Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
SEMAKIN SULIT UNTUK MENGENDALIKAN DIRI



"Mungkin aku sudah sangat mengenalmu sejak lama, tapi kamu belum tahu detail tentang siapa aku dan bagaimana aku hidup selama beberapa tahun ini. Mungkin ini waktu yang tepat untuk kamu bisa lebih mengenalku, seperti kata mama tadi." Aaron berkata sambil menatap lembut ke arah Chiara yang menggerakkan kepalanya ke atas, mendongak untuk dapat memandang ke arah Aaron yang sedang menatap ke arahnya sambil tersenyum ke arahnya.


Oh My God. Kenapa om Aaron selalu terlihat benar-benar keren dan tampan sekali….


Chiara berkata dalam hati sambil menatap penuh kekaguman ke arah Aaron.


Mengenal lebih dalam tentang siapa Aaron? Mau... yang pasti Chiara mau sekali untuk itu.


"Aku juga ingin kamu bisa mengenalku dengan baik, seperti aku tahu semua hal tentang kamu sejak 7 tahun lalu." Aaron berkata sambil mengulurkan kedua tangannya ke depan.


Dan pelukan hangat dari Aaron yang tiba-tiba saja didapatkan oleh Chiara, membuat gadis itu sedikit tersentak kaget.


Tapi kehangatan, dan rasa nyaman dari pelukan Aaron, membuat Chiara menahan nafasnya sejenak, sebelum akhirnya membalas pelukan Aaron dengan perasaan bahagia dan damai.


"I love you Chiara. How lucky I am to be in love with you." (Aku mencintaimu Chiara. Betapa beruntungnya aku bisa jatuh cinta padamu). Aaron kembali berkata pelan sambil menyandarkan dagunya di kepala Chiara, sambil mengelus-elus punggung Chiara yang merasa begitu terharu dan hampir saja menangis karena terlalu bahagia saat ini mendapati dirinya yang begitu dicintai oleh Aaron.


Bagi Chiara, Aaron adalah sosok laki-laki yang begitu dicintainya, bukan sekedar sebagai suami, tapi selama dua tahun ini, meski pertemuan mereka sangat jarang sekali, tapi dalam kehidupan Chiara, Aaron sudah menjalankan peran sebagai ayah, teman, guru dan juga pelindung untuknya.


Selain itu, juga peran sebagai seorang kekasih, meskipun saat itu belum ada kata cinta yang terucap. Tapi semua tindakan romantis Aaron saat mereka menikah, saat Chiara berulang tahun, sudah merupakan tindakan seorang pria untuk kekasihnya.


Membuat hati Chiara selalu terasa hangat setiap kali mengingat tentang sosok dan nama Aaron selama dua tahun ini.


Apalagi sekarang, Aaron sudah berjanji padanya untuk tidak lagi pergi menjauh dan menghindar darinya, membuat hati Chiara dipenuhi dengan keharuan dan rasa bahagia yang tidak dapat dia ucapkan dengan kata-katanya.


"Aku ingin lebih mengenal tentang Om Aaron.... Aku ingin tahu semuanya, semua hal tentang Om Aaron, sekecil apapun itu." Chiara berkata pelan, dengan kepala bersandar di dada bidang Aaron yang terlihat menyungingkan senyumnya mendengar perkataan Chiara.


"Sebanyak apapun, sedetail apapun, aku akan membuka diri kepadamu. Seberapa banyaknya yang ingin kamu ketahui, kamu bisa mendapatkannya." Aaron langsung membalas perkataan Chiara yang akhirnya ikut tersenyum dan menggerak-gerakan kepalanya.


Sebuah gerakan mengangguk-anggukkan kepalanya yang menempel di dada Aaron. Tapi bagi Aaron gerakan itu justru seperti gerakan pipi Chiara yang sedang mengelus-elus dadanya, membuat Aaron harus menahan nafasnya dengan cepat, lalu dengan gerakan sehalus mungkin, melepaskan pelukannya, dan menjauhkan diri dari Chiara agar dia tidak lepas kendali.


"Sudah siang, makan dulu yuk." Akhirnya Aaron mengajak Chiara untuk menikmati makan siang mereka untuk menghilangkan rasa canggung dan mengalihkan pikirannya dari godaan dari Chiara, yang tidak disadari oleh Chiara sendiri.


Bagi Chiara yang masih berusia 18 tahun, dan belum mengerti tentang bagaimana hubungan antara pria dan wanita yang sudah menikah, hal baru dilakukannya kepada Aaron baginya hanya untuk menenunjukkan bagaimana nyaman dan bahagianya dia bisa berada di dalam dekapan Aaron, mendengar kata-kata mesra dari bibir suaminya itu.


Tapi bagi Aaron yang merupakan laki-laki normal dengan usia 30 tahun, yang adalah usia matang bagi seorang pria untuk menikah, tindakan Chiara benar-benar sudah membuat juniornya terpancing sehingga terbangun dari tidurnya.


(Berdasarkan ilmu kesehatan, lanjutnya, umur ideal yang matang secara biologis dan psikologis adalah 20-25 tahun bagi wanita, kemudian umur 25-30 tahun bagi pria. Usia tersebut dianggap masa yang paling baik untuk berumah tangga, karena sudah matang dan bisa berpikir dewasa secara rata-rata).


Untung saja Chiara yang masih polos, tidak melihat kondisi Aaron yang sudah berusaha begitu keras menahan hasratnya, dan sedikit bergegas ke arah meja dorong berisi makanan dan menariknya untuk dibawanya mendekat ke arah sofa yang ada di ruangan itu.


“Ayo Om, aku juga sudah lapar.” Dan seperti biasanya, dengan santainya Chiara berlari mendkeat ke arah Aaron, dan langsung menarik salah satu lengan Aaron, memeluknya dengan erat sehingga menyentuh bagian dadanya yang lembut dan hangat bagi lengan Aaron itu.


Dan yang pasti membuat Aaron semakin sulit untuk menidurkan kembali juniornya yang mulai terbangun tadi. Dan entah apakah sampai malam nanti Aaron akan sanggup mengendalikan diri jika Chiara terus menggodanya seperti itu.


# # # # # # # #


Begitu selesai menikmati makan siang mereka berdua, Aaron dan Chiara memilih untuk duduk berdua sambil menonton drama korea lewat layar televisi berukuran 50 inchi yang terkoneksi dengan internet.


Kalau boleh jujur, Aaron sebenarnya tidak pernah sekalipun menonton drama korea.


Selain karena kesibukannya selama ini, baginya menonton drama bukanlah hal yang umum dilakukan oleh seorang pria sepertinya.


Namun karena Chiara dengan nada memohonnya meminta dia menemani menonton, akhirnya mau tidak mau Aaron jadi merelakan dirinya untuk ikut menonton drama itu.


Awalnya Aaron berpikir kalau dia akan mengantuk selama menonton drama korea, tapi pada kenyataannya, Aaron justru terlihat serius dan begitu menikmati alur cerita drama korea itu, sehingga tanpa sadar, dia sudah menonton 3 episode langsung, bahkan tanpa berhenti sama sekali.