
"Om Aaron!" Chiara yang baru saja terbangun dari tidurnya, langsung duduk di atas tempat tidur, sambil meneriakkan nama Aaron.
Wajah Chiara terlihat tegang, dengan nafasnya yang memburu seolah baru saja mengalami mimpi yang sangat buruk dan membuatnya ketakutan.
Dan dengan gerakan terburu-buru, Chiara segera menarik selimutnya, menjauhkannya dari tubuhnya, melemparkannya dengan semabrangan ke arah samping, lalu bangun dari tempat {. Ini sering digunakan oleh pelari yang serius sebagai sarana pemulihan aktif selama latihan interval. Misalnya, seorang pelari yang menyelesaikan pengulangan 400 meter yang cepat dengan kecepatan kurang dari 5 menit mil (3 menit km) dapat turun ke kecepatan lari laun 8 menit mil (5 menit km) untuk putaran pemulihan).
Aaron yang memang tidak sedang bersikap waspada terhadap sekelilingnya, sehingga tidak menyadari bahwa Chiara tiba-tiba berlari masuk ke kamarnya pagi ini, tampak kaget melihat kehadiran Chiara yang tiba-tiba muncul di kamarnya dengan wajah panik, namun sedetik kemudian berubah menjadi wajah canggung dan malu, dengan pipinya yang terlihat begitu emrah seperti kepiting rebus.
“Om Aaron….” Chiara langsung memalingkan wajahnya yang langsung memerah setelah melihat sosok Aaron yang keluar dari kamar mandi hanya dengan selembar handuk yang melilit di pinggangnya, membuat bentuk tubuh atletis dari Aaron yang sempurna terlihat jelas, termasuk bentuk perut sixpacknya yang membuatnya tampil semakin sempurna sebagai sosok pria yang pastinya akan menjadi impian banyak orang.
Waduh… benar-benar memalukan, berani-beraninya aku menerobos masuk ke kamar om Aaron tanpa mengetuknya. Dan lagi… aku melihat pemandangan seperti itu. Waaaa…. Benar-benar membuatku maluuuuu….
Chiara mengomeli dirinya sendiri dalam hati, meskipun di sisi lain, melihat Aaron dalam kondisi seperti itu membuat Chiara menelan ludahnya sendiri dan dadanya berdetak tidak karuan.
Chiara harus mengakui kalau bentuk tubuh Aaron benar-benar membuatnya terkagum-kagum.
“Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba mencariku? Apa ada masalah Chiara? Kamu baik-baik saja?” Aaron langsung bertanya dengan nada jelas-jelas terdengar khawatir.
Tapi apa mau dikata, Chiara yang tiba-tba menerobos masuk kamarnya terlanjur melihat kondisinya sekarang.
Pertanyaan Aaron mau tidak mau membuat Chiara menoleh lembali ke arah Aaron meskipun matanya sengaja dia arahkan ke tempat lain, agar tidak fokus menatap ke arah tubuh Aaron, dan menunjukkan kalau dia benar-benar dibuat terkagum-kagum oleh Aaron saat ini.
“Mmm… maaf Om Aaron, aku tiba-tiba masuk ke kamar Om Aaron tanpa mengetuk pintu…. Tidak apa-apa Om Aaron, aku baik-baik saja. Kalau begitu… aku keluar dulu ya Om. Silahkan… Om berganti pakaian dulu….” Chiara berkata sambil tangannya memegang tengkuknya dengan sikap gugup.
Apa yang sedang dipikirkan oleh Chiara? Sampai-sampai dia tiba-tiba datang ke kamarku dengan wajah panik seperti tadi. Dan sekarang… sikapnya sungguh terlihat… menggemaskan. Kalau aku harus terus menerus menghadapi Chiara yang seperti itu, sepertinya aku harus segera kembali ke Amerika jika tidak ingin aku lupa diri.
Aaron berkata dalam hati sambil mengamati Chiara dengan sikap canggung dan wajahnya yang terlihat masih memerah karena malu.
Aaron yang melihat dari penampilannya Chiara dengan rambut yang masih terlihat acak-acakan, dan juga masih mengenakan gaunnya yang terlihat sedikit kusut, hanya bisa tersenyum melihat bagaimana salah tingkahnya Chiara saat ini.
“Kalau begitu kamu mandi dulu. Kita bertemu di meja makan. Hari ini biar aku yang mengantarmu sekolah.” Perkataan Aaron dengan nada datarnya membuat mata Chiara terbeliak kaget, tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
“Apa itu benar Om Aaron? Om Aaron akan mengantarku ke sekolah hari ini?” Chiara berkata sambil melangkah maju, berniat mendekat ke arah Aaron yang tanpa sadar langsung mundur selangkah, membuat Chiara langsung tersadar kembali dengan kondisi Aaron yang masih belum berpakaian lengkap, hanya selembar handuk yang menutup bagian bawah tubuhnya.