
Menyadari bahwa Chiara sudah mulai memancing gairahnya, Aaron langsung bergerak untuk lebih mendekatkan tubuhnya ke arah Chiara.
"Om Aaron... aku mandi dulu ya, udah gerah nih." Tanpa merasa bersalah karena sudah berhasil membangkitkan junior Aaron, tiba-tiba saja Chiara menjauhkan dirinya dari Aaron, membuat lengan Aaron yang sedang memeluknya terlepas, dan langsung melangkah pergi menuju ke arah kamar mandi.
"Chiara...." Suara panggilan Aaron membuat Chiara menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Aaron dengan tatapan bertanya-tanya.
"Kenapa Om Aaron?"
"Kita mandi sama-sama ya." Perkataan Aaron membuat mata Chiara membulat.
"Lho... Om Aaron kan sudah mandi, masak mandi lagi?" Chiara yang memang tadi sempat menikmati bau harum sabun mandi Aaron ketika baru datang langsung menolak permintaan Aaron yang berjalan mendekat ke arahnya.
"Kan tidak masalah kalau mandi lagi?" Aaron berkata dengan nada sangat berharap.
"Ih, Om Aaron ada-ada saja. nanti kulitnya tipis lho kalau keseringan mandi. Lagipula... malulah Om, masak mandi berdua dengan Om?" Chiara berkata dengan wajah memerahnya.
Lagi-lagi tidak menyadari kalau sikap polos dan suka bicara apa adanya itu membuat Aaron semakin gemas padanya.
"Oke oke... kalau begitu cepat mandi kamu sekarang." Akhirnya Aaron berkata sambil mengipak-kipaskan tanganya seolah mengusir Chiara yang langsung tertawa riang dan berlarian kecil dengan sikap ceria menuju kamar mandi.
"Huft... benar-benar sepertinya dia tidak mengerti apa yang aku inginkan sekarang. Bisa-bisanya dia bersikap sesantai itu padahal sudah membuatku seperti ini." Aaron berkata pelan pada dirinya sendiri sambil melirik ke bagian tubuhnya di bawah sana yang sudah menegang.
Aaron kembali berkutat dengan pikirannya setelah mengirimkan pesan teks kepada George dan Angelina, minta mereka menghubunginya jika mereka sudah membaca pesan yang dia kirimkan.
Chiara sendiri, cukup lama menghabiskan waktunya di kamar mandi, karena jujur saja, dia bukannya tidak mengerti dengan semua kode yang diberikan Aaron padanya tadi.
Hanya saja, dia masih merasa sangat malu dan belum bisa mengendalikan dirinya dengan baik saat Aron bersikap seperti itu.
Om Aaron sudah membuat jantungku tidak berhenti berdetak sejak tadi.
Chiara yang sedang berdiri dengan pakaian santainya di depan kaca berkata sambil memegang dadanya yang dirasanya masih berdebar-debar sejak Aaron memeluknya tadi.
Bagi Chiara, sebenarnya dia juga merindukan sentuhan hangat dan mesra dari Aaron seperti yang dilakukannya di villa selama beberapa hari lalu, tapi untuk jujur menunjukkan apalagi mengakui hal seperti itu, bagi Chiara masih sangat memalukan baginya.
Aduh... Om Aaron benar-benar membuat pikiranku menjadi mesum!
Chiara sedikit menjerit dalam hati sebelum akhirnya dia memutuskan untuk dengan gerakan perlahan keluar dari kamar mandi, karena dia ingin segera bertemu dengan Aaron kembali.
Baru berpisah beberapa jam, dan aku sudah begitu merindukan om Aaronku. Sepertinya aku benar-benar tidak bisa tertolong lagi.
Chiara kembali berkata dalam hati sambil meringis.
"Om... Om Aaron?" Chiara ynag begitu keluar dari kamar mandi tidak melihat kehadiran Aaron di dalam kamar langsung memanggil nama Aaron dengan kepala menoleh ke kanan dan ke kiri, dengan sikap bingung, merasa menyesal sudah mandi terlalu lama sehingga Aaron pergi meninggalkannya.
"Mencariku?" Tubuh Chiara sedikit tersentak begitu merasakan ada seseorang yang dengan cepat memeluk tubuhnya dari arah belakang, dan berbisik lembut di depat telinganya, menghembuskan nafas hangat ke lehernya.
Aaron tadi memang keluar kamar untuk memberitahukan kepada bu Ida dan Tia kalau makan malamnya dan Chiara akan terlambat, dan akan memberitahukan kapan mereka akan makan kalau waktunya sudah dekat.
Laki-laki tampan itu bahkan menegaskan kalau hari ini dia tidak ada janji, jadi kalau ada orang yang mencarinya, Aaron sudah menegaskan kepada bu Ida untuk tidak menerimanya, apalagi sampai bu Ida mengetuk pintu kamarnya untuk memberitahukan hal seperti itu.
Intinya, Aaron tidak mau terganggu sedikitpun saat ini.
Dan semua perintah Aaron itu, hanya bisa membuat bu Ida melongo, bahkan berpikir kalau Aaron sedang tidak enak badan dan ingin segera beristirahat, padahal Aaron dalam kondisi tubuh yang benar-benar prima untuk saat ini.
Aaron dengan sengaja memberitahukan itu kepada bu Ida, karena dia tidak ingin bu Ida maupun Tia menganggu kegiatan yang akan dia dan Chiara lakukan sekarang juga, tanpa menunggu malam benar-benar tiba.
Saat ini, Aaron tidak ingin ada seorangpun mengganggu kegiatannya dan Chiara yang selama beberapa hari ini sudah membuatnya begitu pusing dan sakit kepalanya karena tidak bisa menyalurkan hasratnya yang sudah begitu menggebu dan di ubun-ubun.
Sebuah kegiatan yang sekarang merupakan candu bagi Aaron. membuatnya tidak bisa berpikir dengan tenang, apalagi saat Chiara berada di dekatnya, seolah ingin langsung dia terkam tanpa berpikir panjang lagi.
Begitu Aaron mendengar suara panggilan dari Chiara, dia yang baru saja kembali dan berada di balik pintu kamar, dengan kecepatan supernya langsung masuk dan mendekat ke arah Chiara, memeluknya dari arah belakang.
Dan tentu saja setelah Aaron mengunci pintu kamar mereka, agar tidak ada yang mengganggu kegiatan mereka selanjutnya.
Aaron sengaja berbisik tepat di telinga Chiara, setelah itu hidung mancungnya bergerak di ceruk leher Chiara, menghirup bau harum tubuh Chiara setelah mandi, yang bagi Aaron terasa sungguh memabukkan untuknya.