Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
HARI PERNIKAHAN (2)



"Wah.... Chiara... kamu cantik sekali.... betul-betul sangat… cantik...." Grace yang baru saja selesai dirias, dan sedang melongokkan kepalanya di pintu ruangan tempat Chaira berada, langsung terpekik pelan dengan matanya menatap ke arah Chiara dengan wajah tidak percaya, begitu melihat sosok Chiara dalam balutan gaun pengantinnya yang terlihat sangat cantik hari ini.


Chiara tampak sudah selesai dirias juga, dan sedang berdiri tegak di depan sebuah kaca berukuran setinggi 2,5 meter di depannya dengan wajah gugup dan tidak percaya diri.


Tapi sikap Chiara itu, tapi  tetap tidak bisa menyembunyikan kecantikannya, yang terlihat semakin sempurna dengan balutan gaun pengantin berwarna putihnya, yang tampak indah dan juga mewah.


Siapapun pasti akan terpesona melihat penampilan anggun dan cantik, tapi juga menunjukkan sisi imutnya dari calon pengantin wanita yang sikapnya tampak salah tingkah itu.


“Semua sudah selesai, Nona Chiara tinggal menunggu pihak EO memberikan tanda kepada Nona untuk keluar dari ruangan ini. Kalau begitu, kami akan standby dan menunggu di luar. Kalau Nona Chiara membutuhkan sesuatu, panggil saja kami.” Salah seorang dari tim MUA berkata kepada Chiara sambil meraih sebuah tas berisi peralatan make up yang mungkin akan diperlukan nantinya untuk memperbaiki riasan Chiara sepanjang acara berlangsung, dan bersiap untuk meninggalkan ruangan itu.


“Silahkan masuk Nona….” Sebelum keluar, salah satu dari tim MUA itu mempersilahkan Grace yang masih berada di ambang pintu untuk masuk ke dalam ruangan tempat Chiara selesai dirias.


Grace baru saja berniat menggoda Chiara, tapi kaca besar di depan Chiara yang memantulkan gambarnya secara utuh, mulai dari ujung kepala sampai ke ujung kaki, membuatnya berhenti, dan berdiri di depan kaca besar itu, sambil menggerak-gerakkan tubuhnya di depan kaca itu, melakukan pengecekan terhadap penampilannya yang juga terlihat cantik hari ini.


Eh, ternyata, gaun bridesmaid ini terlihat begitu indah dan cantik. Semua yang disiapkan oleh om Aaron untuk pernikahannya dengan Chiara ini benar-benar yang terbaik. Aku jadi seperti seorang putri dari negeri dongeng dengan gaun berwarna pink ini.. Siapa yang mirip denganku ya? Putri Salju? Cinderella? Aurora? Atau Belle? He he he he.


Grace berkata dalam hati sambil tertawa-tawa senang dalam hati, ikut mengagumi dirinya sendiri di depan kaca.


"Grace...." Dengan suara terdengar manja dan tidak tenang, Chiara memanggil nama Grace yang sedang berdiri di sampingnya, dengan gaun cantik berwarna merah muda sebagai bridesmaid (pengiring pengantin wanita) hari ini.


Grace menjadi seorang bridesmaid bersama salah seorang sepupu Aaron yang lain yang datang dari Amerika.


Sedang sebagai groomsmen (pengiring pengantian pria) adalah Jaka dan Diego yang sedari tadi sudah siap dan sedang berada di ruangan lain bersama Aaron yang juga sudah mengenakan setelan jas pengantin berwarna putih, yang membuatnya tampak begitu tampan dan terlihat elegan.


"Kenapa Chiara?" Grace yang masih terlihat menggerak-gerakkan tubuhnya di depan kaca besar di depannya, terdengar menjawab panggilan dari Chiara tanpa menoleh sedikitpun, masih asyik mengagumi keindahan gaun yang sedang dikenakannya, dipadukan dengan hasil riasan yang membuat wajahnya terlhat begitu cantik.


"Grace...." Panggilan kedua dari Chaira akhirnya membuat Grace menghentikan kesibukannya, dan menoleh ke arah Chiara.


“Eh, kenapa tanganmu dingin sekali? Apa kamu sakit?” Grace berkata sambil punggung telapak tangannya dia tempelkan ke kening Chiara.


"Normal." Grace berkata sambil menghela nafas lega begitu mengetahui suhu tubuh Chiara normal-normal saja.


"Lalu kenapa tanganmu terasa begitu dingin Chiara? Apa kamu gugup karena pernikahanmu?" Chiara langsung mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat begitu mendengar perkataan Grace yang tlangsung tersenyum geli.


"Ayolah, kemana perginya Chiara yang biasanya selalu ceria?" Grace menepuk-nepuk pelan pipi Chiara.


"Upstt.... Aduh, maaf aku lupa kalau kamu sudah berdandan. Tapi riasanmu masih utuh kok." Grtace yang baru sadar bahwa dia baru saja menepuk pipi Chiara yang sudah dirias langsung meminta maaf, dan merasa lega karena riasan Chiara masih sama seperti sebelumnya.


"Grace... aku serius, kenapa kamu malah membicarakan tentang riasan?" Chiara berkata sambil memberengut.


"Eh, jangan begitu dong. Kalau karena aku riasanmu rusak, bagaimana aku menjelaskannya? Terutama pada om Aaron yang pasti akan memarahiku karena sudah merusak riasan calon pengantinnya yang hari ini terlihat begitu cantik. Aku jamin om Aaron pasti akan langsung jatuh cinta padamu." Grace berkata sambil tesenyum geli, karena melihat Chiara yang biasanya ceria jadi begitu pendiam hari ini, sehingga Grace mencoba untuk menghiburnya dengan cara menggodanya.


Tapi melihat bagaimana Chiara yang tidak tersenyum sama sekali, apalagi saat dia menyebutkan nama Aaron, membuat Grace menghentikan senyum gelinya dengan cepat.


"Apa kamu gugup Chiara?"


"Bukan hanya gugup Grace. Aku takut...."


"Eh, kenapa kamu takut? Bukannya om Aaron orang yang baik? Apa kamu takut dia akan berbuat jahat atau kasar padamu? Lagipula, untuk sekarang kan pernikahanmu hanya akan terjadi di atas kertas? Om Aaron pasti tidak akan berani melakukan apa-apa padamu." Grace bertanya dengan wajah setenang mungkin, agar tidak membuat Chiara bertambah khawatir.


Karena bagaimanapun, dalam hati, sebenarnya Grace tidak percaya kalau Aaron hanya menganggap pernikahan ini hanya sekedar sandiwara belaka dan hanya terjadi di atas kertas, melihat bagaimana Aaron menyiapkan segala sesuatunya dengan begitu baik untuk acara hari ini, seperti sebuah acara pernikahan antara dua orang yang memang saling mencintai.