Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
KISAH CINTA GRACE



"Dasar mesum! Bisa-bisanya kamu meminta aku menceritakan hal seperti itu padamu. Kalau mau tahu, nikah saja kamu, dan nikmati pengalamanmu sendiri bersama suamimu." Kali ini ganti Grace yang meringis mendengar perkataan Chiara dengan bibir manyunnya.


"Kamu tahu aku masih mau kuliah, membantu usaha orangtuaku. Lagian, belum ada laki-laki yang cocok denganku." Jawaban dari Grace membuat Chiara mengarahkan wajahnya tepat di depan wajah Grace.


"Hah? Apa kamu putus lagi dengan kekasih barumu?" Dengan santainya, tanpa merasa bersalah, apalagi sedih, Grace langsung menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan dari Chiara.


"Lagi? Bahkan namanya saja aku masih belum familiar menyebutnya, dan kamu sudah memutuskannya lagi? Kali ini apa alasanmu memutuskan kekasihmu itu?"


"Dia orangnya membosankan." Grace menjawab dengan cepat, membuat Chiara hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menghela nafasnya.


Selama Chiara mengenal Grace, sejak SMA memang Grace suka sekali bergonta ganti pacar, sampai Chiara sendiri sudah tidak bisa menyebutkan siapa saja nama-nama mantan Grace karena terlalu banyaknya, dan kadang cuma bertahan 1-3 bulan.


Dan entah apa yang dicari oleh Grace dari sosok laki-laki, sehingga semuanya selalu saja memiliki cacat di mata Grace, dan membuat gadis itu memutuskannya secara sepihak.


"Mungkin aku tidak seberuntung dirimu, bisa langsung jatuh cinta samapai sebegitunya dengan om Aaronmu. Sampai sekarang, berapa kalipun aku mencoba menjalin hubungan dengan laki-laki, selalu saja berakhir dengan perasaan tidak cocok, dan tidak merasa ada yang perlu aku pertahankan darinya." Grace berkata dengan sikap biasa-biasa saja.


Memang selama ini, bukan hanya Chiara, Grace yang selain cantik, tapi juga selalu bersikap ramah dan energik, disukai oleh banyak pria.


Dan seringkali, Grace yang pemikirannya tidak mau ribet, seringnya dengan mudah menerima pernyataan cinta laki-laki yang tertarik padanya, dan mencoba untuk menjalin hubungan serius.


Hanya saja, sudah banyak pria yang berusaha mengajaknya ke hubungan yang lebih serius, berakhir dengan putusnya hubungan mereka karena dari sisi Grace yang memutuskan.


Entah karena bosan, merasa tidak cocok, atau tidak adanya perasaan cinta di hati Grace, menjadi alasan untuk Grace memutuskan hubungannya dengan para kekasihnya.


Memang Grace bukan tipe gadis yang akan menjalin hubungan asmara dengan dua pria sekaligus, tapi mudahnya Grace menerima pernyataan cinta tapi juga begitu mudahnya memutuskan hubungan percintaan mereka, sedangkan para kekasihnya benar-benar mencintainya, membuat banyak mantan kekasihnya menyimpan sakit hati pada Grace.


Dan itu seringkali membuat Chiara dan Jaka sebagai sahabat dekatnya merasa cukup khawatir, meskipun Grace memilih untuk tidak terlalu perduli dengan itu.


"Kalau begitu, jangan terlalu mudah menerima pernyataan cinta dari pria dan langsung menjadikan dia kekasihmu." Chiara berusaha memberikan nasehatnya pada Grace.


"Tenang saja Chiara, aku harus mencoba sampai menemukan pria dengan tipe yang sesuai dengan keinginanku. Untuk itu harus dicoba dulu kan. Kalau tidak bagaimana aku bisa tahu akrakter mereka sebenarnya? Bagaimana bisa aku tahu kalau mereka ternyata pelit, sombong, terlalu banyak bicara, terlalu posesif, terlalu suka mengatur, tidak sopan, terlalu pencemburu, pemboros, jorok, tidak suka...."


"Stop! Sudah, terserah kamu saja, pusing aku mendengarnya, sepertinya semua pria terlihat cacat di depanmu." Chiara berkata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, cukup pusing melihat prinsip hidup Grace tentang pria.


"Cepat selesaikan urusan di jurusanmu, setelah itu kita harus segera kembali ke jurusanku untuk mengecek pengumuman. Dan semoga anak-anak tadi sudah tidak berada di sana." Grace langsung tertawa mendengar keluhan Chiara.


"Siapa suruh kucing-kucingan seperti itu. Coba saja kamu bilang dia suamim, atau paling tidak kekasihmu. Aku jamin semua gadis itu akan diam seribu bahasa. Termasuk para pria yang berniat mendekatimu dengan alasan tertarik padamu. Pasti mereka mundur dengan sendirinya, karena lawan mereka tidak mungkin bisa mereka kalahkan." Chiara langsung memandang ke arah Grace dengan tatapan mata tidak setuju dengan pendapat Grace.


"Hah, kamu kan tahu aku tidak mungkin melakukan itu. Om Aaron pasti tidak setuju. Lagian kalau mereka tahu om Aaron adalah suamiku, pasti mereka tidak akan berhenti mengorek informasi tentang om Aaron. Dan itu akan menyulitkan om Aaron kalau mereka tahu siapa om Aaron sebenarnya." Chiara berkata sambil melirik ke arah segerombolan mahasiswa dari jurusan Grace yang ternyata sedang memperhatikannya dan Grace, dan mencoba melemparkan senyum ke arah mereka berdua.


Apa yang dipikirkan Chiara bukan karena dia merasa sombong atau terlalu percaya diri, tapi pada kenyataannya, selama ini memang itu yang sering dialaminya, mendapatkan padangan mata dari para pria yang tertarik padanya.


Apalagi, di kampusnya sekarang, kecantikan Chiara yang jauh di atas rata-rata membuatnya sempat dinobatkan sebagai mahasiswi baru tercantik dan terpopuler di angkatannya, membuat banyak mahasiswa lain begitu penasaran dengan sosoknya yang cukup menggemparkan kampus itu.


# # # # # # #


Meski merasa sedikit kecewa karena Aaron tidak bisa memenuhi janji untuk menjemputnya ke kampus, dan Chiara berakhir dengan dijemput oleh Imelda dengan mobil yang biasa dia gunakan.


Tapi di sisi lain, Chiara merasa cukup beruntung, karena kalau dia tetap dijemput Aaron dengan mobil ferrarinya, pasti membuat para mahasiswa di kampus itu semakin heboh.


Karena ternyata harapan Chiara untuk bisa mencatat dan membaca pengumuman di gedung jurusannya tidak dapat tercapai, karena para mahasiswa yang tadi sibuk melakukan interview padanya tentang Aaron, tetap menunggunya.


Bahkan mereka mulai bergosip tentang siapa laki-laki tampan yang sudah mengantar Chiara ke kampus dengan mobil mewahnya.


Hal itu membuat Chiara memutuskan untuk memilih pergi meninggalkan kampus, dan justru mengajak makan siang Jaka dan Grace di salah satu food court yang cukup menjadi favorit mereka.


(Food Court merupakan suatu tempat yang dimana di dalam area tersebut banyak terdapat stan – stan makanan dari berbagai jenis makanan.


Istilah food court dalam bahasa Indonesia disebut pujasera alias Pusat Jajanan Serba Ada. Umumnya, berbentuk area makan terbuka dan bersifat informal. Pins bisa menemukan bisnis tempat kuliner di berbagai tempat publik seperti mall, area pertokoan, gedung  perkantoran, hingga universitas dan sekolah


Dalam mengelola pujasera, biasanya pemilik gedung menawarkannya kepada pemilik bisnis kuliner maupun kepada perusahaan pengelola properti dan event organizer berpengalaman).


Dan karena merasa sedikit kesal dengan Aaron, Chiara sengaja mengajak Jaka dan Grace menghabiskan waktu mereka sampai malam.


Apalagi Chiara tahu kalau sepanjang sore sampai malam nanti Sarah dan Johnson ada acara di kediaman salah satu kolega mereka, sehingga tadi pagi Sarah memberitahukan kepada Chiara, mungkin dia tas pukul 10 malam mereka baru akan kembali ke apartemen.


"Imelda, turunkan saja aku di depan supermarket di dekat apartemen." Chiara yang setengah jam lalu sudah berpisah dari Jaka dan Grace memberikan perintahnya kepada Imelda.


"Tapi Nona, tadi pak Aaron berpesan agar saya memastikan Nona pulang dengan selamat sampai di apartemen." Imelda berusaha menolak perintah dari Chiara, meskipun dia menghentkan mobil yang dikendarainya tepat di depan supermarket yang dimaksudkan Chiara.


"Aist... apa sih yang kamu takutkan? Aku cuma pergi ke supermarket yang jaraknya tidak sampai 5 menit dari apartemen. Apalagi kamu tahu daerah sekitar apartemen ini merupakan daerah yang aman." Chiara tetap bersikeras dengan tangannya mulai melepaskan sabuk pengamannya.


"Tapi Nona, kata pak Aaron...."


"Sudah... tenang saja, kalau om Aaron marah, biar aku yang menjelaskan pada om Aaron mameang aku yang menyuruhmu meninggalkanku di sini. Sudah ya, aku turun saja di sini. Jangan menungguku, cepat pulang saja kamu. Ini juga sudah diluar jam kerjamu." Chiara berkata sambil membuka pintu mobil dan langsung bergegas turun tanpa memperdulikan panggilan dari Imelda.