Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
KEAKRABAN SORE INI



Tapi dengan gerakan cepat, Grayson langsung menjauhkan piring kecil di tangannya dari jangkauan Chiara, membuat Chiara berpura-pura memberengut dengan memajukan bibirnya, membuatnya justru terlihat menggemaskan, sehingga membuat Sarah tersenyum bahagia melihat keakraban antara Chiara dan Grayson.


Karena seringnya Chiara mengunjungi rumah orangtua Aaron, membuat hubungan Chiara dan Grayson menjadi cukup dekat.


Bahkan beberapa kali dengan rela hati Grayson menawarkan diri menjadi sopir untuk Sarah dan Chiara yang berniat pergi keluar, terutama jika Grayson sudah pulang dari kantornya, atau jika kegiatan kedua wanita itu dilakukan di akhir pekan, dimana itu merupakan hari libur Grayson, sehingga dia memiliki waktu lebih untuk menemani Sarah dan Chiara.


Sarah yang melihat perubahan Grayson, yang biasanya tidak mau dekat dengan apapun atau siapapun yang berhubungan dengan Aaron, ikut merasa senang dan berharap kalau Chiara akan menjadi jembatan penghubungan yang akan mengakrabkan Grayson dan Aaron kembali.


Sayangnya Sarah tidak menyadari bahwa cara Grayson menatap dan memperlakukan Chiara dengan hangat, bukan karena memandang Chiara sebagai kakak iparnya, namun justru karena Grayson menganggap Chiara sebagai gadis muda yang cantik dan ceria, yang sudah berhasil membuat hatinya berdebar saat berada di dekatnya.


"Sini. Berikan untuk Chiara. Kamu ambil lagi di dalam." Tanpa diduga oleh Grayson yang masih berencana menggoda Chiara, Sarah meraih piring dari tangan Grayson.


"Eh...." Grayson langsung berkata dengan wajah kaget melihat mamanya yang langsung merebut piring kecil berisi kue yang ada di tangan Grayson.


"Ma...."


"Sudah... ambil lagi di dalam. Kan masih banyak di dapur?" Tanpa memperdulikan Grayson yang berniat memprotesnya, Sarah langsung memotong perkataan Grayson, dan menyodorkan piring kecil berisi nastar itu kepada Chiara, yang memberikan senyum mengejek ke arah Grayson yang langsung melotot ke arah Chiara.


"Awas ya kamu!" Mendengar ancaman dari Grayson, Chiara justru tertawa kecil sambil menikmati nikmatnya nastar yang sudah masuk ke mulutnya.


"Aduh, Grayson... mengalah kenapa. Kamu ini kan sudah dewasa, sudah lebih dari 20 tahun, tapi sikapmu masih seperti anak kecil." Sarah berkata sambil tersenyum ke arah Grayson yang terlihat masih melotot kepada Chiara.


"Tapi dia kan kakak iparku, harusnya lebih dewasa dong dari aku. Orang sudah menikah, dibandingkan dengan lajang seperti aku, harusnya dia yang bersikap dewasa." Grayson berkata sambil mencebikkan bibirnya, membuat Chiara berjalan mendekat ke arah Grayson.


"Lagian Mama ini... aku jadi heran dengan sikap Mama kepadaku dan Chiara yang tidak adil sama sekali. Sebenarnya yang anak kandung Mama aku atau Chiara sih? Aku selalu saja diminta mengalah dengan Mama." Grayson berkata dengan wajah sengaja dibuat sememelas mungkin, membuat Chiara yang sudah ada di hadapan Grayson langsung tersenyum mengejek.


Sedang Sarah, tidak menanggapi protes dari Grayson, hanya tersenyum saja karena tahu Grayson hanya sedang berpura-pura merajuk.


"Ulu ulu... cup cup, jangan menangis ya… jangan seperti anak kecil." Chiara berkata sambil memegang puncak kepala Grayson dengan tangan yang baru saja digunakannya untuk memegang kue nastar, sehingga mengotori rambut Grayson yang kebetulan baru saja keramas sepulang dari kantor tadi.


"Chiara!" Grayson langsung meneriakkan nama Chiara yang bergerak cepat, berusaha untuk melarikan diri dan bersembunyi di balik tubuh Sarah yang langsung merentangkan tangannya untuk mencegah Grayson yang berniat mendekati Chiara.


Grayson langsung melotot ke arah Chiara sambil tangannya sibuk membersihkan rambutnya dari remah roti yang tadi berasal dari tangan Chiara yang memegang rambutnya.


"Sudah sudah.... Daripada kalian berdua ribut terus, kita pergi sekarang saja Chiara. Ayo... dimana Restu? Biar dia yang mengantar kita." Sarah berkata sambil membalikkan tubuhnya dan langsung menggandeng tangan Chiara.


"Eh Ma...." Suara panggilan dari Grayson membuat Sarah langsung menoleh kembali.


"Bagaimana kalau sore ini aku yang mengantar kalian pergi?" Grayson menawarkan diri untuk menjadi sopir mereka berdua.


"Lho, bukannya kamu tadi bilang masih ada beberapa urusan hari ini?" Sarah bertanya dengan tatapan menyelidik ke arah Grayson yang langung mendekat dan memeluk bahu Sarah.


Grayson yang sebenarnya memang memiliki janji dengan beberapa teman-temannya, akan tetapi dengan diam-diam sengaja langsung membatalkan janjinya begitu mendengar rencana Sarah yang akan pergi berbelanja dengan Chiara ketika Sarah bercerita pada Johnson di ruang keluarga tadi.


"Kan itu sebelum Mama bilang mau belanja mainan dan buku-buku untuk bakti sosial. Aku juga sedang mencari hadiah ulang tahun buat anak sekretarisku. Mumpung ada Mama dan Chiara, jadi aku bisa minta bantuan kalian untuk memilih kado yang tepat." Grayson berkata sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Sarah yang langsung tersenyum.


"Ist... kamu ini, bisa-bisanya memanfaatkan orang di sekitarmu. Ayolah, kita berangkat sekarang, sebelum terlalu malam." Perkataan Sarah membuat Chiara langsung meletakkan piring kecil berisi nastar yang masih tersisa beberapa butir nastar ke atas meja.


Grayson yang mendapatkan ijin dari Sarah untuk mengantarkan mereka, langsung tersenyum lebar, dan berjalan mendahului mereka untuk mengambil kunci mobil yang akan mereka gunakan untuk pergi.


"Chiara, minta Restu pulang saja setelah mengantar mobilmu kembali ke apartemen. Biar Grayson nanti yang mengantarmu pulang." Sarah berkata dengan santai, tanpa menyadari Grayson yang sedang mengambil kunci mobil, langsung bersorak dalam hati.


Grayson dengan sengaja mengambil kunci mobilnya sendiri, tidak mau menggunakan mobil Chiara yang jelas-jelas diketahui Grayson dibelikan oleh Aaron secara khusus untuk Chiara beberapa bulan yang lalu.


Selain Chiara, Grayson masih saja enggan berhubungan dengan apapun yang berkaitan dengan Aaron, entah itu manusia atau benda, termasuk mobil yang digunakan oleh Chiara.


# # # # # # #


Sebelum pergi membeli keperluan untuk disumbangkan ke panti asuhan, Sarah sengaja meminta Grayson untuk mengantarkannya ke sebuah butik langganannya.


"Kalian tunggu sebentar ya di mobil, Mama cuma sebentar saja." Sarah berkata sambil membuka pintu mobil dan keluar ke dalam satu butik pakaian milik temannya, untuk mengambil pesanan pakaian yang sudah dipesannya beberapa hari lalu, dan sudah selesai dipermak untuknya.


"Biar aku antar Ma...." Chiara langsung menawarkan diri sambil membuka pintu mobil.


"Jangan! Tidak perlu Chiara. Mama cuma sebentar saja kok. Kamu di sini saja menemani Grayson." Tanpa menunggu jawaban dari Chiara, Sarah langsung bergegas keluar dari mobil, meninggalkan Grayson yang duduk di posisi sopir dan Chiara duduk di sampingnya.


"Bagaimana persiapan kuliahmu Chiara?" Grayson langsung menanyakan tentang rencana pendidikan dari Chiara selepas dari SMA.


"Aduh, masih setahun lagi, kenapa sudah dibahas? Tahun ini aku baru akan naik ke kelas 3." Grayson mencebikkan bibirnya mendengar perkataan dari Chiara.


"Setahun bukan waktu yang lama. Kalau tidak ditata dengan baik, tidak akan mendapatkan hasil yang baik." Chiara langsung tersenyum mendengar perkataan Grayson.