
Untuk beberapa waktu ke depan, baik Aaron maupun Chiara memilih untuk saling berdiam diri dan duduk dengan sikap canggung, tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
Begitu sampai tepat di depan gedung itu, dan mobil sudah terparkir dengan baik, Zachary segera keluar dari mobil dan berlari-lari kecil ke arah pintu yang ada di samping Chiara dan membukakan pintu itu untuk Chiara.
Heh, ternyata begini rasanya punya sopir pribadi seperti om Aaron. Bahkan pintu mobilpun dibukakan, seperti seorang putri saja. He he he.
Chiara berkata dalam hati sambil menyungingkan senyum di wajahnya.
Selama ini memang ada sopir yang bertugas mengantarnya ke sekolah, juga mengantar Mona dan Raksa pergi kemana-mana, tapi sopir itu tidak pernah membukakan pintu mobil kecuali untuk Mona atau Revina, jika kebetulan gadis itu tidak mengendarai mobilnya sendiri.
Sedang Chiara yang selama ini kehadirannya tidak terlalu dianggap di rumahnya sendiri itu, seringkali diabaikan keberadaannya, dan tidak pernah diperlakukan istimewa, meskipun seharusnya dialah yang mendapatkan semua pelayanan dan perlakuan istimewa itu.
"Terimakasih Pak Zac." Chiara langsung mengucapkan terimakasih pada Zachary begitu dia turun dari mobil, disambut dengan sebuah anggukan dan senyum ramah dari Zachary, untuk membalas keramahan Chiara padanya.
Setelah menutup pintu mobil kembali, Zachary langsung berjalan dengan bergegas, mendahului Aaron yang berjalan berdampingan dengan Chiara, yang tampak jelas masih terlihat canggung karena kejadian di mobil tadi, sedang Aaron sendiri, sudah terlihat dingin dan tenang seperti biasanya.
Dengan cepat Zachary langsung menemui bagian petugas informasi butik tersebut, dan mengatakan tentang kedatangan Aaron yang sudah mengadakan janji dengan temu dengan pemilik butik.
Begitu mengetahui kedatangan Aaron yang sudah diinfokan oleh pemilik butik langsung, petugas informasi itu segera mengarahkan tangannya untuk mengantarkan mereka menemui pemilik butik di kantornya.
Sambil berjalan di samping Aaron, mata Chiara langsung berkeliling dan menatap dengan takjub deretan gaun pengantin yang tampak indah yang sedang dipajang di sekelilingnya, sepanjang dia berjalan bersama Aaron ke arah kantor pemilik butik.
Membayangkan bagaimana dalam waktu dekat dia akan mengenakan salah satu dari gaun pengantin itu dan berdiri di samping Aaron, mengucapkan janji pernikahan mereka, membuat bulu kuduk Chiara berdiri, dengan rasa menggelitik di bagian perutnya.
"Silahkan Pak...." Petugas itu membukakan pintu dan langsung mempersilahkan Aaron dan yang lain masuk.
"Selamat sore, selamat datang Pak Aaron, Pak Zac... dan Nona...."
"Nona Chiara, Miss Julia." Zachary langsung menyebutkan nama Chaira kepada Julia.
Wanita berwajah Eropa, dengan logat bicaranya yang kebarat-baratan, dan masih terlihat kaku dalam mengucapkan bahasa Indonesia, menunjukkan bahwa dia belum terlalu lama berada di negara ini.
(Logat adalah cara mengucapkan kata atau lekuk lidah yang khas, yang dimiliki oleh masing-masing orang sesuai dengan asal daerah ataupun suku bangsa. Logat dapat mengidentifikasi lokasi di mana pembicara berada, status sosial-ekonomi, dan lain lainnya).
"Wow, so beautiful... so... ini gadis cantik yang akan menikah dengan Pak Aaron? Apa kabar Nona Chiara?" Julia langsung menyapa Chiara dengan ramah.
"Waktu kita tidak banyak, bisa kita mulai sekarang?" Aaron langsung berkata, memutus obrolan antara Julia dan Chiara, tanpa banyak basa basi, membuat Julia yang biasanya melayani permintaan gaun pesta dari keluarga Malverich, sehingga tahu bagaimana sikap Aaron yang tidak suka basa basi langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Dahulukan gaun untuk nona Chiara." Aaron menjawab dengan cepat.
"Oke, please follow me now." Julia berkata sambil berjalan keluar dari kantornya, dan membawa mereka ke sebuah ruangan yang terlihat begitu luas, dengan kaca memenuhi dinding yang mengeliling ruangan itu.
Di salah satu sisi ruangan itu tampak lemari-lemari kaca dimana di dalamnya tergantung puluhan gaun pengantin dengan berbagai bahan dan juga model, juga warna.
Sedang di sampingnya tampak sebuah ruang pas berukuran cukup besar, untuk calon pengantin melakukan fitting gaun.
Tepat di depan ruang fitting, tampak sebuah sofa panjang, dimana biasa digunakan untuk orang yang mengantar menunggu dan juga melihat bagaimana calon mempelai menggenakan dan menunjukkan gaun mereka setelah keluar dari ruang ganti.
"Zac, kamu tunggu saja diluar. Jika aku butuh, aku akan memanggilmu." Aaron segera memberikan perintah kepada Zachary agar tidak ikut bersamanya di dalam ruangan dimana dia akan memilih gaun pengantin yang paling tepat untuk Chiara.
Aist... apa artinya itu pak Aaron tidak ingin ada orang lain, atau lebih tepatnya laki-laki lain melihat nona Chiara dalam balutan gaun pengantin? Wah, sepertinya pak Aaron sudah mulai menunjukkan sisi possesifnya pada nona Chiara. Sikap pak Aaron hari ini sudah seperti seorang mempelai pria yang benar-benar sangat mencintai calon istrinya. Siapa yang rela ada orang lain melihat betapa cantiknya, calon istrinya saat mencoba gaun pengantinnya.
Zachary berkata dalam hati sambil menatap ke arah Aaron dengan wajah terlihat tenang, tapi Zachary bisa melihat bahwa sesekali sudut mata Aaron melirik ke arah Chiara.
Nona Chiara adalah satu-satunya gadis yang bisa membuat pak Aaron menunjukkan emosinya. Meskipun aku ingin melihat reaksi dan wajah terpesona pak Aaron saat melihat nona Chiara yang cantik dalam balutan gaun pengantin, tapi sepertinya aku harus merelakan kesempatan itu atau bonusku terkikis habis nantinya karena dianggap menentang perintah pak Aaron.
Zachary berkata dalam hati sambil tersenyum, dan langsung bergerak menjauh, untuk keluar dari ruangan itu, membiarkan Julia berbicara kepada Aaron.
"Kalau begitu Pak Aaron... apa ada permintaan khusus tentang gaun untuk nona cantik ini?" Julia segera bertanya kepada Aaron tentang bagaimana keinginan Aaron tentang bagaimana gaun yang diinginkan Aaron untuk dikenakan oleh Chiara di hari besar mereka nanti.
"Tidak ada. Carikan saja gaun yang terbaik untuknya yang kamu punya, yang paling cocok untuknya." Aaron menjawab dengan cepat, karena dia sendiri tidak tahu dan tidak bisa membayangkan bagaimana gaun yang paling cocok untuk Chiara.
Jangankan memilih gaun pengantin, memilihkan pakaian untuk seorang perempuan, mana pernah dilakukan oleh seorang Aaron.
Julia langsung tersenyum mendengar jawaban Aaron dengan mata mengamati sosok Chiara.
Calon istri pak Aaron ternyata masih muda sekali, seorang gadis remaja. Tapi dengan kecantikannya, pasti tidak akan masalah mengenakan gaun pengantin model apapun. Meskipun tubuhnya belum terbentuk sempurna, tapi melihat bentuk tubuhnya yang sekarang, jika dewasa, dia akan menjadi wanita dengan bentuk tubuh yang sempurna, yang akan membuat iri para wanita lain.
Julia berkata dalam hati dengan senyum masih tersungging di wajahnya.
Dari tinggi badan dan bentuk tubuhnya, Julia tahu kalau gadis di depannya masih sangatlah muda dan masih dalam masa pertumbuhan, tapi melihat proporsionalnya bentuk tubuh itu, Julia yakin kalau Chiara akan bagus mengenakan gaun pengantin dengan model apapun, hanya menunggu komentar, mana yang menurut Aaron paling cocok.