Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
PEMBICARAAN DENGAN GEORGE (1)



Selain itu bagaimana usaha Aaron yang selalu berusaha membantu dan menyediakan tempat sekaligus bantuan agar manusia super lainnya bisa hidup normal seperti manusia umumnya, membuat Zachary sangat salut dengan sikap Aaron, sehingga dengan kerelaan hatinya, Zachary memutuskan untuk terus berada di samping Aaron.


Yang pasti, Zachary tahu, dengan melindungi Aaron, dia juga melindungi orang-orang yang dicintainya, termasuk anak, istri dan keluarganya yang lain, yang merupakan manusia biasa, bukan mutan sepertinya.


Dan sebagai asisten pribadi Aaron, Zachary merasa itu adalah posisi yang paling cocok untuknya, karena hampir setiap waktu dia bisa berada di dekat Aaron, melindunginya secara diam-diam, bahkan tanpa disadari oleh Aaron sendiri sebagai orang yang dilindungi oleh Zachary dengan kekuatan yang dimilikinya.


Karena memang, kekuatan Zachary, membuat orang lain sulit untuk mengetahui kekuatan itu sendiri.


“Kamu tahu semua yang sudah dilakukan pak Aaron untuk para korban mutasi seperti aku. Dia banyak berjasa dalam misi menyelamatkan kami yang tidak ingin bergabung dengan Aldrich, karena itu, sampai sekarang, aku tetap mendukung dan melindungi pak Aaron. Karena tanpa dia, mungkin manusia normal di bumi ini sudah dihajar habis-habisan oleh Aldrich.” Zachary berkata sambil meminum mineral yang ada di depannya.


“Untuk saat ini, aku minta kami lebih berhati-hati, dan juga lebih sering berada di dekat pak Aaron, agar mutan lain seperti Aldrich tidak bisa mendekatinya. Dan kamu sendiri, harus bisa menjaga diri dengan baik. Kalau Aldrich menyadari ada mutan dengan kekuatan sepertimu, dia juga pasti akan mengejarmu seperti dia mengejar pak Aaron.” Anna berkata sambil melanjutkan makannya, tidak ingin terlambat untuk pergi ke tempat kerjanya hari ini.


“Tenang saja honey, selama bertahun-tahun aku berhasil melakukannya dengan baik. Aku berharap, pak Aaron segera menemukan cara untuk menghentikan Aldrich, agar manusia super seperti kami, yang hanya ingin hidup tenang, bisa menjalani kehidupan normal kami bersama orang-orang yang kami cintai. Dulu, meski sudah cukup lama, aku sempat mendengar kalau pak Aaron berencana untuk benar-benar melawan Aldrich untuk menghentikan rencana gilanya menguasai dunia. Aku harap itu bisa segera terlaksana.” Zachary berkata sambil menggenggan erat salah satu tangan istrinya dengan kedua tangannya.


Zachary berusaha menenagkan hati istrinya, yang pagi ini terlihat gundah.


“Honey, jika waktunya tiba, dan tepat, pasti aku akan memberitahukan pada pak Aaron tentang siapa aku. Tapi itu tidak sekarang, tunggulah sebentar lagi, karena aku masih ingin hidup normal seperti biasanya, tanpa orang lain tentang siapa aku, kecuali dirimu tentunya.” Zachary mengakhiri kata-katanya dengan mengangkat tangan istrinya ke wajahnya, dan mencium punggung telapak tangan istrinya dengan lembut menggunakan bibirnya.


# # # # # # #


“Katakan pada kami, apa hasil dari penelitianmu yang sempat kamu katakan padaku kemarin.” Tanpa basa basi, begitu mereka bertiga sudah duduk di sofa yang ada di kamar hotel George, Aaron langsung bertanya tentang hal yang sudah sangat membuatnya merasa begitu penasaran, dan membuatnya tidak bisa tenang, bahkan membuatnya tidak bisa tidur semalaman.


“Maaf Aaron, ini masih sekedar analisaku. Tapi aku tidak tahu apakah hasilnya bisa seperti yang aku pikirkan.” George berkata sambil menghela nafasnya.


Jujur saja dia ingin sekali membantu Aaron dalam hal ini, meskipun George sendiri masih ragu dengan hasil penelitian yang berhasil dia dapatkan setelah bertahun-tahun dia berusaha menemukan jalan keluar untuk Aaron dan Chiara.


“Chiara… kamu lahir di bulan x, di tahun 20xx, benarkah seperti itu?” Pertanyaan George langsung dijawab dengan sebuah anggukan kepala oleh Chiara.


Aaron sendiri langsung mengernyitkan dahinya, karena tidak mengerti dengan arah pertanyaan George tentang bulan dan tahun lahir Chiara.


“Setelah kelahiranmu, ommu yang merupakan kakak dari mamamu memberikan sebuah hadiah kepada mamamu, sebuah liontin yang langsung dikenakan oleh mamamu kepadamu, sejak hari pertama kamu lahir.” Lagi-lagi Chiara menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan dari George.


Chiara ingat dia selalu mengenakan kalung dengan liontin berbentuk ovel, dan di bagian tengahnya terdapat sebuah batu yang sangat indah.


“Aku masih mengenakan itu sampai sekarang kok, karena bagiku itu salah satu kenang-kenangan berharga yang mengingatkan aku tentang mama dan omku.” Chiara berkata sambil merogoh liontin yang ada di balik pakaiannya, dan mengeluarkannya.


Aaron sedikit melotot melihat George yang memandang ke arah dada Chiara, dimana liontin itu tampak tergantung di sana, setelah Chiara mengeluarkan dari balik pakaiannya.


Meskipun Aaron tahu kalau George sedang melihat ke arah liontin itu, tetap saja dia merasa tidak nyaman seorang laki-laki lain memandang ke arah istrinya, di bagian dadanya.


Untung saja George segera tanggap dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Aaron padanya, sehingga membuat George segera mengalihkan pandangan matanya.


“Aaron, tolong bantu istrimu melepaskan liontin itu dari kalung yang dikenakannya.” Akhirnya George mengucapkan permintaannya pada Aaron, agar api cemburu di mata ambernya sedikit mereda.


Dan seperti dugaan George, dengan senyum tipis di wajahnya, Aaron langsung memiringkan posisi duduknya, dengan kedua tangannya terulur ke bagian belakang leher Chiara, untuk melepaskan kalung itu.


Sentuhan jari-jari tangan Aaron di tengkuknya membuat tubuh Chiara hamoir saja tersentak, dengan dada yang langsung berdetak kencang.


Untuk pertama kalinya Chiara membiarkan seorang pria menyentuh tengkuknya, dan meskipun itu adalah orang yang sudah menjadi suaminya, Chiara harus menahan nafasnya beberapa saat untuk bisa mengendalikan rasa canggungnya.


“Kenapa dengan liontin ini?” Aaron berkata sambil menyerahkan kalung beserta liontin milik Chiara kepada George yang langsung menerimanya, mengamatinya dengan seksama.


“Sebentar, aku harus memastikannya dengan baik terlebih dahulu. Tunggu.” Selesai mengucapkan kata-katanya, George bangkit dari duduknya, masuk ke arah kamar, dan sebentar kemudian kembali dengan membawa kaca pembesar, dan juga beberapa lembar kertas yang dia bendel dengan rapi.


Untuk beberapa saat, Aaron dan Chiara sama-sama terdiam, sambil mengamati apa yang sedang dilakukan oleh George dengan sikap yang terlihat begitu serius.


“Chiara, ommu yang tadi kita bicarakan, adalah kakak mamamu yang 4 tahun lalu meninggal karena serangan jantung. Namanya adalah Bagus. Dan sempat tinggal lama di Amerika sebelumnya. Apa itu benar?”


“Eh…” Chiara bergumam lirih sambil menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari George, karena Chiara tidak menyangka kalau George bisa tahu dengan detail tentang keluarganya.


“George, apa hubungannya semua yang kamu katakan itu dengan hasil penelitianmu?” Aaron langsung bertanya kepada George karena merasa semakin penasaran dengan pembicaraan hari ini.


“Begini… ini masih analisa sementaraku. Bagus, yang merupakan paman dari Chiara, sempat tinggal di Amerika untuk beberapa lama, sampai dia menikah dan akhirnya memutuskan kembali tinggal di Indonesia. Di Amerika, dia tinggal di wilayah tempat tinggalmu dulu Aaron. Dan karena dia adalah pengusaha jual beli barang-barang antik, dia memiliki banyak benda aneh, termasuk potongan meteor yang waktu itu jatuh dan menimbulkan efek radiasi bagi beberapa orang diantara kalian, termasuk kamu.” Penjelasan George membuat kening Aaron mengernyit karena rasa penasaran yang semakin bertambah besar.