
Sarah bisa melihat kalau gadis cantik di depannya itu, begitu menyukai putra sulungnya, terlihat begitu jelas, karena setiap kali mendengar nama Aaron disebutkan, sikap Chiara terlihat gugup dengan wajah memerahnya ditambah dengan sikap malu-malu.
"Ah ya, mama tadi juga sengaja membelikan cake stroberi kesukaan Aaron. Mungkin nanti sepulang kerja dia mampir kesini, kamu bisa memberikannya pada Aaron." Sarah berkata tanpa menyadari adanya sebuah tatapan yang terlihat tidak nyaman dari mata Grayson begitu mendengar tentang keperdulian Sarah terhadap Aaron.
"Nanti aku akan hubungi om Aaron Ma, supaya dia mampir ke sini." Chiara langsung menjawab dengan cepat, merasa senang hari ini bahkan tanpa disangka-sangka olehnya, dia mendapatkan alasan untuk mengirimkan pesan pada Aaron, untuk dapat memintanya agar datang karena alasan kue stoberi.
"Apa kamu ada sesuatu yang lain, yang masih diperlukan Chiara? Yang perlu mama bawakan ke sini?" Sarah bertanya sambil sedikit menyipitkan matanya, mencoba berpikir kira-kira apa yang kurang dan diperlukan Chiara di sini.
"Tidak Ma... Tidak... rasanya semuanya sudah tersedia semua di sini. Bahkan semalam aku baru tahu om Aaron menyimpan banyak makanan ringan dan kami nikmatinya bersama tadi malam sambil membicarakan tentang kuliahku, bersama pak Zac juga." Sekilas Sarah mengernyitkan dahinya, tapi sebentar, wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang tidak lagi muda itu langsung tersenyum.
"Dimana kalian mengobrol semalam?" Dengan tatapan mata terlihat penasaran, Sarah langsung bertanya kepada Chiara.
"Di ruang tengah Ma." Dengan cepat Chiara menjawab, dan langsung membuat mata Sarah sedikit terbeliak karena kaget dengan jawaban Chiara.
"O ya? Hebat sekali kamu Chiara. Aaron itu orang yang sejak kecil selalu menyukai kerapian dan kebersihan. Dia sangat menyukai keteraturan dan tidak suka sesuatu yang terlihat berantakan dan tidak pada tempatnya. Sejak kecil dia tidak akan pernah mau makan kecuali di meja makan, meskipun itu hanya sekedar makanan ringan atau kue. Dan semalam dia memperbolehkan kamu makan di ruang tengah? Kamu benar-benar sudah membuat Aaron menjadi penurut sekali denganmu." Mendengar kata-kata Sarah, Chiara langsung terkikik geli, dengan sikap tidak percayanya.
"Tidak mungkin Ma. Mungkin memang sekarang om Aaron karena sudah dewasa, om Aaron jadi bersikap lebih fleksibel dan tidak terlalu kaku lagi. Mungkin kebiasaan om Aaron sudah berubah." Chiara berkata dengan senyum lebar masih tersungging di bibirnya.
"Aaron bukan orang yang fleksibel sama sekali." Sebuah perkataan yang meluncur dari bibir Grayson dengan nada terdengar sedikit sinis, membuat senyum di wajah Chiara tiba-tiba menghilang, karena cukup kaget melihat bagaimana cara Grayson menyebutkan tentang Aaron dengan nada seketus itu.
Padahal bagi Chiara sendiri, sosok Aaron adalah sosok laki-laki sempurna yang begitu disukainya, sehingga tentu saja dia tidak akan rela kalau sampai seseorang menjelek-jelekkan atau tidak menyukai Aaron.
"O... maksudku, Aaron bukan orang yang mudah berubah pendirian dalam waktu singkat, apalagi kebiasaannya sejak kecil...." Melihat wajah kaget Chiara mendengar kata-katanya tentang Aaron yang diucapkannya dengan nada ketus, membuat Grayson buru-buru berusaha memperbaiki kata-katanya dan juga sikapnya saat mengatakan hal tentang Aaron.
Entah kenapa, bagi Grayson, wajah ceria Chiara yang tiba-tiba terlihat mendung, membuat hatinya merasa ikut tidak tenang, sehingga dia segera berusaha untuk membuat suasana kembali normal.
"Yang penting sekarang dengan keberadaanmu Aaron sepertinya banyak berubah. Mama harap, ke depannya kamu bisa membuat Aaron bisa lebih terbuka dan tidak lagi sibuk dengan pekerjaan sehingga lupa waktu. Dan yang paling penting... dengan menikahimu, Aaron bisa mendapatkan kebahagiaan." Sarah langsung memutus perkataan Grayson yang sedikit menahan nafasnya, dengan mata melirik ke arah Sarah, yang baginya selalu bersikap terlalu baik pada Aaron, yang menurutnya tidak pantas mendapatkan kebaikan mamanya itu, setelah Aaron menyebabkan kakak perempuannya meninggal.
"Aku dengar, almarhum kedua orangtuamu memiliki bisnis perhotelan. Apa ke depannya kamu berusaha untuk tetap melanjutkan usaha itu?" Tiba-tiba Grayson langsung mengucapkan pertanyaan yang jelas-jelas dia lakukan untuk menghindari agar Chiara dan Sarah agar tidak terus menerus membicarakan dan menyebutkan tentang Aaron yang membuat kepalanya sakit, dan hatinya merasa kesal, berusaha mengalihkan pembicaraan dengan cepat.
Dan seperti harapan Grayson, Chiara yang memang polos, langsung terbawa dengan rencana Grayson, apalagi pertanyaan itu menyangkut tentang usaha peninggalan kedua orangtuanya yang begitu ingin dia jaga dan juga kembangkan dengan baik di masa depan.
Apa cita-cita Chiara, rencananya untuk masa depan, juga hal-hal apa saja yang disukai dan tidak disukainya, termasuk kedidupan Chiara sebelum mengenal Aaron.
Dan bagi Chiara, dia merasa sangat beruntung karena mereka berdua tidak mempertanyakan bagaimana di usia semuda sekarang, alasan apa yang membuat dia bersedia menikah dengan Aaron, dan mereka juga tidak mengungkit kapan mereka bertemu, dan alasan apa yang membuat Aaron ingin buru-buru menikahinya, tidak menunggu sampai Chiara cukup dewasa.
# # # # # # #
Dada Chiara berdetak semakin kencang sejak pertama kalinya dia memasuki ruang venue, tempat yang akan digunakan untuk diadakannya acara pernikahannya besok siang.
Hari ini adalah hari dimana Aaron mengajak Chiara untuk melakukan pengecekan ruang tempat pernikahan mereka akan diadakan.
Grace dan Jaka yang datang bersama dengan Chiara karena mereka akan menjadi pengiring pengantin, tampak menatap dengan pandangan kagum dan teresona melihat mewahnya ruang yang akan digunakan untuk acara pernikahan Chiara dan Aaron, meskipun area venue itu tidak terlalu luas, karena memang mereka hanya akan mengundang sedikit orang, tidak lebih dari 200 orang.
Hanya kerabat dekat, dan juga para sahabat yang menjadi tamu undangan. Itupun sebagian besar adalah tamu undangan dari pihak keluarga Aaron yang bahkan sengaja datang dari Amerika, karena Chiara sendiri, selain Raksa, Mona dan Revina, tidak memiliki kerabat dekat yang lain.
Rata-rata, keluarga dari orangtua Chiara, adalah anak tunggal, termasuk mamanya yang tidak memiliki saudara.
Cakra yang merupakan ayah Chiara, hanya memiliki Raksa sebagai adik kandungnya, sedangkan kakek Chiara, juga merupakan anak tunggal.
Alasan lain kenapa Chiara tidak memiliki banyak kerabat, karena beberapa dari mereka memang sudah meninggal, sehingga tidak banyak kerabat dekat yang tersisa di sekitar Chiara.
Baik Raksa dan Mona sendiri, tidak memiliki kuasa untuk mengundang banyak orang selain kerabat, karena dari pihak Aaron memang ingin pernikahan ini tidak dipublikasikan kepada pihak luar, sampai Chiara cukup dewasa.
Karena kesepakatan itu juga, Mona tidak bisa dengan mudah menyebarluaskan berita pernikahan Chiara.
Di sisi lain, Mona memang tidak ingin orang lain melihat bagaimana beruntungnya Chiara bisa menikah dengan salah satu putra dari keluarga Malverich yang terkemuka dan berpengaruh besar itu.
"Chiara, tempat untuk pernikahanmu besok mewah dan indah sekali..." Grace berkata sambil meraih tangan Chiara yang matanya masih berkeliling ke semua sudut ruangan dengan wajah terpesona, dengan tatapan mata tanpa berkedip, sejak dia mulai memasuki ruangan itu.