Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
SIDANG KELUARGA



“Itu janji Om Aaron padaku ya. Apapun yang terjadi, berarti Om Aaron harus bersabar menghadapi Grayson. Om Aaron tidak akan menggunakan kekuatan Om Aaron untuk membuatnya celaka.” Aaron sedikit mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Chiara, tapi sebentar kemudian, Aaron langsung tersenyum.


“Aku tidak pernah menganggap Grayson sebagai musuhku, kenapa harus menyakitinya. Mungkin aku terlihat tidak dekat dengannya, tapi bukan berarti aku tidak perduli padanya. Bagaimanapun, dia dan aku memiliki darah yang sama, darah Malverich dari papa Johnson. Dia adikku, seperti Jasmine juga.” Aaron kembali berbisik pelan, karena dia tidak ingin perkataannya didengar oleh siapapun, apalagi para pelayan yang berlalu lalang di sana.


“Aku selalu percaya dengan Om Aaron, yang selalu berpura-pura santai dan tenang, padahal Om Aaron orang yang paling takut orang yang Om Aaron sayangi terluka.” Chiara berkata dengan nada santai, tapi kata-kata itu membuat hati Aaron terasa begitu damai.


Bagi Aaron, Chiara yang menerima dia apa adanya, dan selalu berpikir positif tentangnya, meskipun Aaron tahu Chiara pasti sudah mendengar tentang alasan kenapa Grayson membencinya, membuat Aaron sungguh semakin mencintai istri kecilnya itu.


Rasa percaya Chiara padanya, lewat kata-kata dan tindakannya, membuat dada Aaron terasa bergetar, dipenuhi dengan rasa haru dan juga bahagia.


Keberadaan Chiara selalu menjadi orang yang bisa membawa kedamaian dalam hatinya.


Tanpa perlu menjelaskan, tanpa harus membela diri atau mencari pembenaran diri, Chiara selalu percaya padanya, membuat Aaron tidak bisa untuk tidak semakin jatuh cinta pada gadis cantik miliknya itu, meski belum sepenuhnya dia bisa memiliki raga Chiara, tapi hati Chiara, sepenuhnya sudah menjadi miliknya.


Bagi Aaron, untuk saat ini, itu sudah lebih dari cukup, setelah sekian tahun dia berpikir, hanya dia yang memiliki perasaan cinta pada Chiara, setelah sekian tahun, dia merasa sendiri dan berpikir tidak ada seorangpun yang bisa mengerti dirinya.


Dengan sifat dingin dan pendiam Aaron, laki-laki itu memang lebih suka diam, tidak berbicara apalagi mengobral isi hati dan pikirannya.


Tapi Chiara, adalah orang yang seolah bisa membaca pikirannya dan mengerti tentang apa yang diinginkannya, di saat orang lain tidak mengerti tentang dirinya.


“Om Aaron….” Panggilan pelan dari Chiara membuat Aaron langsung menghentikan lamunannya.


“Hemmm.” Aaron langsung menjawab panggilan Chiara dengan sebuah gumaman pelan.


“Aku sudah tidak sabar menikmati liburan bersama mama Sarah, pak Zac dan yang lainnya.” Chiara berkata pelan kepada Aaron dengan nada cerianya, membuat Aaron tersenyum tipis melihat wajah bahagia Chiara.


Sampai di depan pintu bangunan villa yang biasa digunakan oleh Johnson dan Sarah, Chiara masih tertawa-tawa kecil kepada Aaron, tapi suasana tegang yang langsung tercipta begitu dirinya dan Aaron memasuki kawasan ruang tamu bangunan villa itu.


Keempat orang itu langsung menghentikan pembicaraan mereka yang tampak serius begitu melihat sosok Aaron dan Chiara yang memasuki ruang tamu.


Dan bukan hanya itu saja, keempat orang itu, semuanya langsung memandang lurus ke arah Aaron dan Chiara tanpa berkedip, membuat Chiara merasa canggung dan memandang ke arah Aaron, yang tampak terlihat lebih tenang, bahkan tekesan tanpa ekspresi.


Kenapa suasana di tempat ini jadi terasa begitu dingin ya? Wajah mereka berempat juga terlihat begitu tegang, termasuk mama Sarah. Sebenarnya apa yang sudah terjadi di sini?


Chiara berkata dalam hati sambil melangkah dengan sikap ragu ke arah mereka yang lain, yang tampak sengaja menunggu dia dan Aaron, untuk menghakimi mereka berdua, karena sudah melakukan kasalahan yang cukup fatal.


“Selamat pagi setengah siang Ma, Pa…” Chiara langsung menyapa Sarah dan Johnson, juga melambaikan tangannya ke arah Grayson dan Zachary, untuk menyapa mereka berdua juga.


Chiara sengaja menyapa mereka dengan suara seceria mungkin, berharap bisa mencairkan suasana yang tiba-tiba terasa tegang begitu dia dan Aaron datang.


Mereka berempat langsung tersenyum mendengar sapaan dari Chiara, tapi suasana tegang masih tetap terasa begitu pekat, bahkan semua tampak diam tanpa ada yang mengeluarkan suara.


“Aaron… Chiara… duduklah… Ada sesuatu yang sangat penting, ingin kami bicarakan dengan kalian berdua.” Sura bariton dari Johnson yang terdengar begitu berwibawa, tiba-tiba terdengar memecah kesunyian diantara mereka, membuat Aaron dan Chiara saling berpandangan dengan wajah bertanya-tanya, karena tidak tahu apa yang sedang terjadi.


Dan sesuai permintaan Johnson, Aaron dan Chiara langsung duduk di sebelah barat, tepat di hadapan Johnson dan Sarah, sedang Zachary duduk di sebelah timur, dan Grayson di sebelah barat Johnson dan Sarah.


“Hallo semuanya! Maaf ya aku terlambat nih….” Suara Diego yang tiba-tiba saja terdengar membuat mereka berenam langsung menoleh ka arah sumber suara.


“Wah… kalian sudah berkumpul semua ternyata, kenapa serius sekali? Apa kalian sedang membicarakan aku?” Dengan disertai tawa renyahnya, Diego berkata sambil mengambil posisi duduk di sandaran kursi yang sedang diduduki oleh Grayson.


Diego berencana untuk mengeluarkan candaannya kembali, namun begitu dilihatnya wajah mereka semua yang ada di situ terlihat begitu serius, Diego langsung terdiam, dan memilih menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Setelah beberapa saat semua terdiam, akhirnya suara deheman dari Johnson terdengar, dan membuat yang lain mengarahkan pandangan matanya ke arah Johnson, kecuali Sarah, yang matanya sedang menatap lurus ke arah Aaron dan Chiara, dengan tatapan menunjukkan kemarahan pada mereka berdua.