menyakiti bahkan membunuhmu saat kita bercinta, tapi hari ini, aku sadar bahwa Tuhan masih begitu sayang pada kita, sehingga kita diberikan kesempatan untuk saling menunjukkan cinta kita tanpa membuat kita berdua saling terluka.
Aaron berkata dalam hati sambil memandang ke arah Chiara dengan tatapan ikut bersimpati atas apa yang dikatakan oleh Chiara barusan.
Dan aku sungguh berharap, kejadian hari ini bukan hanya sebuah kebetulan belaka, tapi kita memang benar-benar melakukannya dengan aman, baik tadi ataupun di masa depan.
Aaron kembali berkata dalam hati sambil mengelus lembut wajah Chiara untuk menunjukkan dia ikut bersimpati atas rasa sakit yang dirasakan Chiara tadi.
“Tapi Om….” Chiara berkata lirih, menggerakkan wajahnya mendekat ke arah Aaron, dan tanpa disangka-sangka oleh Aaron, Chiara langsung mengecup lembut pipi Aaron.
“Aku sangat bahagia, bisa menjadi yang pertama untuk Om Aaron, dan menjadikan Om Aaron pria pertama dan terakhir dalam hidupku. Aku bangga bisa melakukan itu bersama Om Aaron.” Chiara berkata dengan suara terdengar malu-malu dan wajahnya yang tampak memerah dan terlihat begitu menggemaskan untuk Aaron.