Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MENCEGAH ZACHARY PERGI



"Om Aaron darimana saja?" Chiara yang merasa bulu kuduknya langsung meremang karena tindakan Aaron langsung bertanya sambil berusaha keras untuk mengendalikan dadanya yang berdebar kencang saat ini.


"Keluar... memberitahu bu Ida agar tidak mengganggu kita sementara waktu ini." Perkataan Aaron membuat Chiara sedikit menelan ludahnya dengan susah payah, apalagi kakinya rasanya terasa lemas karena sekarang tangan Aaron sudah bergerak masuk ke balik pakaian yang dikenakannya, mengelus lembut kulit perut Chiara secara langsung.


"Ap... apa maksudnya Om? Kenapa... meminta bu Ida melakukan itu? Apa... Om Aaron akan ada acara penting sebentar lagi?" Dengan susah payah Chiara berkata dengan nada suara yang sudah mulai terdengar parau karena menahan dirinya dari reaksi sentuhan tangan Aaron yang bahkan sudah naik ke atas, menyentuh kedua benda kenyal miliknya meski masih terbungkus rapat oleh bra.


"Karena sebentar lagi kita tidak akan ada waktu untuk melakukan hal lain selain kegiatan kita di tempat tidur..." Aaron kembeli berbisik pelan, dengan tangannya yang sudah mulai membuka pengait pelindung kedua bukit kembar Chiara yang sudah begitu menggoda bagi Aaron.


Aduh... ternyata sejak tadi om Aaron sudah menungguku untuk menagih janjiku setelah tamu bulananku pergi.


Chiara berkata dalam hati sambil meringis karena merasa geli dengan sentuhan tangan Aaron di permukaan kulit tubuhnya, yang sibuk bergerak kesana kemari, melakukan elusan dan sekaligus pijatan pada tubuh Chiara.


Tindakan Aaron itu juga menimbulkan perasaan nyaman dan membuat dada Chiara semakin berdebar-debar, dan tanpa sadar membuat Chiara justru ingin Aaron melakukan lebih dari sekedar menyentuhnya pada bagian atas tubuhnya saja.


Rasanya Chiara ingin agar seluruh tubuhnya bisa bersatu dengan tubuh Aaron seperti waktu itu.


Dan tanpa menunggu Chiara menanggapi perkataannya, dengan cepat Aaron langsung mengangkat tubuh Chiara dan membawanya ke arah tempat tidur.


Dengan begitu lembut dan hati-hati, Aaron meletakkan tubuh Chiara di atas tempat tidur, dengan tangannya yang dengan cepat berusaha melepaskan satu persatu kain yang menghalangi mereka berdua untuk bisa saling bersentuhan kulit.


"Om Aaron...." Sebuah suara panggilan dari bibir Chiara yang terdengar manja dan juga diucapkan dengan susah payah karena istri kecilnya itu sudah terlarut dalam gairahnya, membuat hasrat Aaron semakin terpancing dan ingin segera memanjakan seluruh tubuh Chiara dengan setiap sentuhan, ciuman dan pijatannya, untuk membawa Chiara agar siap melakukan penyatuan mereka.


Hanya saja telinga tajam Aaron yang tiba-tiba mendengar suara pembicaraan Zachary dan Anna dari lantai apartemen di bawahnya, membuat Aaron langsung menghentikan aksinya secara tiba-tiba, membuat Chiara yang berada dalam kungkungan lengannya terlihat kaget.


"Honey, lebih baik kita makan keluar saja malam ini, kamu tidak perlu memasak. Ayo kita pergi merayakan kepindahan kita di restoran tempat pertama kita bertemu dulu. Kita belum pernah mengajak Lila kesana kan?" Zachary yang baru saja keluar dari kamarnya dan melihat Anna yang sedang bersiap untuk masak, langsung menawarkan pada Anna untuk mereka makan malam di luar.


"Tapi Zac, bukannya restoran itu cukup jauh? Apa kamu tidak merasa lelah dan beristirahat di rumah saja?" Pertanyaan dari Anna, membuat Aaron menahan nafasnya.


Dan pembicaraan itu yang membuat Aaron tiba-tiba terpaksa menghentikan aktifitasnya barusan.


"Ada apa Om Aaron? Apa... ada masalah?" Chiara bertanya dengan suara serak, karena bagaimanapun, di tengah-tengah kegiatan seperti itu tiba-tiba salah satu dari mereka berhenti, pastilah sangat tidak mengenakkan dan membuat mood menjadi rusak.


Shitt! Kalau Zachary betul-betul pergi sekarang, semuanya akan menjadi berantakan.


Aaron berkata dalam hati sambil turun dari tempat tidur, dan langsung meraih handphonenya, sedang Chiara yang masih terlihat bingung, jadi menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos.


Saat Aaron sudah benar-benar membawa angan-angannya terbang tinggi, Chiara dengan cumbuannya, dia tidak akan merasa malu, dan juga merasakan dinginnya udara kamar yang dingin karena AC, tapi saat sekarang pikiran warasnya kembali, mau tidak mau Chiara merasa begitu malu dengan tubuh polosnya.


Sekilas Chiara melihat ke arah Aaron yang berdiri membelakanginya dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun.


Ternyata, kalau diperhatikan, tubuh om Aaron benar-benar bagus…. Bahkan dilihat dari sisi manapun, om Aaron benar-benar keren….


Chiara berkata dalam hati dengan penuh kekaguman menatap ke arah Aaron yang sibuk melakukan sesuatu pada handphonenya.


Baru kali ini Chiara bisa puas menatap ke arah tubuh Aaron tanpa pakaiannya, yang membuat semua otot dan lekuk tubuhnya yang atletis dan sempurna terlihat begitu jelas di depan matanya, sehingga Chiara sengaja memuaskan dirinya untuk mengagumi seksinya tubuh Aaron sebagai seorang pria, tanpa berkedip


Dengan secepat mungkin, Aaron sendiri langsung melakukan pemesanan beberapa jenis makanan di restoran yang merupakan restoran favorit Anna, lalu memberikan pesan teks pada Zachary tentang traktiran makan malamnya malam ini untuk keluarga Zachary.


Aaron sengaja melakukan itu untuk mencegah Zachary untuk keluar dari apartemen dan membuat Zachary menjauh darinya, karena saat ini, Aaron sedang membutuhkan keberadaan Zachary di dekatnya.


Begitu Aaron selesai melakukan apa yang diinginkannya, dia segera kembali berjalan dengan santainya ke arah Chiara yang masih menikmati keindahan bentuk tubuh Aaron tanpa berkedip sedari tadi.