
“Aaron, kamu tahu, semakin kamu berada di dekat Chiara, akan semakin sulit untuk mengendalikan dirimu. Dan jika kamu memaksakan kehendakmu, kamu tahu siapa yang akan lebih terluka.” Angelina langsung menggunakan nama Chiara, untuk mengingatkan kembali kepada Aaron, tentang hal buruk apa yang bisa terjadi jika dia berada di dekat Chiara.
“Kamu tahu Aldrich sudah mulai mencurigaimu sebagai orang yang sedang dicari-carinya selama ini. Informan kita mengatakan, Aldrich tiba-tiba saja terus menerus mengorek informasi tentang pemilik Grup Malverich.” Aaron menghela nafas panjang mendengar perkataan Angelina.
“Aku sudah tahu tentang itu.” Aaron berkata pendek.
“Kalau begitu, kenapa kamu justru mendekati sumber kelemahanmu? Bukannya kamu tahu kalau kehadiran Chiara, bisa membuat kekuatanmu tidak terkendali, melemah, bahkan menghilang?” Angelina berkata sambil melipat kedua tangannya di depan perutnya, dengan tetap berdiri tepat di hadapan Aaron yang memilih untuk memandang ke arah lain.
“Kita berdua belum pernah benar-benar tahu sebesar apa efek keberadaan Chiara di dekatku, jadi jangan mengambil kesimpulan yang hanya merupakan pemikiranmu saja tanpa bukti.” Aaron berkata dengan wajah terlihat datar, tanpa memandang ke arah Angelina yang terlihat semakin risau.
“Aaron, tolong pikirkan tentang Aldrich yang bisa saja semakin menggila karena ambisinya untuk menguasai dunia.” Angelina berusaha mengimbangi sikap tenang Aaron, meskipun dalam hatinya, dia masih begitu marah dengan keputusan Aaron yang tiba-tiba ingin pergi dari Amerika, mendekatkan dirinya pada Chiara.
Angelina tahu kalau dia sudah bersikap egois dengan berusaha membuat Aaron jauh dari gadis yang dicintainya, tapi jika membayangkan saat berada di dekat Chiara ada resiko kekuatan Aaron melemah, dan jika itu diketahui Aldrich, sehingga menjadikan itu senjata untuk melumpuhkan Aaron, Angelina sungguh tidak rela jika laki-laki yang dicintainya itu terluka.
Dan Angelina lebih memilih dianggap sebagai orang yang egois, dan dianggap tidak bisa merelakan rasa cintanya pada Aaron, daripada harus melihat Aaron terluka.
“Suatu ketika, memang sepertinya kita harus benar-benar menghadapi Aldrich secara langsung. Kita tidak bisa selamanya bersembunyi dan lari darinya. Jika ingin menghentikannya, kita harus berani menentangnya secara terang-terangan. Kita harus melawannya. Dan kamu tahu sebentar lagi, kita siap untuk itu.” Suara tenang dari Aaron, membuat Angelina merasa gundah, karena itu membuatnya tahu bahwa akan sulit untuk membuat Aaron kembali ke Amerika.
“Aaron, jika kamu terus berada di sini, bagaimana dengan yang lain? Kamu lebih dibutuhkan di Amerika daripada di tempat ini. Banyak kaum kita yang butuh kehadiranmu sebagai pemimpin. Kamu tahu bahwa mengendalikan orang-orang dengan kemampuan super, tidak seperti mengendalikan manusia biasa. Dan kamu orang yang paling bisa mengendalokan mereka." Kata-kata Angelina membuat Aaron sedikit memutar kursinya, dan memantap ke arah Angelina dengan tatapan tetap tenang.
“Keberadaanmu dan George, bersama yang lain sudah cukup….”
“Tapi kamu adalah pemimpin di sana Aaron.”
“Angelina, aku tidak meninggalkan kalian begitu saja. Ada waktunya aku akan pergi ke sana. Aku juga memiliki bisnis yang harus aku urus disana.”
“Aaron! Kamu benar-benar mau mengesampingkan banyak orang hanya demi Chiara?” Akhirnya Angelina tidak tahan juga untuk tidak menyebutkan nama Chiara, sebagai penyebab utama perginya Aaron dari Amerika.
“Angelina! Jangan lupa nama yang baru saja kamu sebutkan adalah istriku! Dan sebagai teman yang cukup dekat denganku, harusnya kamu tahu seberapa besar cintaku pada Chiara. Bisa-bisanya kamu mengatakan hanya demi Chiara, seolah dia bukan siapa-siapa bagiku? Apapun yang aku lakukan, itu semuanya demi Chiara! Apapun akan kulakukan asal aku bisa selalu bersamanya!” Angelina sedikit tersentak kaget mendengar Aaron yang tiba-tiba saja berkata dengan nada cukup tinggi.
“Aku ingin bertemu denganmu secara khusus hari ini untuk memperjelas keputusanku tinggal di sini, dan keputusanku tentang hubunganku dengan istriku. Aku harap kamu mengerti dengan itu….”
“Aaron….” Angelina langsung meraih lengan tangan Aaron begitu dilihatnya Aaron berniat pergi menjauh darinya, dan memegangnya dengan cukup erat.
“Apalagi yang kamu inginkan Angelina? Hari ini sepertinya aku dan kamu sama-sama butuh untuk menjernihkan pikiran kita.” Aaron berkata pelan sambil memandang lurus ke arah Angelina yang tampak menghela nafasnya.
“Kami membutuhkanmu Aaron. Tolong kembalilah ke Amerika, sampai Aldrich….”
“Klek!” Sebuah suara pintu yang dibuka membuat Angelina maupun Aaron langsung menoleh ke arah pintu.
“Om Aaron!” Suara Chiara langsung terndengar menyebutkan nama Aaron yang lengannya sedang dicekal oleh Angelina, dan mereka berdua sedang sama-sama menatap ka arah pintu.
“Chiara….” Aaron sendiri yang tampak kaget dengan penampilan Chiara, mendesis pelan dengan menyebutkan nama Chiara tanpa membuka bibirnya, dengan tatapan mata tidak berkedip melihat penampilan Chiara yang baginya sungguh mengagetkan.
Make up wajah yang membuat Chiara terlihat jauh lebih tua dari usianya, dan pakaian yang bagian lehernya sedikit rendah, sehingga membuat orang fokus pada bagian dada Chiara yang memang cukup berisi, membuat mata amber milik Aaron melotot kaget.
“Lepaskan tangan Om Aaronku!” Dengan langkah bergegas, begitu Chiara sampai di depan Aaron dan Angelina yang masih terpaku dan wajahnya terlihat kaget melihat penampilan Chiara, gadis cantik itu langsung memegang tangan Angelina, dan melepaskannya dari lengan Aaron.
“Om Aaron. Tolong jelaskan padaku. Sebenarnya apa hubungan om Aaron dengan Angelina? Apa Om Aaron dan Angelina adalah sepasang kekasih? Kalau begitu, kenapa Om Aaron menikah denganku? Apa benar 100 persen alasannya karena ingin menolongku? Hanya karena merasa kasihan padaku?” Chiara langsung memberondong Aaron dengan begitu banyak pertanyaan sambil menangis, karena merasa dirinya tidak berarti apapun bagi Aaron, tidak perduli lagi dengan keberadaan Angelina yang bahkan dibuat melongo oleh tindakan dan kata-kata Chiara.
“Apa Om Aaron sedikitpun tidak pernah menyukaiku? Tidak pernah menganggapku sebagai seorang perempuan? Apa Om Aaron memang benar-benar hanya melihatku sebagai seorang anak kecil yang mengganggu? Pernahkan sedikit saja Om Aaron….”
Akh….
Chiara berteriak dalam hati, dengan mata yang membulat sempurna, melotot kaget, dan dadanya berdegup dengan sedemikian kencang, dan suhu tubuhnya tiba-tiba terasa panas, karena dengan tiba-tiba, bibir Aaron membungkam bibir mungil Chiara yang baru saja tanpa hentinya seperti senjata laras panjang yang sedang meberondong musuh dengan puluhan peluru, membuat kata-kata Chiara terputus dengan seketika.
Jangankan untuk meneruskan kata-katanya, untuk menelan air ludahnya sendiri yang tersekat di tenggorokannya, Chiara tidak mampu melakukannya dengan baik.