
“Dan kami, dari pihak sekolah maupun dari Grup M&S yang akan memberikan beasiswa, berjanji tidak akan pernah memaksa kalian untuk bergabung dalam perusahaan kami setelah menerima beasiswa itu. Kalian berhak menentukan jalan yang akan kalian pilih untuk mengejar mimpi kalian setelah menyelesaikan studi kalian dengan baik.” Perkataan Aaron kali ini benar-benar merupakan serangan telak bagi Romi yang selama ini memberikan donasi dan beasiswa dengan banyak syarat dibalik pemberian itu. untuk mengikat para murid berprestasi agar bekerja di perusahaannya.
Jika saja mereka para penerima beasiswa menolak, mereka akan dikenakan penalti, berupa denda yang pastinya akan sangat memberatkan bagi siswa siswi berprestasi yang kondisi ekonomi keluarganya hanya pas-pasan.
“Semoga apa yang baru saya sampaikan barusan, bisa membuat kalian lebih bersemangat lagi dalam belajar, dan membantu kalian para siswa berkembang dengan lebih baik lagi. Selamat siang, selamat menikmati masa-masa belajar kalian di sekolah ini hingga setahun ke depan.” Aaron mengakhiri kata-katanya dan kembali meletakkan mic ke atas meja, tepat di depan kepala sekolah, dan dia setelah itu, dia sendiri duduk kembali dengan tatapan matanya yang terlihat dingin.
Namun bagi semua orang yang hadir di tempat itu tahu, meskipun sikap Aaron terkesan dingin, tapi dengan kata-kata dan pengumuman yang baru disampaikannya, bagi mereka sosok Aaron adalah sosok pemimpin yang begitu perduli dengan orang-orang yang ada di bawahnya.
Hal itu membuat setiap mata yang ada di sana menatap sosok Aaron dengan tatapan kagum, tidak terkecuali para alumni Universitas X, yang sebenarnya, sebagian dari mereka juga cukup sukses, meski tidak sebanding dengan kesuksesan Aaron.
Tindakan dan kata-kata Aaron, membuat mereka sadar bagaimana untuk memberi tanpa pamrih, tanpa mengharapkan imbalan, apalagi sampai memaksa agar mendapatkan timbal balik.
Apa-apaan ini? Kenapa tiba-tiba pemilik sekolah ini muncul dan menolak beasiswa yang biasanya selalu diterima oleh kepala sekolah ini tanpa syarat apapun? Orang sesibuk seorang Aaron Malverich? Meskipun dia pemilik sekolah ini, kenapa tiba-tiba dia mengurusi bisnis sekecil ini? Padahal kebiasaan yang aku tahu selama ini, pemilik sekolah ini, tidak pernah ikut campur dalam urusan sekolah ini.
Romi mengomel dalam hati, tanpa bisa berbuat apa-apa.
Hati Romi saat ini sangat dongkol sekali, melihat bagaimana Aaron membuatnya kehilangan kesempatan untuk tampil keren di depan Chiara, dan mengambil hati gadis itu, sekaligus merusak rencananya agar dapat membuat gadis itu bertatap muka dengannya langsung, dab menahannya beberapa saat untuk bisa bersamanya.
Selama lebih dari 5 tahun, orangtua Romi menjadi donatur di sekolah ini, sejak Romi bersekolah di SMA ini, semua syarat-syarat yang diajukan bersamaan dengan diserahterimakan beasiswa itu selalu di acc oleh kepala sekolah SMA ini, sehingga perkataan Aaron cukup membuat Romi merasa kecewa sakit hati.
Bahkan Romi merasa dipermalukan di depan banyak orang, terutama di depan Chiara yang pada awalnya menjadi tujuan utama Romi untuk datang langsung ke sekolah ini agar bisa bertemu dengannya, setelah kemarin siang, Chiara melarikan diri dari pertemuan kedua keluarga mereka.
Aaron sendiri, seperti yang dikatakan dan dipikirkan oleh Romi, selama ini tidak begitu perduli dengan sekolah yang dimilikinya ini, karena baginya, sekolah ini adalah bisnisnya yang paling kecil dan bukan bisnis yang merupakan money oriented, namun lebih ke arah sosial.
(Secara harfiah istilah tersebut berarti bisnis yang berorientasi pada uang, hanya fokus kepada pengumpulan keuntungan yang sebesar-besarnya.
Pada umumnya orang yang gagal dalam berbisnis adalah orang yang selalu menginginkan hasil yang cepat dan besar. Inilah yang disebut dengan money oriented. Maksudnya adalah sikap yang hanya melihat hasil yang dicapainya dari sebuah bisnis daripada kaidah bisnis itu sendiri. Karena sudah terobsesi sekali dengan uang maka orang akan melakukan cara apapun tanpa memperdulikan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai pebisnis.
Kalau orang sudah berpikir money oriented, hal – hal yang tidak etis pun dilakukan. Misalnya, copas (copy paste) artikel orang lain, membuat kontroversi palsu agar blognya terkenal. Contoh lainnya meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang anak, orang tua, masyarakat, atau sebagai pekerja di sebuah perusahaan, bahkan merusak alam sekitarnya).
Meskipun Aaron menjalankan bisnisnya bukan semata-mata karena money oriented, tapi jujur saja untuk bisnis sekolah yang baginya hanyalah sebagai penyeimbang bisnisnya yang lain, selama ini dia memang jarang sekali melibatkan diri dalam urusan yayasan yang menaungi sekolah itu karena kesibukannya tidak memungkinkan dia memikirkan semua lini bisnis yang digelutinya.
Sehingga selama ini Aaron lebih memilih untuk meminta orang lain yang mengurusnya, dan dia akan datang jika diperlukan mendesak saja, yang boleh dibilang mungkin hanya setahun atau dua tahun sekali, seperti saat pengesahan aturan baru di sekolah itu.
Aaron sedikit menghela nafasnya karena mengingat apa yang sudah dilakukannya saat ini, sesuatu yagn baginya sungguh diluar kebiasaannya.
Kenyataan bahwa Chiara bersekolah di SMA itu, membuat Aaron mau tidak mau mulai melakukan pengecekan pada sekolah itu.
Apalagi, tanpa disadari oleh siapapun, dari jarak yang cukup jauh, dari kantornya di gedung perkantoran M&S Grup, beberapa waktu sebelumnya, Aaron sudah mendengar percakapan antara Chiara dan Grace maupun Jaka di aula sekolah.
Pada dasarnya, Aaron bukanlah orang yang memiliki kebiasaan mendengar pembicaraan orang lain meskipun dia memiliki kekuatan super untuk mendengar suara dari jarak berkilo-kilometer.
Namun entah kenapa, saat dia sedang melihat berkas-berkas info detail tentang Chiara, tiba-tiba saja telinganya tanpa sadar terfokus pada suara Chiara, sehingga dia bisa mengetahui apa yang sedang terjadi di sekolah Chiara.
"Zachary, aku ingin kamu melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap kinerja kepala sekolah SMA milik yayasan kita. Jika kamu menemukan hal yang tidak benar tentangnya, segera lakukan pergantian posisi kepala sekolah dengan orang lain yang lebih kompeten, dan mencintai dunia pendidikan." Zachary, asisten Aaron yang sedang berdiri di depan meja kerja Aaron sambil membaca berkas tentang laporan yang harus ditandatangani Aaron, sedikit mengernyitkan dahinya mendengar perintah dari Aaron, karena sebelumnya, Aaron tidak pernah mengurusi sekolah SMA itu.
"Dan aku akan mengunjungi sekolah milik yayasan kita." Kata-kata Aaron selanjutnya bukan hanya membuat Zachary mengernyitkan dahi lagi, tapi juga melongo.
"Kapan Pak? Apa saya perlu aturkan ulang jadwal Pak Aaron untuk besok? Kira-kira jam berapa, dan butuh waktu berapa lama untuk besok Bapak mengunjungi sekolah itu?" Zachary bertanya sambil menutup map yang ada di tangannya, menatap ke arah Aaron yang tiba-tiba saja bangkit berdiri dari kursi kebesaran di kantornya.