Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
GODAAN DI SORE HARI



Bagi Aaron dan George, itu adalah suatu alasan yang tidak bisa disalahkan sama sekali, karena bagaimanapun, orang itu pasti memikirkan keselamatannya pribadi dan keselamatan keluarganya.


Baik Aaron maupun George bisa mengerti jika alasannya seperti itu, dan tidak bisa memaksakan kehendak mereka untuk membuat orang itu berpikir seperti cara Aaron dan George berpikir selama ini.


"Mungkin kita harus menemukan orang itu terlebih dahulu, memastikan dia baik-baik saja kondisinya. Dan mungkin kita bisa menjanjikan sesuatu untuk melindunginya jika dia memang memerlukan itu sebagai syarat untuk bisa bergabung bersama dengan kita, sebelum Aldrich menemukan keberadaannya." Aaron berkata sambil otaknya mulai memikirkan semua kejadian yang pernah terjdi di sekitarnya, berharap ada petunjuk untuk dia bisa menemukan siapa orang itu, meskipun hanya sedikit petunjuk yang dia dapatkan.


"Setelah pulang ke Amerika, aku akan segera melakukan penyelidikan ulang Aaron. Jangan khawatir, nikmati saja bulan madumu yang sudah tertunda selama dua tahun ini. Aku sungguh sangat senang mendengar bagaimana semuanya berjalan lancar antara kamu dan Chiara. Selamat untuk kalian berdua." George berkata sambil tersenyum, ikut bahagia mendengar perkembangan hubungan antara Aaron dan Chiara.


"Untuk Angelina... bagaimana dengan kabarnya George?" Senyum di wajah George langsung menghilang begitu Aaron menyebutkan tentang Angelina.


"Kamu tahu dia sangat mencintaimu. Dan keputusanmu untuk menetap di negara ini bersama istrimu membuatnya sangat terpukul. Karena selama ini dia berpikir dia akan bisa selamanya berada di dekatmu, meskipun kamu tidak pernah menanggapi perasaan cintanya dan justru menikahi orang lain.” George menghentikan kata-katanya sejenak.


“Sudah begitu lama Angelina berkutat dengan perasaan cintanya padamu tanpa mau mendengar nasehat orang lain untuk tidak lagi mengharapkanmu. Karena itu aku tidak heran kalau untuk saat ini, hatinya pasti sakit sekali. Tapi kita harus membiarkan dia untuk mengerti bahwa sudah saatnya dia bangkit dan melupakan apa yang sudah terjadi di belakang. Aku harap dengan sifat keras kepalanya, dia tidak bersikap bodoh, yang bisa membuat dia menyakiti dirinya sendiri dan orang lain.” George melanjutkan bicaranya, sambil memberikan sedikit peringatan kepada Aaron, bersiap jika saja Angelina mengambil tindakan konyol.


Karena dari mata Angelina, dari semua kata-kata dan sikapnya, sampai dia dan yang lain berpisah dnegan Angelina, George masih melihat dengan jelas kemarahan, kekecewaan, patah hati yang begitu dalam dari wajah Angelina.


“Semoga semua terjadi seperti yang kamu doakan George.” Aaron menanggapi perkataan George dengan sikap tenang.


“Angelina mengatakan padaku kalau besok dia akan kembali ke Amerika bersama Mark dan Jack. Dan dia akan meminta untuk sementara tidak terlibat dengan pekerjaannya di Grup Malverich. Dia mengatakan hanya akan menangani masalah mutan, tidak yang lain untuk sementara ini.” Aaron terdiam sesaat begitu mendengar apa yang abru saja dikatakan oleh George.


“Biarkan saja dia melakukan sesuai keinginannya. Dia butuh waktu untuk membiasakan diri untuk menghadapi kenyataan.” Akhirnya Aaron mengeluarkan pendapatnya.


“Kalau begitu, silahkan nikmati waktu istrihatmu George….”


Aaron yang telinganya menangkap adanya sebuah suara pintu kamar mandi terbuka, dan bau harum dari sabun yang digunakan oleh Chiara menyapa hidungnya, membuat Aaron langsung menoleh sambil salah satu jarinya memencet tanda menghentikan panggilan teleponnya.


Begitu Aaron menoleh, mau tidak mau Aaron langsung menahan nafasnya, karena bukan hanya wajah segar, bau harum sabun Chiara yang membuatnya tergoda, tapi kondisi Chiara yang dengan santainya keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan selembar handuk yang melilit tubuhnya, panjangnya hanya di atas lutut, membuat mata Aaron melotot kaget.


Selain itu, pemandangan indah di depannya saat ini, membuat dada Aaron berdetak dengan begitu keras.


Kulit putih mulus Chiara yang terlihat terbuka, mulai dari bahu sampai dengan bagian atas dadanya, dengan menunjukkan sebagian kecil belahan dari bukit kembarnya yang menonjol, dimana semalam Aaron sudah melihat keindahan dan merasakan begitu nikmatnya bagian tubuh Chiara itu.


Belum lagi kulit putih mulus Chiara yang terbuka, memperlihatkan banyaknya kissmark hasil perbuatan Aaron semalam, membuat tanpa sadar, Aaron langsung berjalan mendekat ke arah Chiara yang justru tersenyum dengan wajah polosnya.


“Aku sudah selesai mandi Om. Om bisa mandi sekarang….” Chiara berkata dengan nada ceria, dan berniat berjalan kea rah walk in closet, dimana pakaiannya dari koper sudah ditatanya dengan rapi tadi pagi, begitu salah satu pelayan suruhan dari Zachary mengantar tas kopernya dan Aaron.


“Chiara….” Suara panggilan dari Aaron yang nadanya terdengar sedikit serak karena gairahnya yang mulai bangkit kembali, membuat Chiara menghentikan gerakannya dan langsung menoleh ke arah Aaron.


“Om Aaron kenapa? Sakit tenggorakan?” Dengan wajah sedikit cemas, Chiara bertanya sambil berjalan mendekat ke arah Aaron, dan langsung menganggakat tangannya, lalu memegang kening Aaron dengan telapak tangannya.


Sedang tangannya yang lain memegang keningnya sendiri, berusaha untuk membandingkan apakan suhu tubub Aaron lebih panas dari suhu tubuhnya.


Dan celakanya, Chiara tidak menyadari bahwa tindakannya itu, mengangkat kedua tangannya, membuat handuk yang dikenakannya sedikit melorot, sehingga semakin menunjukkan bagian atas keindahan dua bukit kembar miliknya, yang sejak semalam selalu membuat Aaron terbayang-bayang dan begitu sulit untuk mengendalikan diri untuk tidak menyentuh kedua benda yang seolah-olah sengaja sedang menggoda Aaron itu.