
Setelah Aaron selesai menulis dan menandatangani cek itu, dengan sigap Zachary melepaskan penjepit kertas itu, dan menarik selembar cek yang sudah ditandatangai oleh Aaron barusan.
"Maaf Bu Mona, meskipun besok proses tanda tangan nona Chiara belum bisa dilakukan jika pak Aaron dan nona Chiara masih ada kesibukan besok, tapi saya pikir uang yang tertulis di cek ini akan lebih dari cukup untuk menggantikan biaya untuk kebutuhan nona Chiara untuk beberapa hari ke depan...." Zachary berkata sambil menyodorkan selembar cek yagn sudah berisi tanda tangan Aaron beserta sejumlah uang yang dituliskan oleh Aaron barusan.
Mata Chiara sedikit terbeliak ketika sekilas sempat melirik angka yang dituliskan Aaron di selembar cek tunai itu.
Meskipun tidak bisa melihat dengan begitu jelas bagian angka paling depan yang tertulis pada cek itu, tapi melihat 8 angka nol di belakang angka paling depan, menunjukkan bahwa Aaron sudah menuliskan angka ratusan juta di cek itu, jumlah uang yang bagi Chiara yang masih remaja itu, terlalu banyak untuknya.
Apalagi jika uang sebanyak itu ditujukan hanya untuk sekedar makan.
Wah... om Aaron benar-benar.... Aduh... bagaimana ya mengatakannya? Padahal besok aku sudah bisa melakukan proses tanda tangan berkas penarikan dana. Kenapa om Aaron memberikan uang sebanyak itu pada tante Mona?
Chiara berkata dalam hati dengan wajah bingung, harus berkata apa untuk tindakan Aaron barusan.
Padahal harusnya om Aaron tidak perlu memberikan uang pada tante Mona, apalagi sebanyak itu, yang pastinya akan dihabiskan oleh tante Mona tanpa bekas untuk dia sendiri dan anak gadis kesayangannya.
Chiara kembali berkata dalam hati sambil melirik ke arah Mona yang terlihat ragu menerima lembaran cek itu, tapi Chiara bisa melihat dengan jelas bagaimana mata Mona yang berkilat senang dan berbinar karena melihat angka yang tertulis di atas selembar cek itu.
Ist... dasar tante Mona, berpura-pura terlihat canggung menerima cek itu, padahal matanya sudah jelas-jelas terlihat hijau begitu membaca angka di cek itu.
Lagi-lagi, Chiara berkata dalam hati, tepatnya mengomel, merasa kebaikan Aaron hari ini membuatnya sedikit kesal dan juga sedikit kecewa, karena baginya uang itu tidak seharusnya diberikan oleh Aaron dengan sedemikian mudah pada tante Mona dan Revina, yang biasanya toh lebih banyak dihabiskan olehnya, daripada Chiara yang menghabiskannya.
Aaron sendiri, baginya tidak sulit untuk menuliskan jumlah yang lebih besar dari itu, tapi dia juga tidak ingin memberikan sesuatu yang sia-sia karena belum tentu Chiara yang akan menggunakan uang itu, melihat bagaimana karakter Mona yang sedikit banyak diketahui oleh Aaron.
Setelah Aaron melihat bagaimana Mona menerima cek itu tanpa ada komentar sedikitpun, bahkan ucapan terimakasih, Aaron langsung memandang ke arah Zachary yang segera menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang sedang diinginkan oleh Aaron.
"Kalau begitu, Bu Mona, Pak Raksa, kami akan mengajak nona Chiara untuk pergi sekarang." Zachary kembali mewakili Aaron untuk mengucapkan keinginan Aaron untuk segera pergi meninggalkan rumah yang baginya suasananya terlihat tidak ramah itu.
"O ya, silahkan Pak...."
"Ah, ya Pak Zachary, silahkan saja. Semoga semua urusan kalian lancar. Hati-hati di jalan Chiara, jangan pulang terlalu malam." Raksa langsung berkata sambil menyenggol lengan atas istrinya, yang matanya masih terpaku pada selembar cek yang ada di tangannya, dan tidak memperdulikan kepergian Chiara dan Aaron.
Dengan adanya cek itu, Mona tahu, itu artinya dia akan mendapatkan tambahan uang yang cukup banyak untuk bisa dia gunakan untuk mengupgrade perhiasan yang akan dia beli, atau bisa juga dia gunakan untuk membeli sesuatu yang lain, yang bisa dia pamerkan pada teman-temannya besok di acara arisan.
"Baik, selamat sore. Setelah selesai, kami akan segera mengantar nona Chiara pulang kembali setelah urusan pak Aaron dan Chiara selesai." Zachary berkata kepada Mona dan Raksa, setelah itu, Zachary menganggukkan kepalanya kepada Aaron, untuk kemudian dia dengan langkah bergegas, berjalan mendahului Aaron dan Chiara ke arah mobil ferrari berwarna merah milik Aaron.
Ah, akhirnya aku benar-benar pergi berdua dengan om Aaron.... Akh... benar-benar seperti mimpi!
Chiara bersorak kegirangan dalam hati, dengan matanya yang sesekali melirik ke arah wajah Aaron dengan sedikit mendongak karena jauhnya perbedaan tinggi tubuhnya dengan Aaron yang merupakan keturunan Amerika Indonesia, dengan tinggi tubuhnya mencapai 190 cm.
Apalagi Chiara selain memiliki gen Asia murni, dia juga masih berusia 16 tahun, sehingga tinggi tubuh yang dimilikinya sekarang belumlah mencapai batas tinggi maksimal, sehingga terlihat begitu mungil berdiri di samping Aaron.
Chiara harus berjalan dengan cepat agar bisa mengimbangi langkah-langkah lebar Aaron karena tungkai kakinya yang jauh lebih panjang darinya.
Karena terlalu senangnya, Chiara yang berjalan di samping Aaron bahkan terkesan berlari-lari kecil dengan sedikit lompatan, membuat Aaron yang langsung menyadari bahwa Chiara berusaha keras untuk dapat berjalan tepat di sampingnya langsung memperlambat dan memperpendek langkah-langkah kakinya.
Chiara yang menyadari bagaimana Aaron sengaja memperlambat langkah kakinya untuk membuatnya berjalan dengan lebih santai di sampingnya, meskipun Aaron tidak memandang ke arahnya sedikitpun, membuat wajah Chiara tersipu malu.
Ah... om Aaron romantis sekali.... Om Aaronku benar-benar keren.... Tidak hanya tampan, tapi juga baik hati, dan juga sangat perduli dan perhatian.... bagaimana aku tidak benar-benar menyukaimu om Aaron, kalau om Aaron selalu bersikap sebaik itu padaku.
Tanpa sadar dalam hati Chiara terus memuji kebaikan Aaron yang wajahnya tampak tetap datar dan tenang tanpa ekspresi, dengan pandangan mata lurus ke depan, seolah tidak sadar ada Chiara yang berjalan di sampingnya.
Zachary yang sudah berdiri di dekat mobil dan sudah membukakan pintu mobil untuk Aaron dan Chiara tampak menyungingkan senyum geli melihat tingkah Chiara yang terlihat begitu ceria dan tubuhnya bergerak lincah, sedangkan Aaron terlihat begitu dingin dan berjalan dengan penuh wibawa, benar-benar seperti seorang om yang sedang mengajak keponakannya pergi berjalan-jalan.
Dan dua orang yang sifat dan kepribadiannya sungguh bertolak belakang, yang sedang berjalan berdampingan itu, justru membuat Zachary begitu senang melihatnya, dan yakin bahwa kedua sifat yang bertolak belakang itu bisa saling melengkapi dan mengisi ke depannya, terutama Chiara yang diharapkan Zachary bisa membuat kehidupan Aaron lebih berwarna dan cerah.
Begitu berada di dekat mobilnya, Aaron langsung berjalan ke arah sisi lain mobil, membuka pintu mobil bagian penumpang untuk dirinya sendiri, membiarkan Zachary yang sedang membuka pintu, melakukannya itu untuk Chiara.