Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MELEPAS CHIARA PERGI



Tapi membayangkan kalau dia harus menikah dengan Romi jika dia tidak menikah dengan Aaron, tentu saja Chiara meyakinkan dirinya sendiri bahwa menikah dengan Aaron adalah satu-satunya cara agar dia bisa menata masa depannya dengan baik, dan terlepas dari segala akal licik tantenya yang ingin merebut harta kekayaan peninggalan orangtuanya.


Dan tentu saja Chiara tidak rela jika harus menjalani kehidupan seperti yang diinginkan oleh Mona untuknya.


Bagi Chiara saat ini, menikah dengan Aaron bukan hanya sekedar satu-satunya cara untuk menghindari rencana jahat Romi dan Mona, tapi menikah dengan Aaron, baginya adalah cara yang terbaik.


Dia ingin sukses di masa depan, meneruskan usaha orangtuanya, membuatnya semakin besar, dan juga... menikah dengan laki-laki yang dicintainya, meskipun Chiara tahu untuk saat ini, mungkin Aaron hanya sekedar menganggapnya sebagai anak kecil, yang sedang butuh pertolongannya.


"Non Chiara...." Suara panggilan dari bi Umi membuat Chiara segera tersadar dari lamunannya.


"Eh, iya Bi Umi...." Chiara segera menoleh sambil memandang ke arah bi Umi yang mendekat ke arahnya.


"Pak Zachary sudah datang menjemput Non Chiara, siap untuk mengantar kepindahan Nona ke apartemen pak Aaron." Chiara yang memang sedang menunggu kedatangan Zachary untuk menjemputnya, setelah sebelumnya barang-barang miliknya diangkut oleh orang-orang suruhan Aaron tadi siang, segera berjalan ke arah bi Umi.


"Kalau begitu, aku akan segera menemui pak Zac...." Chiara berkata dengan wajah terlihat ceria, namun tiba-tiba dia menghentikan gerakannya untuk pergi keluar menemui Zachary.


"Eh, Bi Umi. Mulai malam ini aku akan tinggal di tempat lain. Semoga Bi Umi disini sehat-sehat selalu ya...." Chiara langsung membalikkan tubuhnya kembali, berjalan mendekat ke arah bi Umi, dan memeluk tubuh bi Umi begitu dia mengucapkan salam perpisahannya.


Bi Umi yang sudah bekerja di rumah itu sejak Chiara dilahirkan, langsung membalas pelukan hangat dari majikannya itu, majikan yang sebenarnya.


"Semoga Non Chiara juga sehat-sehat selalu ya. Semoga ke depannya, Non Chiara menjadi orang yang berhasil seperti kedua orangtua Nona. Dan yang paling penting, semoga Non Chiara bahagia selalu, apapun yang terjadi ke depannya. Bibi berharap pak Aaron benar-benar bisa menjaga Nona dengan baik." Bi Umi yang tahu bagaimana kehidupan Chiara yang dulunya berlimpah dengan kasih sayang dari kedua orangtuanya, hingga dia diperlalukan semena-mena oleh Mona setelah kedua orangtuanya meninggal, tampak menitikkan airmatanya begitu ingat bahwa gadis cantik yang sedang dipeluknya itu, serng mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan di usianya yang masih muda, yang harusnya masih dipenuhi dengan kegiatan-kegiatan menyenangkan bersama dengan teman-teman dan sahabat seusianya.


"Aku pasti bahagia Bi. Bi Umi tahu kan, minggu depan aku akan menikah dengan pria paling tampan, paling gagah, paling hebat, paling baik, pokoknya paling dalam hal apapun, paling dalam segalanya." Kata-kata pujian Chiara pada Aaron dengan nada cerianya, membuat bi Umi tersenyum mesti tangannya tampak berusaha menghapus airmatanya.


"Tenang saja Bi. Tuhan sudah mengrimkan seorang malaikat tampan dan sangat baik untukku. Aku pasti hidup dengan bahagia setelah menikah, meskipun om Aaron akan pergi ke Amerika setelah pernikahan kami. Aku akan menunggu om Aaron pulang dari Amerika, dan menyiapkan diri untuk bisa menjadi istri yang baik untuknya." Chiara berkata sengan senyum tersungging di wajahnya karena membayangkan sosok Aaron, sedang bi Umi hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Chiara.


"Ayo Bi, aku harus keluar sekarang menemui pak Zac. Kalau ada kesempatan, aku akan mengunjungi Bi Umi di rumah ini. Kalau aku sudah dewasa dan sukses, aku akan membawa Bi Umi keluar dari rumah ini juga. Aku harap Bi Umi sabar menungguku ya." Dengan gerakan lincah dan wajah terlihat girang, Chiara melepas pelukannya pada bi Umi yang hanya bisa tersenyum mendengar janji dari Chiara, yang sebenarnya tidak begitu diharapkannya, karena usianya yang sudah cukup tua, sehingga takut jika dia ikut dengan Chiara di masa depan, justru akan merepotkan dan menjadi beban bagi Chiara, yang jalan hiduonya masih begitu panjang.


"Selamat sore Pak Zac." Zachary yang sedang berbincang dengan Raksa di teras depan, langsung menoleh ke arah Chiara dan tersenyum begitu mendengar sapaan dari Chiara yang terlihat segar hari ini.


Dengan celana jeans warna biru muda, dan juga t shirt berwarna kuning yang dimasukkan ke dalam celana, membuat penampilan Chiara tampak santai sekaligus terlihat cantik.


Sekilas mata Chiara bergerak kesana kemari, mencari sosok seseorang yang sebenarnya begitu dia nantikan akan datang dan muncul bersama Zachary.


"Om Aaron Nona sudah lebih dahulu berada di apartemen bersama dengan kedua orangtuanya. Beliau sedang menunggu kedatangan Nona di sana." Seolah bisa membaca pikiran Chiara, Zachary langsung menjelaskan dimana Aaron sedang berada, dan kenapa Aaron tidak ikut bersamanya menjemput Chiara.


"Oooo, ya Pak Zac, Chiara langsung tersenyum dengan wajah memerah karena sedikit malu, ternyata Zachary bisa tahu kalau dia sedang menantikan dan mencari sosok om Aaronnya.


"Aaron sudah menunggumu di sana bersama dengan kedua orangtuanya, sebaiknya kamu segera pergi menemuinya." Raksa yang sore ini sengaja mengaturkan waktunya untuk berada di rumah, agar bisa melepas kepergian Chiara, langsung berkata sambil memeluk bahu Chiara dari samping, dan tangannya mengelus-elus bahu Chiara.


Chiara yang mendapatkan pelukan hangat dari pamannya, yang pastinya hanya mungkin dan berani dilakukan oleh Raksa saat tidak adanya Mona dan Revina di dekatnya dan mengawasinya, langsung menoleh dan menyungingkan senyumnya ke arah Raksa.


Ah, keponakanku yang malang. Bagaimana bisa di usianya yang semuda ini, aku harus melepasnya, dan membiarkan dia menikah dengan laki-laki yang tidak aku kenal dengan baik. Maafkan aku kak Cakra, sepertinya aku tidak bisa menjaga Chiara dengan baik. Aku pasti sudah membuatmu kecewa.


Raksa berkata dalam hati sambil menahan nafasnya. Ada sedikit rasa bersalah melihat bagaimana selama ini dia tidak bisa sedikitpun membela Chiara di depan Mona, karena sifat tidak tegasnya terhadap Mona dan juga Revina.


Mona dan Revina sendiri, bukannya tidak tahu kalau hari ini Chiara akan pindah ke apartemen Aaron, tapi mereka justru sengaja menghindar.


Akan tetapi mereka memilih untuk pergi keluar rumah, daripada harus ikut melepaskan Chiara pergi, karena dalam hati dan pikiran mereka, merasa tidak rela, karena Chiara pindah ke apartemen milik Aaron, yang merupakan apartemen yang dikenal paling mewah di kota itu.


Segala hal yang baik, yang dialami Chiara, selalu saja membuat mereka menjadi kesal tanpa alasan yang jelas, meski Chiara sebenarnya masih merupakan kerabat dekat mereka, dan karena keberadaannya sudah membuat kehidupannya tetap berjalan normal meski usaha mall mereka mengalami pasang surut.