
Untuk beberapa saat Chiara terdiam, tidak menjawab pertanyaan dari Aaron yang sedang menatapnya dengan tatapan mata intens.
"Eh.... begini Om Aaron...." Chiara berkata dengan suara ragu, sedang Aaron masih setia menunggu Chiara menjawab pertanyaannya.
"Anu...."
"Kenapa? Apa kamu merasa kamar kita tidak nyaman? Tidak sesuai dengan seleramu dan...."
"Bukan! Bukan karena itu Om Aaron! Sungguh!" Chiara langsung memotong perkataan Aaron sambil menggerak-gerakkan telapak tangannya ke kanan dan ke kiri, menunjukkan kalau apa yang diasumsikan oleh Aaron itu tidak benar.
Dan kenyataannya, sebelum Aaron kembali ke Amerika, Chiara secara diam-diam justru sering tidur di kamar itu untuk membuatnya bisa tidur sambil memikirkan dan membayangkan keberadaan Aaron.
"Lalu kenapa tiba-tiba kamu memutuskan untuk kembali ke kamar lamamu?" Pertanyaan Aaron membuat Chiara meringis.
"Ah, itu.... Kan mama Sarah sudah tidak menginap di sini, jadi kita tidak perlu berpura-pura lagi tidur dalam satu kamar." Chiara berkata dengan suara pelan dan mata menatap Aaron dengan wajah menatap Aaron wajah Aaron yang terlihat tenang.
Ya ampun istriku ini. Kamu ini ternyata benar-benar polos. Jadi kamu hanya mau satu kamar denganku karena mama Sarah?
Aaron berkata dalam hati, merasa gemas dengan pikiran polos Chiara.
"O, begitu ya?" Aaron yang bisa melihat jawaban polos Chiara atas pertanyaannya jadi merasa geli.
"Iya Om. Kan kita berdua tidur satu kamar agar mama Sarah tidak curiga dengan pernikahan kita?" Aaron hanya mengangguk-anggukkan kepalanya pelan begitu mendengar jawaban Chiara.
"Kalau begitu, biar aku hubungi mama Sarah, agar malam ini menginap di sini saja." Aaron berkata dengan tenang sambil mengambil handphonenya.
Perkataan Aaron membuat mata Chiara terbeliak, dengan wajah terlihat sedikit panik, dan kedua tangannya langsung memegang lengan bawah tangan Aaron yang sedang memegang handphonenya.
"Om Aaron... kok begitu sih? Kan nanti mama Sarah jadi curiga lagi dengan kita?" Aaron yang mendengar rengekan Chiara, segera meletakkan handphonenya, dan menggeser tubuhnya, sehingga semakin dekat dengan Chiara.
"Kalau begitu... apa itu artinya kamu masih ingin pernikahan kita tetap seperti semula? Hanya sebuah pernikahan di atas kertas?" Mata Chiara semakin terbeliak mendengar pertanyaan dari Aaron.
"Eh... itu... mmm...." Chiara langsung kebingungan untuk menjawab pertanyaan Aaron.
Bukannya dia sengaja menjauhi Aaron, tapi semua yang terjadi hari ini masih saja membuat Chiara tidak percaya, dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya setelah semuanya itu.
Ciuman mesra Aaron, pernyataan cinta Aaron, semuanya bagai mimpi indah bagi Chiara.
Selain itu, jujur saja, sejak memikirkan semua yang terjadi hari ini, membuat Chiara menjadi semakin gugup, dan merasa tidak tahu apa yang harus dilakukannya nanti malam jika dia tetap berada satu kamar dengan Aaron setelah mereka saling mengungkapkan perasaan mereka.
Justru setelah saling menyatakan cinta, membuat sikap Chiara menjadi canggung dan salah tingkah di depan Aaron.
Apalagi berkali-kali, perkataan Grace siang itu terus terngiang-ngiang di otaknya, membuat hatinya semakin terasa tidak menentu, dan jantungnya beberapa kali harus berdebar keras saat membayangkan sosok tampan suaminya, dengan tubuhnya yang terpahat sempurna.
"Bukannya sebuah pernikahan yang normal, pasangan suami istri memang harus tidur dalam satu kamar?" Aaron berkata pelan dengan wajahnya yang begitu dekat dengan bagian samping wajah Chiara, sehingga tanpa sadar membuat Chiara yang jantungnya sudah berdebar dengan begitu keras di dalam sana, jadi menggerakkan wajahnya sehingga sedikit menjauh dari wajah Aaron yang langsung tersenyum geli melihat tingkah menggemaskan Chiara.
Dan itu membuat Aaron tanpa sadar, ingin kembali mencium dan merasakan hangat dan lembutnya bibir Chiara.
"Eh... iya sih Om... Seharusnya begitu ya? Tapi...."
"Kenapa? Apa menurutmu aku akan melakukan sesuatu yang buruk padamu?" Aaron kembali berkata pelan, dengan wajahnya yang terus bergerak pelan mendekat ke arah Chiara yang terlihat menghindar, sampai akhirnya tubuh Chiara terjatuh di atas sandaran sofa yang didudukinya bersama Aaron, dengan posisi setengah berbaring.
Aduh om Aaron, kenapa dekat sekali denganku? Ya Tuhan... bisa-bisa aku terkena serangan jantung karena om Aaron.
Chiara hanya berani melenguh dalam hati, dengan matanya yang sibuk bergerak kesana kemari, menghindari tatapan mata amber Aaron.
Bukan karena Aaron menatapnya dengan tajam atau dingin, tapi justru karena saat ini Aaron sedang memandangnya dengan begitu lembut, membuat Chiara merasa semakin tidak berkutik.
"Tidak, aku yakin Om Aaron tidak akan pernah mencelakaiku." Chiara berkata pelan dengan suara terdengar begitu gugup.
Bahkan kedua tangannya yang sedang bertaut di atas perutnya, terasa sangat dingin sekarang.
Mencelakaimu my little girl? Sadarkan dirimu Aaron! Kamu benar-benar bisa mencelakainya jika tidak bisa mengendalikan dirimu sendiri saat berada di dekatnya.
Aaron berteriak dalam hati pada dirinya sendiri, dan bergerak cepat menjauhkan dirinya dari Chiara.
Kata-kata jawaban dari Chiara, membuat Aaron tersadar kembali dengan resiko besar dan kejadian buruk yang bisa saja terjadi jika dia tidak mengendalikan dirinya saat berada di dekat Chiara.
"Om Aaron...." Chiara yang sudah dalam posisi duduk normalnya kembali memanggil nama Aaron sambil menatap ke arah Aaron.
Mau tidak mau, tindakan Aaron yang tiba-tiba menjauhkan diri darinya cukup membuat Chiara merasa khawatir dengan apa yang sedang dipikirkan Aaron tentang dirinya yang tiba-tiba saja mengambil kembali barang-barangnya dan memindahkannya dari kamar Aaron.
Bukan karena Chiara ingin menjauh dari Aaron, tapi karena dia masih ingin menata hatinya yang justru sedang berbunga-bunga, tapi tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
NOTE: Untuk para pembaca setia, mohon maaf, untuk episode hari ini pagi ini hanya bisa up 1 episode. Nanti siang akan up episode berikutnya. Terimakasih buat kesetiaannya mengikuti cerita novel ini. Selamat membaca.