Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
BALADA GARPU



Sebuah pertanyaan sederhana yang sebenarnya bisa dia jawab seenaknya oleh Aaron.


Akan tapi kenyataan bahwa seringnya Aaron melakukan teleportasi sehingga menguras tenaganya adalah alasan terbesar di balik berat tubuhnya yang menurun cukup drastis, meskipun bagi laki-laki lain, bentuk tubuh Aaron saat ini merupakan bentuk tubuh yang membuat orang iri, membuat Aaron tentu saja kaget dengan pertanyaan tidak terduga dari Chiara barusan.


"Eh itu...." Aaron berkata pelan dengan sikap gugup, sambil matanya menatap ke arah makanan yang ada di depannya, yang tadinya sudah tidak ingin disentuhnya lagi, tapi pertanyaan Chiara membuatnya mencoba dengan cepat mengalihkan perhatian Chiara agar tidak curiga bahwa yang terjadi padanya tentu saja berkaitan erat dengan keberadaan gadis yang dicintainya itu.


"Mungkin benar seperti katamu, karena kurang tidur dan kurang makan karena terlalu sibuk." Aaron berkata sambil dengan gerakan sedikit cepat meraih garpu dan menusuk salah satu potongan daging lada hitam di depannya dan langsung melahapnya dengan sikap kikuk.


(Hidangan olahan daging sapi yang satu ini begitu banyak digandrungi. Citarasanya yang lezat dengan aromanya begitu menggoda membuat siapapun tak kuasa menahannya.


Tak hanya lezat, daging sapi lada hitam ternyata memiliki banyak kandungan nutrisinya, di dalamnya terdapat protein, lemak, dan karbohidrat. Semuanya baik dikonsumsi tubuh asalkan tidak berlebihan.


Keberadaan sapi lada hitam di Indonesia sudah ada sejak lama. Hidangan ini berasal dari Cina dan di Indonesia sendiri tergolong sebagai hidangan peranakan. Bangsa Cina yang dari dulu sudah suka merantau dan berpetualang membawa resep masakan ini ke berbagai tempat tujuan mereka. Di sana, mereka membuat dan mengolah kembali hidangan ini sembari menyesuaikan dengan kearifan lokal setempat. Tak heran bila hidangan ini mudah dijumpai di banyak tempat di dunia, termasuk Indonesia.


Dari bahan-bahan yang digunakan seperti paprika, daging sapi yang juicy, saus, dan kecap, serta tentu saja lada hitam itu sendiri. Di situ tercermin perpaduan budaya yang kompleks dan membuat hidangan ini terasa luar biasa.


Daging sapi lada hitam menggunakan daging sapi has dalam, salah satu bumbunya saus tiram. Daging Sapi Lada hitam menawarkan perpaduan cita rasa yang pedas gurih yang nikmat untuk disantap).


"Eh...." Chiara sedikit bergumam melihat bagaimana Aaron yang tadinya sudah mengatakan kalau sudah kenyang tiba-tiba mengambil potongan daging lada hitam sambil mengalihkan wajahnya ke samping.


Melihat itu Chiara hanya bisa melongo, karena tanpa sadar, akibat terlalu salah tingkah, dengan gerakan reflek, Aaron mengambil garpu yang ada di tangan Chiara, menggunakannya untuk mengambil potongan daging yang baru saja dia masukkan ke dalam mulutnya.


Ah... bagaimana ini? Om Aaron menggunakan garpu bekasku.... Apa om Aaron tidak sadar, bukannya itu artinya kami sudah berciuman bibir secara tidak langsung? Akh... itu benar-benar membuatku malu....


Chiara berkata dalam hati dengan dada bergetar, dan pipinya mulai merasakan rasa panas yang akhirnya membuat wajahnya memerah dengan sukses.,


“Ayo lanjutkan makanmu Chiara, setelah itu kita pulang… tadi Zachary sudah memberitahukan kalau semua sudah beres.” Aaron berkata sambil kembali menusuk potongan daging dengan garpu di tangannya.


“Wow… serius Om? Cepat sekali… serius sudah selesai?” Chiara berkata dengan tatapan mata takjub, karena ketika tadi Zachary mengirimkan 3 macam ide renovasi interior kamarnya, Chiara bisa melihat kalau itu tidak akan bisa dengan mudah dan cepat dilakukan, karena detailnya cukup rumit.


Jika orang lain butuh beberapa hari untuk mendekor ulang kamarnya, tapi jika itu Aaron, bahkan hanya butuh beberapa jam untuk menyelesaikannya karena banyaknya orang yang mengerjakan, dan juga canggihnya peralatan yang mereka gunakan.


Dan itu disempurnakan dengan kehadiran Zachary sebagai pengawas mereka, sehingga mereka tidak berani main-main dengan apa yang mereka kerjakan.


“Betul, Zachary tidak mungkin berbohong kan?” Aaron menjawab pertanyaan Chiara dengan pertanyaan yang Chiara tahu pasti apa jawabannya.


“Iya Om, untuk masalah pekerjaan dan tugas, pak Zac selalu serius .” Chiara berakta sambil melirik ke arah tangan Aaron yang masih memegang garpunya, meskipun tidak lagi menggunakannya.


“Kalau begitu, habiskan makanan itu, lalu kita pergi.” Aaron kembali meminta Chiara untuk memakan sajian makanan yang tinggal tersisa sedikit di hadapan mereka.


Perkataan Chiara cukup membuat Aaron tersentak dan langsung menatap ke arah garpu yang sedang dipegangnya sekarang.


“Ah… maaf… aku tidak sadar tadi… sebentar… aku mintakan kepada pelayan, garpu yang baru untukmu.” Aaron berkata dengan kikuk karena baru menyadari apa yang abru saja dilakukannya.


“Aduh Om, tidak perlu sebegitunya….” Chiara berkata sambil menyondongkan tubuhnya ke depan, lalu menggerakkan tangannya ke arah Aaron.


“Aku akan menggunakan garpu ini saja.” Dengan cepat, Chiara meraih garpunya kembali dari tangan Aaron, dan menggunakannya untuk mengambil makanan.


Kalau om Aaron tidak merasa canggung menggunakan garpu bekasku? Kenapa aku harus canggung dengan garpu bekas om Aaron. Sekarang kita impas om, satu sama.


Chiara berkata sambil tertawa dalam hati, merasa puas bisa membuat wajah Aaron sedikit bingung, sama seperti yang sebelumnya dia alami tadi.


# # # # # # #


Aaron memandang dengan wajah puas melihat tampilan kamarnya yang baru, yang tampak lebih fresh dan ceria dibandingkan dengan sebelumnya.


“Kerja bagus Zachary.” Zachary yang mendapatkan pujian dari bosnya langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Kamar Aaron yang sudah direnovasi, membuat Chiara menatapnya dengan tatapan kagum. Suasana kamar ini terlihat menjadi jauh lebih hangat, tidak dingin dan terkesan terlalu maskulin.


Chiara berkata dalam hati sambil matanya berkeliling memandangi dekorasi kamar Aaron yang terlihat berubah.


Perubahan yang dilakukan pada kamar itu tidak banyak, tapi tetap saja rumit dan membutuhkan tenaga ekstra untuk menyelesaikannya dalam hitungan jam.


“Kalau begitu, saya permiksi dulu Pak Aaron, karena setelah ini saya harus kembali ke kantor dan menyelesaika tugas selanjutnya dari Pak Aaron.” Zachary berkata sambil mengantongi kembali handphone miliknya yang tadinya baru saja dia gunakan untuk melakukan koordinasi dengan beberapa orang yang ada di kantor.


‘Oke Zachary, setelah ini kamu juga harus….”


“Aaron, kenapa pulang ke Indonesia tanpa memberi kabar?” Suara seorang wanita paruh baya, membuat Aaron mengehentikan bicaranya, dan langsung menoleh ke arah pintu kamarnya.


Chiara dan Zachary sendiri juga ikut merasa kaget mendengar kata-kata berisi protes itu, dan ikut menoleh ke arah pintu kamar Aaron.


Di dekat pintu kamar Aaron, tampak Sarah yang tadi menegur Aaron berjalan mendekat ke arah Aaron yang sedang berdiri di dekat sofa yang ada di kamar Aaron.


“Eh… Mama Sarah….” Chiara bergumam pelan melihat kehadiran Sarah yang tidak disangka-sangka.


NOTE: Mohon maaf untuk para pembaca setia, up hari ini cuma 1 episode saja, karena author sedang banyak tugas di dunia nyata. Selamat membaca, semoga menikmati. Terimakasih.