
“Om Aaron… keren sekali dengan penampilan seperti sekarang ini. Benar-benar seperti pemain film sepurhero yang biasa aku tonton.” Chiara berkata sambil mendongakkan kepalanya, menatap ke arah Aaron yang benar-benar membuatnya terkagum-kagum.
"Malam ini, aku akan mengajakmu sedikit berkeliling kota melalui perjalanan udara." Aaron berkata sambil tersenyum ke arah Chiara yang masih menatapnya dengan tatapan mata berbinar-binar karena rasa kagumnya.
"Tapi sebelum itu, kita harus menutupi sebagian wajahmu. Meskipun aku akan mengambil jalur aman dimana tidak mungkin ada orang yang bisa melihat kita, tidak ada salahnya berjaga-jaga. Kita tidak boleh membuat orang lain bisa mengenali kita dengan mudah." Aaron berkata sambil mengikatkan sebuah kain untuk bisa menutupi wajah Chiara mulai dari hidung ke bawah.
Dengan perlahan, tangan Araon bergerak untuk mengikat kedua ujung kain itu, tepat di bagian belakang kepala Chiara yang memilih diam dan menuruti kata-kata Aaron, sambil tersenyum-senyum sendiri karena baru kali ini dia melihat sosok Aaron dengan jelas, dengan penampilan yang berbeda.
Dan itu menimbulkan getaran hebat di hatinya, antara rasa bahagia, bangga, tapi ada sedikit rasa takut juga karena Chiara tidak tahu apa yang akan dilakukan Aaron malam ini untuk menunjukkan kekuatannya, sesuatu yang bagi orang lain hanyalah sebuah kejadian di dunia khayal mereka.
"Oke, sepertinya kita berdua sudah siap untuk melakukan wisata udara malam ini." Aaron berkata sambil bergerak ke arah samping tubuh Chiara.
"Apapun yang terjadi, percayalah padaku, dan jangan melepaskan pelukanmu nanti. Kalau takut, eratkan saja pelukanmu." Aaron berkata sambil melingkarkan salah satu tangannya ke arah pinggang Chiara, dan menarik tubuh mungil istrinya itu sehingga menempel erat ke tubuhnya.
"Aku akan mengajakmu terbang, tapi tidak akan lama, karena jujur saja, aku takut kalau tiba-tiba kekuatanku melemah atau tidak terkendali karena medan magnet di tubuhmu. Aku juga tidak akan menggunakan kecepatanku seratus persen, kalau tidak ingin kamu kembali dengan pakaian compang camping karena robek di sana sini." Aaron berbisik pelan sambil mengelus lembut punggung Chiara, sebelum Aaron benar-benar memeluk tubuh istrinya dengan erat, dan membawa tubuh Chiara melesat ke udara.
“Akh….” Chiara sedikit terpekik pelan begitu merasakan tubuhnya terangkat secara tiba-tiba ke udara, membuat kedua tangannya langsung memeluk Aaron dengan begitu eratnya sambil menutup kedua matanya.
Saat ini kepala Chiara terasa sedikit beputar-putar, seperti sedang menaiki roller coaster di tempat wisata yang pernah dia kunjungi.
(Roller coaster adalah wahana permainan berupa kereta yang dipacu dengan kecepatan tinggi pada jalur rel khusus, biasanya terletak di atas tanah yang memiliki ketinggian yang berbeda-beda. Rel ini ditopang oleh rangka baja yang disusun sedemikian rupa. Wahana ini pertama kali ada di Disney Land Amerika Serikat).
Ada perasaan takut, tegang, tapi juga menikmati yang sedang dirasakan Chiara saat ini.
Jujur saja, dada Chiara berdetak dengan begitu hebatnya menyadari bagaimana saat ini kedua kakinya tidak berpijak, namun melayang di udara, meskipun dia merasakan ada sebuah lengan yang bukan saja kuat, tapi juga terasa begitu hangat sedang memeluknya dengan erat, dan menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
Aaron yang melihat ekspresi Chiara, mau tidak mau jadi mengulum senyum gelinya.
“Chiara….” Aaron berbisik pelan memanggil nama Chiara yang masih memeluknya dengan begitu erat dengan mata terpejam.
“I… iya… Om Aaron….” Dengan terbata-bata Chiara menjawab panggilan dari Aaron tanpa membuka matanya.
"Apa kamu tidak ingin melihat pemandangan dari tempat ini?" Aaron berkata sambil memandang ke bawah, dimana ribuan lampu tampak berkelap kelip dan memancarkan warna yang indah karena pantulan cahaya yang menyebar dari berbagai tempat dan posisi yang berbeda, menyebabkan pantulan dari warna yang terjadi menghasilkan berbagai macam warna.
Beberapa bangunan yang menjulang tinggi bersanding dengan bangunan lain yang memiliki begitu banyak variasi bentuk, panjang, lebar dan juga tinggi tampak berjajar, membentuk sebuah pemandangan yang indah.
"Ta... takut Om... aku takut Om Aaron...." Chiara berbisik pelan, hampir tanpa suara, membuat Aaron tersenyum geli.
"Tenang saja, aku tidak akan pernah membiarkanmu terjatuh. Tapi kalau kamu tetap tidak berani membuka mata, sebaiknya kita kembali saja ke apartemen. Lain kali kita bisa mencobanya lagi kalau kamu sudah berani melihat ke bawah." Mendengar perkataan Aaron, dengan cepat Chiara langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Jangan Om, aku masih mau menikmati perjalanan udara kita." Chiara berkata dengan nada cepat, dan mencoba memaksakan dirinya untuk memberanikan diri, untuk mulai membuka matanya perlahan.
Begitu matanya terbuka lebar Chiara yang tanpa diminta matanya langsung memandang ke bawah, tubuhnya tersentak dan sedikit bergerak kaget melihat betapa tingginya posisi dia berada saat ini.
"Akh!" Chiara kembali terpekik pelan karena kaget dengan posisinya yang sedang melayang jauh di atas langit.
Tubuh Chiara langsung menegang dan tanpa sadar, reflek melepaskan kedua tangannya dari pinggang Aaron, sambil memejamkan matanya karena ketakutan, dengan jantung yang berdetak dengan begitu keras dan tidak beraturan karena berpikir kalau dia akan terjatuh.
Tapi begitu menyadari pelukan erat Aaron tetap menahan tubuhnya, membuat Chiara yang awalnya merasa begitu ketakutan akhirnya kembali membuka matanya, dan memandang ke arah Aaron yang sedang tersenyum ke arahnya, dan memeluk tubuh Chiara dengan kedua tangannya.
Memeluknya dengan erat, tapi juga lembut dan hangat, penuh dengan perasaan cinta, juga sikap melindungi yang begitu kuat.