
"Aaron!" Suara Angelina yang melengking tinggi sambil membuka pintu ruang kerja Aaron dengan gerakan keras, langsung terhenti begitu dia melihat sosok Aldrich yang sedang berdiri tepat di depan Aaron.
Aaron yang awalnya sedang mempelajari berkas-berkas yang diberikan Aldrich langsung mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah Angelina, sedang Aldrich memilih untuk sekedar melirik ke samping tanpa berniat menoleh ke arah Angelina yang langsung mendengus melihat keberadaan Aldrich di ruangan Aaron.
Sudah beberapa lama ini, antara Angelina dan Aaron masih saja berselisih pendapat tentang keputusan Aaron tentang Aldrich.
Aaron memutuskan untuk membiarkan Aldrich bersama dengan beberapa anggota kelompoknya yang memang terbukti bukan orang-orang dengan niat jahat memberikan hukuman pada pada orang-orang berpengaruh, para pemimpin yang seringkali menyalahgunakan kekuasaannya, atau melakukan tindak kejahatan dan menutupinya dengan baik di balik kedok kekuasaan dan kekayaan mereka.
Aldrich dengan kemampuan supernya sengaja mencari bukti-bukti untuk dapat membawa mereka ke ranah hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
Dan dari semua bukti-bukti yang dikumpulkan Aldrich, dengan koneksi dan juga orang-orang berpengaruh dan berkuasa yang memilih jalan lurus, Aaron dibantu oleh mereka untuk memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kejahatan itu, terutaman yang seringkali bertindak semena-mena terhadap orang lain.
Bahkan beberapa orang yang dulunya terlibat dalam penelitian yang menjadikan para mutan sebagai bahan percobaan dengan cara yang kejam, satu persatu berhasil dipenjarakan oleh Aldrich dengan bantuan Aaron dan yang lain.
Pada akhirnya, semua orang jahat, satu persatu berhasil dibuat Aldrich dan Aaron mempertanggungjawabkan perbuatan jahat mereka.
Selain itu, Aldrich dan Aaron, dengan kemampuan hebat mereka, akhirnya sepakat untuk mulai menjalankan keadilan dengan cara mereka, meskipun tujuan akhir mereka, menyerahkan para penjahat itu ke tangan para penegak hukum.
Dengan apa yang mereka lakukan sekarang, baik Aldrich maupun Aaron memiliki misi dan visi yang sama, untuk dapat menciptakan kehidupan di dunia lebih baik dan adil bagi semua orang.
“Kenapa denganmu Angelina? Apa ada masalah?” Aaron bertanya sambil menopangkan dagunya pada kedua tanganya yang saling bertaut dan menumpu di atas meja kerjanya.
“Kamu tahu, sudah berapa kali aku menyatakan tidak setuju dengan cara Aldrich mendapatkan bukti-bukti perbuatan kotor para penguasa yang tidak bertanggungjawab itu.” Angelina berkata sambil melirik dengan sinis ke arah Aldrich yang wajahnya terlihat tetap dingin tanpa ekspresi, seolah-olah dia tidak menganggap kehadiran Angelina yang sedang mencacatnya di depan Aaron.
Bagi Aldrich, dia tahu kalau sejak awal Angelina adalah orang yang paling menentang keputusan Aaron untuk memberikan kesempatan pada Aldrich untuk bebas dari penjara yang sudah dia buat, dan justru bekerjasama dengannya untuk menciptakan kedamaian dunia, meringkus orang-orang jahat di sekitar mereka.
Dari cara Angelina menatapnya, Aldrich sadar sepenuhnya kalau Angelina terlihat tidak mempercayainya. Angelina tidak percaya bahwa seorang Aldrich yang terbiasa berbuat kejam di masa lalu, bisa berubah dan bersikap adil terhadap orang-orang di sekitarnya.
“Biarkan saja Aaron, aku tidak keberatan dengan semua apa yang dikatakan oleh Angelina. Meskipun kita berusaha berbuat baik, tetap saja akan ada orang-orang yang merasa kita tetap kurang baik.” Perkataan Aldrich yang diucapkannya tanpa memandang ke arahnya sedikitpun, membuat mata Angelina terbeliak.
“Apa maksud perkataanmu? Kamu sengaja ya menyindirku?”
“O ya? Masa seperti itu? Bukan tipeku menyindir seseorang. Aku akan bicara blak-blakan kalau tidak merasa cocok.”
“Itu sikapmu pada orang lain, tapi padaku! Kamu selalu menyindir! Dan mengejekku! Kamu selalu meremehkanku.” Angelina berkata dengan nada menuduhnya.
“Aku tidak pernah mengejekmu. Apa buktinya?” Aldrich langsung membalas perkataan Angelina.
“Hah? Bukti? Buktinya kamu tidak pernah memandang ke arahku saat berbicara padaku. Seperti sekarang ini!” Angelina berkata sambil jari telunjukkan menunjuk pada Aldrich yang langsung menoleh ke arah Angelina begitu mendengar perkataan Angelina.
Aaron yang melihat perdebatan mereka berdua yang sejak Aldrich bergabung dengan mereka seperti anjing dan kucing, hanya bisa menghela nafas panjang melihat bagaimana mereka berdua selalu saja bersikap seperti anak kecil yang berebut mainan saat bertemu.
Tapi Aaron langsung tersenyum penuh makna begitu Aldrich yang sedang menatap ke arah Angelina, wajahnya terlihat sedikit memerah.
Aaron bukannya tidak tahu, kalau Aldrich seringkali dengan sengaja tidak mau memandang ke arah Angelina saat berbicara pada gadis cantik itu, karena dari cara Aldrich memandang Angelina, Aaron bisa melihat kalau Aldrich sebenarnya menyukai Angelina, yang memang sedari awal tidak pernah memperlakukannya dengan buruk meskipun di bibir, Angelina seringkali menyangkal.
Banyak hal kecil tentang Angelina yang Aldrich ingat dengan jelas, bagaimana Angelina merupakan salah satu orang yang selalu memberikan makanan bagiannya padanya, saat mereka sedang makan bersama-sama, dengan alasan Angelina tidak suka, sedangkan Aldrich tahu bahwa sebenarnya Angelina menyukai makanan itu.
Perhatian Angelina padanya, meskipun dibalut dengan kata-kata sinisnya, membuat hati Aldrich merasa nyaman saat berada di dekat Angelina, meski gadis itu seringkali mengomelinya.
“Hah! Sudahlah, kalian berdua lama-lama bisa membuat atap ruanganku rontok jika kalian terus bertengkar seperti itu. Daripada kalian terus menerus berselisih pendapat, lebih baik kalian berdua pergi berkencan untuk mendinginkan otak kalian….”
“Berkencan?” Baik Angelina maupun Aldrich langsung memotong perkataan Aaron dengan suara keras, dan wajah mereka berdua yang tiba-tiab sama-sama memerah, dan saling membuang muka ke arah yang berlawanan, membuat Aaron tersenyum tipis.