
Yang Jaka tahu, Mona selalu saja mencari cara bagaimana agar pihak penanggung jawab keuangan perusahaan milik orangtua Chiara, mau mengeluarkan uang lebih banyak untuknya, dengan alasan semuanya untuk kebutuhan Chiara, semua demi Chiara.
Segala hal dilakukan Mona agar bisa mengeruk banyak keuntungan dari uang yang dia terima dengna mengatasnamakan semua itu untuk Chiara.
Jaka ingat sekali di hari ulang tahun Chiara, dengan alasan mengadakan pesta untuk Chiara, Mona menarik banyak uang dari rekening yang biasa digunakan oleh pihak managemen perhotelan untuk mentransfer uang dengan alasan untuk kebutuhan mengadakan pesta ulang tahun Chiara.
Mona benar-benar mengadakan pesta ulang tahun untuk Chiara, sesuai dengan yang dilaporkannya kepada pihak managemen yang sudah memberikannya uang.
Akan tetapi, pesta itu sangatlah sederhana, sama sekali tidak sesuai dengan besarnya jumlah uang yang sudah ditarik oleh Mona.
Belum lagi, gaun yang dikenakan Chiara saat itu juga sangat sederhana, beda sekali dengan gaun yang dikenakan oleh Revina yang terlihat begitu mewah dan pastinya mahal harganya, seolah-olah justru Revina yang sedang berulang tahun.
Meskipun Chiara tetap tampil cantik dengan gaun sederhana itu, tapi Jaka dan Grace tetap merasa kesal mengetahui bahwa sahabat mereka itu sudah dimanfaatkan oleh Mona.
Dan yang lebih jelas menunjukkan bahwa Mona memakai uang Chiara adalah, setelah acara pesta itu, justru Revina mendapat hadiah sebuah mobil baru dari Mona, sedangkan Chiara hanya mendapatkan hadiah berupa gelang emas yang berukuran kecil.
Cih, kalau bukan uang dari hasil merampok uang milik Chiara, mana bisa tante Mona dan Revina itu hidup senyaman seperti sekarang ini. Begitu saja masih tidak bersyukur dan selalu berusaha menindas Chiara.
Jaka berkata dalam hati, merasa simpati dengan nasib Chiara yang selalu ditekan oleh Mona, sehingga Jaka ikut merasa senang mendengar rencana pernikahan Chiara dan Aaron, yang berencana membawa Chiara keluar dari rumah itu, yang bagi Jaka lebih mirip sebuah penjara daripada sebuah rumah.
Awalnya Jaka hampir saja menyampaikan protesnya ketika Chiara mengatakan tentang rencana pernikahannya dengan Aaron.
Tapi begitu Chiara mengatakan bahwa pernikahan itu hanya di atas kertas, dan Aaron akan memberikan kebebasan padanya setelah 4 tahun pernikahan mereka, Jaka ikut merasa lega.
Chiara berkata dalam hati sambil tersenyum melihat kedua temannya yang baru saja berjanji untuk menjaga rahasia pernikahannya dengan Aaron yang akan diadakan tidak lama lagi.
"Wah, dari ceritamu, sepertinya om Aaron itu laki-laki yang begitu sempurna." Grace berkata sambil membayangkan bagaimana mengagumkannya sosok Aaron yang sudah diceritakan oleh Chiara barusan dengan senyum geli di wajahnya
"Ist... Chiara saja memanggilnya om Aaron. Dia pasti perjaka tua yang tidak laku menikah, dengan perut buncit karena kebanyakan makan enak, tidak cukup olahraga. Bagaimanapun seperti kata Chiara, dia CEO dari M&S Grup yang kekayaannya tidak terhitung, dan juga sosoknya tidak pernah dipublikasikan." Dengan percaya diri, Jaka langsung menyanggah kata-kata Grace sambil menggerakkan lengannya ke atas membentuk huruf L, lalu menggenggam telapak tangannya kuat-kuat untuk menunjukkan otot-otot lengannya.
"Haist! Si kerempeng ini! Percaya diri sekali!" Grace langsung memukul lengan Jaka, yang dengan cepat terpaksa menurunkan tangannya kembali, karena sakit setelah mendapatkan pukulan dari Grace.
"Jangan menghina kalau tidak tahu. Om Aaronku sangat tampan dan keren. Pokonya, om Aaron adalah laki-laki paling keren dan hebat yang pernah aku temui." Chiara berkata dengan wajah dan suara yang telihat dan terdengar ceria.
"Cieee.... om Aaronku?" Mendengar Chiara mengatakan Aaron dengan sebutan om Aaronku, Grace langsung menggoda Chiara yang wajahnya langsung memerah karena melu, sudah keceplosan mengatakan om Aaronku.
"Coba dong, tunjukkan pada kami, kalau memang OM AARONMU itu laki-laki tampan dan keren seperti yang kamu ceritakan tadi." Jaka berkata dengan wajah terlihat tidak percaya, dan sengaja menekankan kata om Aaronmu pada saat mengucapkan kata-katanya pada Chiara.
"Aku punya buktinya. Jangan sampai air liurmu menetes ya Grace, karena om Aaronku benar-benar mengagumkan. Sebentar...." Chiara menghentikan kata-katanya, dan niatnya untuk mengambil handphone dari saku yang ada pada roknya, karena mendengar bel tanda jam istirahat berakhir sudah berbunyi.
Awalnya Chiara ingin memamerkan sosok Aaron pada kedua temannya dengan menunjukkan foto profile Aaron pada mereka, tapi suara bel itu membuat mereka dengan tergopoh-gopoh pergi meninggalkan taman.
Tanpa perduli pembicaraan mereka sebelumnya, baik Chiara, Jaka dan juga Grace langsung berlarian pergi ke arah ruang kelas mereka, yang memang letaknya cukup jauh dari taman tempat mereka barusan mengobrol, agar bisa segera kembali ke kelas mereka tepat pada waktunya, atau mereka akan mendapatkan masalah besar nantinya.