
"Ti... tidak... tentu saja om Aaronku tidak akan pernah berbuat sesuatu yang kasar atau jahat padaku. Aku percaya sepenuhnya pada om Aaron. Tapi aku tidak tahu, rasanya saat ini aku begitu nervous. Jantungku rasanya mau berhenti berdetak. Aku takut nanti aku melakukan kesalahan sepanjang acara. Aku khawatir aku dianggap pengantin yang tidak pantas untuk om Aaron.... Aku takut aku benar-benar tidak bisa mendapatkan hati om Aaron di masa depan. Aku takut...." Chiara berkata dengan mata yang berubah memerah dan berkabut, membuat Grace jadi kelabakan.
"Hust... hentikan kata-katamu Chiara. Kamu terlalu berpikir yang aneh-aneh. Jangan menangis, nanti orang jadi berpikir kalau kamu dipaksa menikah dengan om Aaron." Grace berkata sambil menggenggam Chiara dengan begitu erat, seolah mencoba memberikan kekuatan bagi Chiara yang hari ini dilihatnya cukup tertekan.
"Kamu akan baik-baik saja Chiara. Jika saatnya tiba nanti kamu dan om Aaron pasti bisa hidup bahagia. Kamu akan menjadi wanita hebat yang pantas bersanding dengan om Aaron." Grace berkata dengan nada optimis.
"Benarkah Grace?" Dengan ragu Chiara menanggapi perkataan dari Grace, sambil menarik nafas panjang untuk mencegah turunnya airmatanya.
"Tentu saja. Semua pengantin perempuan, saat menikah, seringkali tidak bisa menahan tangisnya karena merasa begitu bahagia. Saat ini kamu pasti juga merasakan hal yang biasa dirasakan oleh pengantin wanita pada umumnya." Grace berkata sambil memasang senyum lebar, membuat mau tidak mau Chiara jadi ikut tersenyum.
"Benarkah?"
"Tentu saja benar." Grace langsung menjawab pertanyaan Chiara dengan cepat.
"Aku tidak percaya apa yang kamu katakan Grace. Karena kamu belum pernah menikah, bagaimana bisa menasehatiku seperti itu?" Chiara berkata sambil mencoba untuk kembali tersenyum.
"Haist! Sempat-sempatnya kamu berpikir begitu saat temanmu ingin menghiburmu. Tentu saja aku bisa mengatakan itu karena aku membacanya dari novel." Kali ini perkataan Grace sukses membuat Chiara tertawa kecil.
Bagaimana bisa Grace mengatakan hal menenangkan itu karena seringnya dia membaca novel-novel bergenre romantis, membuat Chiara akhirnya merasa sedikit terhibur.
"Hallo...." Seseorang yang tiba-tiba saja membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan itu membuat Chiara dan Grace langsung menghentikan obrolannya, dan memandang sosok cantik seorang gadis berwajah bule, yang mengenakan pakaian sama persis dengan yang dikenakan oleh Grace, dengan bentuk sanggulan rambut yang juga mirip, hanya saja rambut gadis itu terlihat berbeda dari Grace yang rambutnya hitam legam, sedang rambut gadis itu berwarna pirang.
Gadis cantik itu terlihat tersenyum ramah pada Chiara meskipun belum pernah bertemu dengan Chiara, karena dari gaun pengantin yang dikenakan oleh Chiara, gadis itu tahu kalau Chiara adalah calon pengantin wanita yang akan menikah dengan Aaron.
"Eh, masuklah Brenda." Grace yang sudah lebih dahulu berkenalan dengan Brenda ketika mereka tadi sama-sama dirias sebagai bridesmaid tadi.
"Ini pasti Chiara ya? Salam kenal, Brenda Malverich, adik Grayson." Brenda berkata sambil mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Chiara dengan ramah.
"Ternyata Aaron pintar sekali memilih calon istri. Sangat cantik dan mempesona." Brenda berkata sambil tertawa senang, membuat Chiara hanya bisa tersenyum dengan wajah malu-malu mendengar pujian dari Brenda.
"Aku beruntung sekali bisa menjadi pengiring pengantin bagi Aaron." Brenda berkata dengan matanya masih menatap kagum melihat bagaimana cantiknya calon istri Aaron itu, yang membuatnya menatap Chiara tanpa berkedip.
Bagi Brenda, begitu mendengar rencana pernikahan Aaron, dia bukan merupakan satu-satunya orang yang terkejut dengan berita itu.
Aaron yang dikenal tidak pernah tertarik dengan seorang gadis, apalagi membicarakan tentang sebuah pernikahan, dengan wajah dingin dan ekspresi datarnya yang selalu membuat keluarga tidak ada satupun berani bicara sembarang pada Aaron, tiba-tiba mengumumkan pernikahannya.
Hal itu tentu saja langsung menimbulkan kehebohan di dalam keluarga besar Malverich yang memang memiliki anggota keluarga cukup banyak.
Berita itu membuat Brenda begitu penasaran dengan sosok gadis yang sudah berhasil membuat Aaron mau melepaskan masa lajangnya dengan begitu tiba-tiba, tanpa ada tanda-tanda dia pernah menjalin hubungan dengan seorang gadis manapun.
Apalagi dari info yang diketahui oleh Brenda, calon istri Aaron adalah gaid yang masih berusia 16 tahun, gadis yang boleh dibilang masih terlalu muda untuk menikah, masih remaja dan harusnya masih sibuk dengan kehidupan remajanya bersama teman-temannya yang lain.
Dan sekarang, begitu melihat sosok Chiara yang memang dia tahu masih begitu muda dan terpaut 12 tahun dengan usia Aaron, Brenda sedikit banyak bisa mengerti kenapa Aaron memilih gadis cantik itu sebagai istrinya.
Bagi Brenda, sepertinya memang sulit bagi seorang pria normal untuk tidak terpesona pada kecantikan alami gadis di depannya itu, termasuk Grayson yang beberapa kali didengarnya selalu memuji-muji betapa cantik dan mempesonanya calon istri Aaron itu d depannya, sampai telinganya panas.
"Ah ya... Aku sampai melupakan tugasku datang ke tempat ini. Mereka sudah menunggumu diluar Chiara. Sebentar lagi acara akan dimulai. Ayo kita bersiap di tempat yang sudah disiapkan." Brenda berkata sambil mendekat ke arah Chiara, berdiri di sisi kanan Chiara, berseberangan dengan sisi dimana Grace berdiri di samping Chiara sambil memegang tangan Chiara yang masih terasa dingin.
"Apa kalian sudah siap Nona-nona?" Suara EO yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu langsung membuat ketiga gadis yang ada di ruangan itu menoleh ke arah pintu ruangan yang sudah terbuka lebar.