
"Kalau kamu serius seperti itu, kamu jadi mirip dengan om Aaron. Apalagi kalau kata-katamu terdengar bijak seperti itu. Ciri khas om Aaron yang pendiam, tapi kata-katanya selalu tepat sasaran." Chiara berkata sambil tertawa kecil, sehingga tidak menyadari kalau Grayson hampir saja mendengus kesal karena tidak suka dianggap mirip dengan Aaron, apalagi oleh Chiara.
"Aku serius Chiara. Aku bertanya karena aku ingin kamu sukses di masa depan. Kamu harus sudah mulai memikirkan masa depanmu sejak masih muda. Apalagi usaha perhotelan peninggalan orangtuamu tidak bisa kamu biarkan terlalu lama. Kamu harus segera menyiapkan dirimu menjadi seorang pemimpin di sana. Sayang sekali usaha perhotelan yang cukup besar itu jika sampai tidak terurus dengan baik." Kali ini perkataan Grayson membuat Chiara menatap Grayson sambil tersenyum geli.
"Tenang saja Grayson. Sebelum om Aaron pergi ke Amerika, aku dan om Aaron sudah membahas masalah kuliahku. Semuanya sudah diaturkan oleh om Aaron." Grayson langsung menaikkan salah satu alisnya mendengar Chiara mengatakan tentang hal itu, merasa sedikit kaget ternyata Aaron yang biasa bersikap dingin dan tidak perduli itu sudah membuat rencana tentang Chiara sebelum dia pergi.
Melihat bagaimana Aaron yang langsung pergi ke Amerika 2 hari setelah menikah dengan Chiara, membuat Grayson yakin kalau Aaron tidak benar-benar mencintai gadis itu, walaupun Grayson tidak bisa menemukan alasan yang tepat yang membuat Aaron mau menikah dengan Chiara meskipun tidak mencintai gadis cantik itu.
Karena bagi Grayson, Aaron adalah orang yang dingin dan tidak terlalu mau terlibat dengan urusan orang lain, apalagi yang tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya.
Sehingga bagi Grayson, sungguh aneh mendengar bahwa Aaron ternyata cukup perduli pada Chiara, termasuk tentang masalah masa depan pendidikannya.
"Om Aaron menganjurkan agar aku mengambil jurusan kuliah di perhotelan, sedangkan untuk managemen dan administrasi, pak Zachary yang akan mengajariku tentang itu. Tenang saja... Om Aaron sudah mengatur semuanya untukku dengan detail." Chiara menghentikan bicaranya sebentar sambil melirik ke arah pintu butik, dimana Sarah belum juga terlihat muncul, padahal tadi Sarah mengatakan kalau hanya sebentar.
"Universitas mana yang akan kamu pilih?" Grayson bertanya untuk membuat Chiara tidak terlalu sering menyebutkan nama Aaron, yang cukup membuat Grayson merasa terganggu.
"Sebenarnya om Aaron ingin aku mengambil kuliah perhotelan di EHL, tapi aku lebih memilih untuk kuliah di Indonesia dengan berbagai pertimbangan, termasuk untuk sedikit banyak terlibat langsung dalam usaha perhotelan papa sedini mungkin. Aku ingin memulai karirku sembari menjalankan kuliahku. Dan om Aaron setuju dengan keputusanku." Chiara berkata kepada Grayson dengan mata yang terlihat berbinar saat menceritakan tentang rencana masa depannya yang sudah dia susun bersama Aaron.
(École hôtelière de Lausanne atau EHL adalah salah satu sekolah perhotelan yang cukup populer dan diakui sebagai sekolah perhotelan paling pertama di dunia. Sekolah ini dibangun di tahun 1893 oleh Jacques Tschumi, merupakan pelopor dari sekolah perhotelan yang ada di dunia. Dengan sejarah sudah mengajar tentang dunia perhotelan selama lebih dari 1 abad (119 tahun), École hôtelière de Lausanne menjadi sekolah perhotelan nomor 1 di survey global yang dilakukan oleh firma riset marketing Taylor Nelson Sofres di tahun 2010. EHL Hospitality Business School diakui sebagai universitas manajemen perhotelan terbaik di dunia, dan menawarkan tingkat pekerjaan 96% di antara lulusan baru.
Di Swiss, École hôtelière de Lausanne merupakan satu-satunya sekolah manajemen perhotelan yang Haute Ecole Spécialisée (University of Applied Sciences) artinya adalah sekolah ini menawarkan program-program terdepan yang diakui oleh Pemerintah Swiss. Sekolah ini juga terakreditasi sebagai Institution of Higher Education (Institute Pendidikan Tinggi) oleh New England Association of Schools and Colleges (NEASC) di Amerika Serikat dan Bologna Process di Eropa. Yang berarti École hôtelière de Lausanne adalah sekolah yang diterima sebagai sekolah perhotelan terbaik di dunia oleh dunia perhotelan.
EHL Hospitality Business School menawarkan pengalaman belajar internasional bagi siswa berbakat dan ambisius dari seluruh dunia. Ini memiliki rata-rata 120 kebangsaan siswa untuk sekitar 3.400 siswa. Sekolah ini memiliki dua kampus di Swiss, dan kampus baru di Singapura, yang memungkinkan mahasiswa sarjana untuk menjelajahi Asia Tenggara dan menikmati suasana kota besar Singapura, wadah perpaduan budaya, dan inovasi teknologi tinggi.
Lulusan EHL Hospitality Business School bergabung dengan jaringan global yang kuat yang terdiri dari 30.000 profesional di 150 negara, dan mereka dengan cepat meraih kesuksesan di banyak sektor. Faktanya, hampir setengah dari semua alumni EHL bekerja di luar perhotelan, pariwisata, dan F&B, dan 50% di antaranya adalah CEO, pemilik, dan manajer eksekutif. Setiap tahun, perusahaan internasional terkemuka seperti Apple, LVMH, L'Oréal, Proctor & Gamble, Nestlé, Tesla, dan banyak lainnya, secara aktif merekrut lulusan EHL).
Apalagi Andri yang dulunya merupakan orang kepercayaan dari Cakra, sempat memberi Chiara info bahwa Mona secara diam-diam sudah berencana untuk melakukan pendekatan kepada beberapa orang yang ada di jajaran managemen perusahaan untuk mencari dukungan mereka, agar bisa mengalihkan hak kepemimpinan perusahaan kepadanya.
Mona menggunakan alasan sebagai orang yang memiliki hubungan paling dekat dengan Chiara, dan akan mengembalikan kepemimpian itu setelah Chiara cukup umur.
Dan alasan bahwa Mona dan Raksa juga berpengalaman memimpin dan mengatur orang, dengan memamerkan usaha mall mereka, menjadi salah satu senjata yang digunakan Mona untuk berusaha meyakinkan orang lain.
"Chiara, kenapa kamu begitu menurut dengan Aaron?" Tiba-tiba saja, tercetus sebuah pertanyaan untuk Chiara dari bibir Grayson.
"Eh?" Pertanyaan Grayson membuat Chiara menatap Grayson dengan pandangan heran.
"Lho memangnya kenapa? Bukannya memang sudah seharusnya aku menurut pada suamiku?" Chiara bertanya balik sambil tersenyum, membuat Grayson menghela nafasnya.
"Apa kamu benar-benar menyukai Aaron?" Pertanyaan Grayson kali ini justru membuat Chiara tertawa kecil.
"Pertanyaanmu aneh sekali Grayson. Tentu saja. Aku sangat menyukai om Aaron. Kalau tidak, kenapa aku mau menikah dengannya coba?" Jawaban dari Chiara, meskipun Grayson sudah berusaha menebaknya, tapi begitu kata-kata itu muncul dari bibir Chiara, rasa kecewa tetap saja menghampiri Grayson, karena dia berharap Chiara mengatakan hal yang sebaliknya.
Sejak pertemuan pertama mereka, di apartemen waktu itu, Grayson bisa melihat bagaimana sikap Chiara yang menunjukkan bahwa dia begitu menyukai Aaron.
Dari gerak geriknya, dari bahasa tubuhnya, Chiara yang masih remaja itu tidak sedikitpun dapat menyembunyikan tatapan kagumnya saat menatap ke arah Aaron.
Tapi entah kanapa, sampai saat ini Grayson tetap berharap, kalau hubungan mereka berdua tidaklah serius, meskipun jelas-jelas mereka berdua sudah menikah.