Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
LAPORAN RUTIN ZACHARY UNTUK AARON



"Sip Pak Zac! Tos dulu dong pak Zac!" Chiara langsung berkata sambil mengangkat tangannya dan mengarahkan telapak tangannya ke arah Zachary agar bisa melakukan tos dengannya.


(Tos adalah gerakan tangan antara dua orang yang secara bersamaan mengangkat tangan dan menepuk telapak tangan satu sama lain. Gerakan tangan ini biasanya didahului kata-kata "tos" atau "tos dulu" dalam bahasa Indonesia. Arti dari gerakan ini bisa beragam, seperti salam, ucapan selamat, atau perayaan).


Tanpa ragu, Zachary langsung tersenyum dan mengangkat tangannya, benar-benar melakukan tos dengan Chiara yang langsung tertawa dengan wajah terlihat senang, membuat Zachary merasa ikut lega.


Berada di dekat nona Chiara selalu saja tertular suasana ceria dan bahagia. Sepertinya, energi positif dari nona Chiara ini, yang sudah membuat pak Aaron begitu sulit untuk mengalihkan perhatian dan hatinya dari nona Chiara.


Zachary berkata dalam hati dengan senyum masih tersungging di wajahnya, melihat bagaimana ceria dan cantiknya istri dari bosnya itu.


"Ayo Pak Zac! Kita lanjutkan pelajaran hari ini!" Chiara berkata dengan suara terlihat bersemangat dan dengan lincahnya langsung bergerak kembali ke meja kerja Aaron, dan duduk di kursinya, bersiap dengan sikap serius untuk mengikuti apa yang akan diajarkan Zachary, membuat Zachary ikut tersenyum senang melihat sifat ceria Chiara yang selalu membuat suasana jadi ikut cerah.


# # # # # # #


"Bagaimana kabar Chiara hari ini Zac?" Zachary yang melakukan panggilan video call dengan Aaron hari ini sembari menunggu anaknya mengerjakan Pekerjaan Rumahnya, langsung mengangkat beberapa lembar kertas di tangannya, menunjukkannya pada Aaron.


"Seperti biasanya, semua buku dilahap habis dengan cepat, dan semua tugas dikerjakannya dengan baik." Zachary berkata dengan nada bangga karena memiliki murid secerdas Chiara.


Aaron yang sedang mendengar penjelasan Zachary hanya bisa tersenyum sambil menghela nafasnya diam-diam, karena ada rasa rindu yang begitu besar yang sedang menghantam dadanya saat ini begitu dia mendengar nama Chiara disebutkan dan terdengar di telinganya.


Dan hal itu menimbulkan rasa nyeri di dada Aaron yang sudah hampir tiga bulan ini berpisah dari Chiara.


Setiap kali Aaron mendengar nama Chiara disebutkan, menimbulkan getaran hebat dalam dadanya yang membuat hatinya terasa begitu berat, bahkan kadang menimbulkan rasa sesak di dadanya.


Merindukan Chiara, membuat Aaron kadang merasa dadanya begitu sesak, begitu sulit untuk bernafas.


Ingin rasanya Aaron langsung mengeluarkan kemampuan teleportasinya agar dapat melihat sosok Chiara secara langsung dari jarak dekat.


Akan tetapi ketakutan untuk sulit mengendalikan diri, saat dia bisa mendekat dan memeluk gadis kecilnya itu saat mereka bertemu, membuat Aaron selalu memutuskan untuk tetap diam di tempatnya, menahan rindu yang semakin hari semakin menggila.


"Bagaimana kondisi Chiara sekarang ini Zachary? Apa dia baik-baik saja? Apa dia sehat? Apa dia cukup makan dan istirahat? Bagaimana sekolahnya? Apa dia tetap belajar dengan giat? Apa tante Mona masih berusaha menemuinya? Apa tante Mona mulai berani menindasnya lagi?" Tanpa sadar rentetan pertanyaan berikutnya langsung meluncur dari bibir Aaron, sesuatu yang belum pernah dilakukan Aaron selama ini.


Biasanya, hanya satu dua pertanyaan dari Aaron jika itu tentang kondisi orang lain.


"Nona Chiara baik-baik saja Pak. Dia masih tetap ceria dan bersemangat seperti biasanya. Besok pagi hari libur Nona Chiara. Nona sudah berjanji untuk mengantar bu Sarah untuk jalan-jalan mencari mainan dan buku-buku bacaan untuk acara bakti sosial ke salah satu panti asuhan, yang diadakan oleh para mama-mama teman-teman sekolah nona Chiara." Penjelasan Zachary membuat Aaron tersenyum tipis.


(Bakti sosial atau lebih dikenal dengan baksos ini merupakan, suatu kegiatan wujud dari kepedulian atau rasa kemanusiaan terhadap sesama. Dimana dengan adanya kegiatan ini kita dapat merekatkan rasa kekerabatan kita terhadap orang lain. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan manfaat dan tujuan-tujuan tertentu).


Bagaimanapun Aaron merasa berterimakasih, karena mamanya sekarang seringkali menggantikan posisi mama Chiara, saat ada acara kegiatan sekolah yang memerlukan wali murid untuk hadir dan berparsipasi.


Setiap ada kegiatan di sekolah Chiara yang melibatkan orangtua, dengan senang hati Sarah akan datang menjadi wali Chiara, meskipun pihak sekolah tidak tahu status Sarah sebagai ibu mertua dari Chiara.


Selain itu, keberadaan Sarah sebagai ibu dari Aaron pun hanya diketahui oleh segelintir orang dari pihak sekolah yang memang duduk di jajaran pengurus atau guru dengan jabatan tertinggi, seperti kepala sekolah yang beberapa waktu lalu sudah digantikan oleh guru lain setelah terbukti menerima suap dari beberapa pihak luar.


Karena setelah kedatangan Aaron hari itu, memang Aaron meminta adanya tim khusus untuk melakukan penyelidikan terhadap para pejabat tinggi di sekolah itu, terkait dengan dugaan suap, maupun perilaku tidak benar yang dilakukan oleh salah seorang guru.


Selama menjadi wakil Chiara, semua orang hanya mengetahui bahwa Sarah merupakan salah satu kerabat jauh dari Chiara, tidak lebih.


"Ah ya, mama sudah memberitahuku tentang itu." Aaron berkata pelan sambil matanya memandang ke arah depan dengan tatapan sedikit kosong, karena pikirannya sekarang sedang membayangkan sosok Chiara.


Sarah yang tidak mengetahui tentang bagaimana hubungan antara Aaron dan Chiara selama ini, dan menganggap kalau hubungan mereka baik-baik saja seperti layaknya suami istri, membuat Sarah seringkali memberitahu Aaron jika dia memiliki rencana bersama Chiara.


Entah itu belanja, berjalan-jalan, mengunjungi teman, atau kegiatan lainnya, Sarah selalu memberitahukan kepada Aaron, bahkan menceritakan apa saja yang sudah dilakukannya bersama Chiara, membuat Aaron merasa ikut senang, melihat bagaimana kehadiran Chiara sudah membuat suasana rumah orangtuanya menjadi lebih hangat dan ceria.


Meskipun di sisi lain, Aaron merasa khawatir, bagamana caranya jika ke depannya dia harus memberitahukan kepada kedua orangtuanya yang tentang rencana perceraiannya dengan Chaira, sedangkan mereka berdua sepertinya sudah begitu menyayangi Chiara.


"Pak, minggu lalu nona mengikuti acara pembentukan panitia penerimaan siswa baru yang akan diadakan bulan depan. Nona menjadi panitia bagian acara. Ada video permainan yang waktu itu dipraktekkan nona Chiara bersama teman-temannya. Apa Pak Aaron mau melihat videonya?" Perkataan Zachary membuat mata Aaron kembali fokus pada Zachary.


"Kirimkan ke surelku sekarang." Dengan cepat Aaron memberi perintah kepada Zachary yang langsung mengirimkan video kegiatan Chiara melalui email.


"Zachary, kita lanjutkan pembicaraan besok pagi setelah kamu sampai di kantor." Zachary langsung mengangukkan kepalanya tanpa menjawab perkataan Aaron karena dia sedang berusaha menyembunyikan wajahnya yang sedang menahan tawa gelinya melihat bagaimana bersemangatnya Aaron mendengar dia sudah mengirimkan video itu.


Bahkan tanpa menunggu lama, sebuah anggukan kepala dari Zachary belum lagi selesai, Aaron sudah menutup panggilan video callnya dengan Zachary.