Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
KEMBALI BERDEBAR KARENAMU



Bahkan Revina bisa melihat begitu dekatnya jarak antara bibir Chiara dan telinga Aaron yang terlihat tidak keberatan, membiarkan tubuhnya condong ke samping, ke arah Chiara, agar bibir Chiara bisa mencapai telinganya.


"Maaf ya Om... Revina tadi memaksa untuk ikut pergi bersama kita.... Tadi aku sudah berusaha mencegahnya, tapi dia tetap bersikeras." Dengan suara pelan Chiara berbisik di telinga Aaron yang mau tidak mau hidungnya jadi bisa mencium dengan jelas bau segar dan wangi dari handbody dan cologne yang dikenakan oleh Chiara, membuat Aaron hampir saja memalingkan wajahnya ke samping, agar tubuhnyasemakin mendekat ke arah Chiara, untuk bisa merasakan sensasi bau harum itu lebih lagi melalui indra penciumannya.


Apalagi hangatnya nafas Chiara yang menerpa lehernya saat Chiara berbisik pelan di telinganya memberikan sensasi baru bagi Aaron yang membuat dadanya tiba-tiba berdetak dengan kencang di dalam sana.


Tapi akal sehat Aaron segera menghalangi tubuhnya agar tidak berbuat sesuatu yang akan disesalinya nantinya.


"Maaf ya Om...." Dengan suara dan wajah yang menunjukkan penyesalannya, Chiara kembali berbisik, lalu melepaskan cekalan tangannya pada lengan Aaron yang memaksanya harus segera menjauh dari Aaron, karena lengan berotot Aaron cukup membuat Chiara merasa salah tingkah karena berani-beraninya dia mencekal lengan itu dan membuat dirinya sendiri jadi membayangkan yang tidak-tidak.


"Tidak masalah. Biarkan saja dia ikut." Aaron berkata pelan sambil menegakkan tubuhnya kembali dan mencegah dirinya untuk menelan ludahnya yang sudah terasa begitu menyangkut di lehernya.


Tindakan tiba-tiba dari Chiara yang begitu cepat dan sulit diprediksi olehnya, membuat Aaron harus segera menenangkan jantungnya yang bergetar hebat di dalam sana, yang selama ini tidak pernah merasakan debaran sekeras ini, kecuali pada gadis kecil dan cantik yang beberapa waktu ke depan akan menjadi istrinya secara sah itu.


Setiap kali bertemu dengan gadis itu, Aaron tahu selalu saja ada kejadian yang membuatnya kadang harus mengalami senam jantung atau keringat dingin secara tiba-tiba.


Tapi entah kenapa, Aaron yang selama ini begitu menghindari untuk terlibat secara emosional dengan seseorang, begitu sulit menghindari dan menolak ke hadiran Chiara di dekatnya, yag  sekarang bahkan menunggu-nunggu saat dimana dia bisa melihat dan bertemu dengan sosok gadis yang selalu terlihat ceria dan penuh semangat itu.


"Terimakasih ya Om." Chiara kembali berbisik pelan, dan disambut oleh sebuah anggukan kepala dari Aaron.


"Ma, hari ini Chiara akan mentraktir aku dan Aaron makan malam diluar." Mona yang mendengar perkataan dari Revina sedikit mengernyitkan alisnya, tapi sebentar kemudian dia menyunggingkan senyumnya, begitu Revina mengedipkan sebelah mata ke arah Mona, seolah memberi suatu tanda.


"Kalau begitu, selamat bersenang-senang untuk kalian." Mona berkata sambil melipat kedua tangannya di depan perutnya.


Dari cara bicara dan gerakan tubuh Revina, Mona bisa menilai kalau Revina sedang menyusun suatu rencana terhadap Aaron dan Chiara, membuat Mona tanpa banyak bertanya langsung memberi ijin pada Revina untuk ikut pergi bersama mereka.


"Kalau begitu, kami permisi Bu Mona." Zachary dengan cepat berpamitan dan berjalan keluar dari ruang tamu rumah Chiara, disusul dengan yang lain.


Zachary yang sudah lebih dahulu mendekat ke arah mobil ferari milik Aaron langsung membukakan pintu di bagian penumpang seperti biasanya.


Begitu melihat Zachary membukakan pintu mobil, dengan cepat Revina bermaksud masuk ke dalam mobil, tapi dengan gerakan tidak kalah cepat, tangan Zachray bergerak, sedikit membuat pintu mobil tertutup.


Sambil menjinjing gaunnya yang panjang menyapu tanah, Revina berjalan ke sisi lain mobil, di bagian penumpang.


Tapi belum lagi Revina sampai di sana, dengan langkah lebar dan gerakan cepat Aaron berjalan mendahuluinya, dan membuka pintu itu untuk dirinya sendiri, lalu langsung masuk dan duduk tepat di samping Chiara yang sudah duduk terlebih dahulu di bagian belakang mobil, tanpa perduli dengan mata Revina yang terbeliak melihat tindakannya.


"Nona, silahkan duduk di depan.... Atau Nona Revina ingin membawa mobil sendiri?" Zachary yang melihat Revina dengan wajah kesalnya berdiri di samping mobil ferari milik Aaron langsung mempersilahkan Revina untuk duduk di depan.


Awalnya Revina berpikir untuk menyetujui ide Zachary mengendarai mobilnya sendiri, tapi begitu memikirkan bahwa mobilnya adalah mobil yang dibandingkan dengan ferari milik Aaron perbandingannya seperti gajah dan semut dari segala segi, baik dari kerennya, harganya, prestisenya membuat Revina berpikir ulang.


Dan akhirnya Revina memutuskan untuk naik ke mobiil ferari itu, meskipun di bagian depan, berdampingan dengan Zachary, dan membuatnya merasa seperti posisi seorang karyawan, sedang Aaron dan Chiara adalah majikannya.


Chiara sendiri melihat bagaimana Revina meliriknya dengan tatapan sinis setelah duduk di samping Zachary, merasa tidak enak hati, tapi baginya lebih tidak mungkin jika dia meminta Revina duduk di sampingnya, sedang Aaron duduk di depan, di samping Zachary, sedangkan mobil mewah yang sedang mereka tumpangi saat ini merupakan mobil milik Aaron.


"Nona Chiara... kemana kita akan pergi sekarang?" Zachary yang sudah siap dalam posisinya sebagai pengemudi langsung bertanya kepada Chiara, yang dia tahu memang gadis imut itu yang mengajak Aaron makan malam, jadi kemungkinan besar dia sudah tahu kemana arah tujuan mereka malam ini.


"Eh... sebentar Pak Zac...." Begitu meyelesaikan kata-katanya, Chiara langsung menoleh ke arah Aaron yang kebetulan juga sedang menatap ke arahnya setelah Zachary menanyakan kemana mereka akan pergi untuk makan malam hari ini.


"Om Aaron... Om ingin makan malam dimana?" Dengan suara terdengar ragu, Chiara bertanya kepada Aaron.


Hah! Aku harap om Aaron tidak memilih restauran mahal. Bagaimana kalau uangku tidak cukup ya? Dengan gaun yang dikenakan Revina, apa om Aaron akan memilih restauran mahal ya?


Chiara berkata dalam hati sambil mengingat-ingat selain uang tunai di dompetnya, berapa uang yang ada di buku tabungannya yang masih tersisa sebagai saldo di sana.


Meskipun tadi Zachary sudah berjanji meminjamkan uang jika uang Chiara kurang, tapi setelah Chiara berpikir ulang, jika Aaron mengetahui hal itu, dia akan malu, akhirnya rencana meminjam uang ke Zachary langsung dihapuskan dari rencana Chiara.


"Biarkan kita pergi dulu dari tempat ini. Zachary, kita menuju jalan X saja, di sana banyak pilihan restauran untuk makan malam kita." Aaron berkata sambil menatap ke arah Zachary yang langsung menganggukkan kepalanya dengan sigap.


Wah... Aaron mengajak makan malam di jalan X? Bukankan disana ada salah satu restauran termewah dan termahal di kota ini? Pas sekali dengan pakaianku malam ini. Aku pasti akan menjadi pusat perhatian dengan gaun indahku, dan berjalan bersama Aaron yang terlihat keren dengan setelan jas mahalnya itu.


Revina berkata dalam hati sambil tersenyum-senyum dengan senang dan bangganya.