
George yang masih duduk berselonjor di atas tempat tidur, sedang bersantai di kamar hotelnya, langsung membaca pesan masuk dari Mark.
Dua hari ini, aku sulit sekali menghubungi Angelina, apa kamu tahu dia ada dimana sekarang?
George langsung menarik nafas panjang membaca pesan dari Mark.
Sepertinya, Angelina kali ini benar-benar kecewa dan patah hati. Aist, gadis itu! Kenapa keras kepala sekali? Sudah kubilang Aaron tidak akan pernah bisa berpaling dari Chiara, kenapa dia justru terus berusaha untuk merebut Aaron dari gadis kecil itu. Lagipula, bukan salah Chiara kalau dia memiliki sesuatu dalam tubuhnya yang membuat kekuatan Aaron melemah dan sulit untuk dikendalikan.
George berkata dalam hati sambil menggaruk-garuk kepalanya, mencoba mencari ide untuk membuat Angelina tidak lagi marah.
Ketika bertemu Aaron dan Chiara kemarin, ketika Chiara berpamitan ke kamar mandi, Aaron menceritakan tentang kemarahan Angelina atas keputusannya untuk menetap di Indonesia kembali.
Aaron juga menceritakan tentang bagaimana dia yang akan membiarkan Angelina untuk menenangkan diri sementara waktu, dan tidak terlibat dalam urusan bisnis keluarga Malverich maupun para mutan untuk beberapa waktu ke depan, dan mengaturkan tiket pesawat untuk kembali ke Amerika.
Karena bagaimanapun, menurut Aaron lebih baik Angelina kembali ke Amerika karena paling tidak, di sana dia masih memiliki seorang adik, ibu, dan saudara-saudara yang lain, yang mungkin bisa mengalihkan pikirannya dan menghiburnya.
Namun tanpa sepengetahuan Aaron, George sudah menyelidiki dan menemukan fakta bahwa tidak ada penerbangan yang di dalamnya ada penumpang dengan nama Angelina sampai dengan tadi pagi.
Angelina, apa yang sedang kamu lakukan sekarang? Aku harap kamu tidak melakukan hal bodoh karena patah hati dan kecewa terhadap Aaron. Kalau benar kamu masih di Indonesia, aku harap itu karena kamu memang ingin menenangkan diri di sini, bukan karena merencanakan sesuatu yang buruk.
George kembali berkata dalam hati dengan sikap was-was, takut kalau-kalau Angelina berbuat sesuatu yang nekat, yang mungkin justru melawan Aaron.
Sebaiknya kamu dan Steve segera menyusulku ke Indonesia. Supaya kita bisa bersama-sama mencari keberadaan Angelina di sini.
George membalas pesan dari Mark, lalu memutar-mutar handphone di tangannya, seperti dia yang sekarang sedang memutar otaknya untuk bisa segera menemukan Angelina, sebelum gadis itu benar-benar melakukan sesuatu hal yang nekat dan tidak masuk akal karena patah hati.
Baik kalau begitu, aku akan segera mengaturnya dengan Steve. Semoga Angelina baik-baik saja. Apa ada masalah serius yang sudah terjadi di sana? Kenapa tiba-tiba Angelina menghilang tanpa pesan seperti ditelan bumi? Bahkan aku berusaha menghubungi adiknya, tapi dia mengatakan Angelina juga belum menghubunginya selama beberapa hari ini. Dia hanya tahu tiba-tiba saja Angelina berpamitan dia dan ibunya, akan pergi ke Indonesia menyusul Aaron, karena ada hal penting yang harus dibicarakan dengan Aaron.
Kita akan bicarakan masalah itu setelah kalian berdua datang ke Indonesia. Untuk sementara ini, tolong jangan sampai yang lain tahu kalau Angelina menghilang dengan tiba-tiba. Sebenarnya dia bukan menghilang, tapi sedang menghindari dari semua orang. Dia pasti dalam kondisi baik-baik saja, bukan sedang dalam bahaya. Kamu tidak perlu khawatir.
George membalas pesan Mark, berusaha menenangkan salah satu manusia super yang merupakan pengagum rahasia Angelina.
Begitu menyukai Angelina tanpa berani mengungkapkan tentang perasaannya karena hampir semua orang yang mengenal Angelina tahu, bahwa Angelina begitu menyukai Aaron.
Dan sosok Aaron yang begitu sempurna bagi manusia super yang lain, bagi mereka, bukanlah orang yang bisa diajak bertanding dalam urusan percintaan, sehingga membuat mereka yang menyukai Angelina, memilih untuk memendam rasa mereka di dalam hati, daripada kalah sebelum berperang jika harus dibandingkan dengan Aaron.
# # # # # # #
Semua mata orang yang sedang menatap Johnson menanti dengan rasa penasarannya, sehingga membuat Johnson akhirnya membuka pembicaraan.
“Ada hal penting yang mau disampaikan oleh mama kalian. Dengarkan baik-baik! Dan jangan ada satupun yang berani untuk membantahnya!” Perkataan pembuka dari Johnson, membuat Chiara mengernyitkan dahinya, sedangkan Aaron seperti biasanya, tetap terliaht tenang, tanpa terlihat ekspresi apapun di wajahnya.
“Kamu katakan saja semuanya di depan semua, kita adalah kelaurga, tidak ada yang perlu disembunyikan.” Johnson berkata kepada Sarah yang tetap terdiam untuk beberapa saat, seolah-oleh apa yang mau dikatakannya bukanlah hal yang mudah.
“Hah….” Sarah menghela nafasnya cukup panjang, sebelum memulai perkataannya.
“Aaron dan Chiara… sudah berapa lama kalian tidur terpisah? Apa sejak menikah kalian memang sudah tidur terpisah?” Sarah berkata dengan wajah kecewa dan suara yang sedikit bergetar, terlihat jelas kalau dia sedang menahan diri dengan begitu keras, untuk tidak berteriak untuk meluapkan emosinya di depan Aaron dan Chiara.
“Eh?” Baik Diego dan Grayson langsung terlihat kaget begitu mendengar kata-kata Sarah.
Apa benar apa yang dikatakan oleh mama barusan? Berarti… Aaron dan Chiara… tidak benar-benar serius dalam menjalani pernikahan mereka?
Grayson berkata dalam hati, berusaha menahan bibirnya agar tidak mengulumkan sebuah senyum karena merasa ada rasa bahagia menyembul dalam hatinya mengetahui kenyataan mengagetkan tentang Aaron dan Chiara, yang cukup membuatnya merasa tidak percaya, tapi di sisi lain juga membuatnya merasa senang mendengar tentang hal itu.