
Apa yang sedang terjadi denganku? Sepertinya kekuatanku tiba-tiba kembali tidak terkendali lagi saat berada di dekat Chiara. Padahal selama beberapa hari ini di villa, bahkan sampai aku dan Chiara melakukan hal paling intim, aku baik-baik saja. Apa betul orang itu tidak lagi berada di dekatku? Kalau benar begitu... berarti kemungkinan besar dia adalah orang yang aku kenal, bahkan mungkin bekerja untukku dan ada bersamaku beberapa hari ini di villa.
Aaron masih saja berkutat dalam pikirannya, sampai di dengarnya sebuah suara lenguhan pelan dari bibir Chiara.
"Chiara... kamu baik-baik saja?" Aaron berkata sambil mengelus lembut kaki Chiara yang sedang tidur meringkuk dengan posisi tubuh miring membelakangi Aaron yang duduk di pinggiran tempat tidur.
"Perutku agak nyeri Om. Biasanya memang sedikit nyeri kalau sedang datang bulan. Cuma ini nyerinya agak parah, biasanya memang begitu kalau sewaktu datang bulan, aku sebelumnya banyak kegiatan yang membuatku lelah." Perkataan Chiara membuat Aaron terdiam, merasa tidak enak hati karena beberapa hari ini di villa memang boleh dikata dia membuat Chiara kelelahan karena gempuran yang dia lakukan lebih dari sekali setiap harinya.
Dan tanda-tanda pertempuran mereka di ranjang, masih terlihat jelas dari banyaknya kissmark yang menyebar di seluruh tubuh Chiara, dan kembali terlihat setelah Chiara mandi dan membersihkan semua riasan pada wajah dan lehernya.
"Eh Om, bukan karena kegiatan kita di villa, kalau itu sih, aku anggap olahraga. He he he...." Chiara berkata semabil tertawa kecil ke arah Aaron ikut tersenyum mendengar kata-kata Chiara.
"Sebenarnya, sebelumnya aku cukup lelah karena kegiatan ospek, dan mungkin perjalanan dari apartemen ke villa ya memang cukup jauh." Chiara berusaha membuat Aaron tidak merasa bersalah.
Mendengar kata-kata itu Aaron langsung tersenyum, karena Chiara, adalah orang yang sangat mengerti dengan dirinya, termasuk bisa menebak apa yang sedang dipikirkannya, padahal dia orang yang tidak mudah untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya.
Sejak menikah dengan Chiara, banyak hal tentang Chiara yang semakin membuat Aaron jatuh cinta pada istri kecilnya itu, termasuk bagaimana gadis semuda itu bisa menerima apa adanya tentang sosoknya yang bukan seperti manusia pada umumnya, dan juga bagaimana beberapa kali Chiara bisa menebak dan mengerti tentang pikirannya.
Meskipun sebelum menikah, Aaron sudah seringkali mengamati kehidupan Chaira selama 5 tahun, tapi begitu menikah dan semakin mengenal Chiara setelah ada interaksi diantara mereka berdua, Aaron semakin jatuh cinta kepada Chiara.
Sikap manja dan ceroboh Chiara, seringkali justru membawa suasana cerah dalam kehidupan Aaron yang selama ini sepi dan lebih suka menyendiri dalam diam.
"Begitukah? jadi bukan karena aku kamu jadi kelelahan?" Aaron berkata sambil menyunggingkan senyum di bibirnya, hal yang sekarang biasa sia lakukan jika dia sedang bersama Chiara.
"Iyalah Om, bukan karena Om Aaron. Kalau karena Om sih, aku tidak keberatan juga...." Chiara berkata dengan manjanya, membuat spontan jakun Aaron bergerak naik turun karena perkataan Chiara yang sebenarnya langsung membangkitkan gairahnya, tapi harus bisa dia tahan dengan baik karena kondisi yang tidak memungkinkan.
"Om Aaron... aku mau beristirahat dulu ya, semoga beberapa saat lagi bisa berkurang bahkan hilang nyerinya." Chiara berkata sambil meraih guling yang ada di depan tubuhnya yang terbaring di atas tempat tidur.
"Biar aku temani." Aaron berkata sambil ikut naik ke atas tempat tidur, mengambil posisi duduk di samping tubuh Chiara yang sedang meringkuk sambil memeluk guling.
"Eh...." Chiara berencana menoleh ke arah Aaron ketika dirasakannya tangan Aaron berada di pundaknya dan mulai memijat dengan lembut di sana.
"Istrihatlah, buat dirimu rileks agar berkurang rasa nyerinya. Aku akan memijatmu." Aaron berkata sambil salah satu tangannya menghalangi Chiara untuk menoleh ke arahnya.
(Banyak wanita percaya bahwa pijat saat haid dapat mempengaruhi aliran darah sehingga dapat menyebabkan pendarahan lebih berat dari biasanya. Faktanya menurut beberapa dokter, pijat saat haid diperbolehkan akan tetapi sebaiknya menghindari pijatan di sekitar perut, sebab pada saat menstruasi dinding perut tipis dan apabila dipijat akan berisiko terjadinya cedera pada organ dalam perut.
Pijatan bisa dilakukan di bagian lain, misalnya di bagian kepala dan pundak. Selain bisa bikin rileks otot-otot yang tegang, pijatan di bagian kepala dan pundak juga bisa mempercepat haid. Dengan demikian, rahim akan lebih mudah mendorong haid keluar. Titik pijatan lainnya adalah di telapak tangan dan telapak kaki).
Setelah menikah, beberapa kali Aaron sengaja menyempatkan diri untuk mengerti tentang dunia wanita.
Beberapa artikel tentang apa saja yang memberinya info tentang perempuan, terutama di usia remajanya, menjadi bahan bacaan rutin yang begitu dinikmati oleh Aaron, sehingga sedikit banyak dia juga tahu apa yang bisa dia lakukan saat seorang wanita merasakan nyeri haid di perutnya.
"Bagaimana? Apa sudah lebih enakan setelah dipijat?" Aaron yagn sudah mengalihkan pijatan lembutnya di bagian telapak kaki Chiara bertanya sambil melihat Chiara yang masih memeluk gulingnya, hanya saja dari bibirnya sudah tidak lagi mengeluarkan suara desisan karena menahan rasa nyeri di perutnya.
"Sudah Om, berkurang banyak sekali. Tapi Om Aaron...." Chiara menghentikan kata-katanya sejenak, membuat Aaron ikur menghentikan gerakan memijatnya, karena takut Chiara merasa pijatannya terlalu keras atau tidak nyaman dengan pijatannya.