
"Tapi Chiara, serius... aku jadi penasaran dengan om Aaronmu yang bisa menahan diri padahal memiliki istri sepertimu." Grace kembali mempertanyakan kenapa Aaron tidak segera meminta haknya sebagai suami kepada Chiara yang bukan hanya cantik, tapi tubuhnya juga indah dan mengagumkan sebagai seorang perempuan.
"Atau mungkin... alasan lain om Aaron masih bertahan tidak menyentuhmu yang tubuhnya semlohai ini, karena adanya perempuan lain yang dia cintai? Padahal aku saja iri dengan bentuk tubuhmu yang aduhai ini, yang bahkan tidak kalah dengan para artis terkenal." Meskipun Grace mengucapkan kata-katanya dengan tersenyum geli sambil matanya mengamati Chiara dari ujung kepala sampai ujung kaki, tapi Grace benar-benar serius, merasa penasaran dengan apa yang terjadi antara Aaron dan Chiara.
Hah... maaf Chiara, meskipun om Aaron terlihat sangat baik dan begitu perhatian padamu, aku jadi khawatir kalau ternyata dia memang benar-benar mencintai perempuan lain, makanya dari awal dia ingin pernikahan kalian hanya di atas kertas, dan hanya selama 4 tahun saja.
Grace berkata dalam hati, dengan tatapan mata terlihat ikut khawatir dengan nasib sahabat baiknya itu, apalagi Grace tahu kalau sejak pernikahan mereka, Chiara sudah benar-benar jatuh cinta pada Aaron.
Dan untuk Chiara yang baru pertama kalinya jatuh cinta, Grace tahu kalau sampai Aaron tidak membalas cintanya, pasti Chiara akan sangat terpuruk, apalagi mereka sudah sempat menikah.
Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Chiara jika om Aaron benar-benar menceraikan Chiara yang sekarang begitu memuja suaminya itu. Padahal sejak ditinggal pergi oleh kedua orangtuanya, Chiara menganggap om Aaron adalah segalanya dalam hidupnya. Kira-kira, apa yang bisa aku lakukan untuk membantu Chiara mendapatkan hati om Aaron? Dan kira-kira siapa perempuan yang dicintai oleh om Aaron? Aku sepertinya harus membicarakan hal penting ini dengan Jaka secepatnya. Sebagai sesama pria, mungkin Jaka punya ide yang lebih baik dari ideku untuk membantu Chiara.
Grace mulai berangan-angan, mencari cara untuk membuat Aaron jatuh cinta pada Chiara, dan bisa melupakan rasa cintanya pada perempuan lain.
Kata-kata Grace tentang perempuan lain, membuat Chiara menghela nafasnya.
"Mungkin perempuan itu adalah Angelina. Dengan kecantikan, penampilan modis dengan tubuhnya yang sekk...ssi... dan juga... satu-satunya perempuan yang pernah aku lihat dekat dengan om Aaron. Mungkin dia adalah perempuan yang dicintai om Aaron." Chiara berkata dengan nada sedih, sedang Grace langsung melotot mendengar kata-kata Chiara tentang Angelina.
"Angelina? Yang waktu di pernikahan kalian memakai pakaian ketat dan kurang bahan itu? Membuat mata banyak pria melotot ke arahnya, dan mungkin beberapa diantara mereka menelan ludah mereka sendiri saat melihat sosoknya, atau bahkan meneteskan air liurnya itu? Ck ck ck... kalau benar dia, rival yang cukup berat buatmu. " Pertanyaan Grace hanya dijawab dengan sebuah anggukan lemah dari Chiara, bahkan terkesan sedikit putus asa dan tatapan mata tidak percaya diri.
"Angelina yang itu?" Grace berbisik pelan, cukup merasa maklum kalau Chiara merasa tidak percaya diri jika perempuan yang bersaing dengannya adalah Angelina, yang selain penampilannya juga menarik dan cantik, wanita itu berusia jauh di atas Chiara, sehingga memberikan kesan dewasa dan berani, yang mungkin membuat pria akan rela bertekuk lutut di bawah kakinya karena terpikat oleh pesonanya.
"Betul dia orangnya. Dan dia besok datang ke Indonesia. Tadi aku dengar besok om Aaron punya janji bertemu dengannya jam 11 siang, setelah itu baru mengajakku bertemu dengan para pimpinan di perusahaan papaku." Dari perkataan yang diucapkan oleh Chiara, Grace bisa melihat kalau Chiara terlihat tidak senang, dan merasa khawatir dengan pertemuan antara Aaron dan Angelina.
"Kan Angelina memang wakil Aaron di Amerika, wajar saja kan mereka bertemu?" Pertanyaan Grace membuat Chiara mendd... esah pelan.
"Tapi Chiara, sebelum menikah denganmu, om Aaron kan sudah mengenal Angelina? Kalau om Aaronmu memang tertarik padanya, bukannya dengan mudah dia menjalin hubungan dengan Angelin, bahkan menikah dengannya? Tapi kenapa om Aaron justru menikah denganmu? Aku justru berpikir mungkin perempuan lain yang sudah membuat om Aaron jatuh cinta, itupun kalau benar om Aaron suka dengan perempuan lain, bukan denganmu." Grace merasa tidak masuk akal jika Aaron menyukai Angelina tapi menikahi Chiara.
Hah! Om Aaron ini memang begitu penuh dengan misteri. Sebenarnya apa yang sedang berusaha disembunyikan oleh om Aaron dari semua orang? Benar-benar mencurigakan.
Grace berkata dalam hati, tanpa berani mengungkapkan pemikirannya pada Chiara yang pasti akan mengomelinya karena sudah berpikir yang tidak-tidak tentang laki-laki yang begitu dicintai oleh Chiara itu.
"Memang dia cantik, sekk...ssi dan juga berani. Tapi jangan lupa Chiara, kamu juga cantik dan sekk...ssi, kalau kamu mau mengubah penampilanmu. Kamu tidak kalah kok dengannya. Hanya saja kamu memang terbiasa berpakaian polos dan apa adanya, karena usia kita kan memang masih muda, jadi kenapa harus berpura-pura dewasa segala?" Grace berkata sambil membayangkan sosok Angelina yang memang bisa membuat para lelaki hidung belang dengan pikiran mesumnya menelan ludahnya sendiri dan juga mimisan karena menginginkannya sebagai penghangat tempat tidur mereka.
Mendengar kata-kata Grace yang terakhir, tiba-tiba saja membuat Chiara tersenyum dan langsung bangkit berdiri karena sudah menemukan sebuah ide yang dia pikir adalah ide paling bagus untuk menghadapi Angelina besok.
"Ayo kita segera selesaikan urusan kita di kampus sekarang. Setelah ini ada hal penting yang harus aku lakukan." Chiara berkata kepada Grace sambil menggerak-gerakkan tangannya untuk mengajak Grace segera bangkit dari duduknya.
"Lho... kenapa tiba-tiba...." Grace terlihat bingung dengan wajah Chiara yang tiba-tiba terlihat ceria kembali dalam hitungan menit, setelah barusan wajahnya terlihat murung begitu mereka membicarakan tentang Angelina.
"Aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan besok untuk menghadapi Angelina." Chiara memotong perkataan Grace, sambil menarik pergelangan tangan Grace dan mengajaknya pergi menuju kampusnya, untuk mengecek jadwal kuliah yang kemarin belum keluar.
"Kita ke jurusanku dulu ya. Setelah itu aku akan mengantarmu ke jurusanmu." Chiara berkata sambil berjalan dengan memeluk lengan Grace yang hanya bisa mengikuti langkah-langkah Chiara yang terlihat sudah kembali ceria seperti biasanya.
"Oke." Akhirnya Grace memilih untuk sementara tidak lagi membicarakan tentang hal itu, karena tidak ingin lagi merusak suasana hati Chiara yang sedang bahagia karena kedatangan Aaron kemarin siang dan keputusannya untuk kembali tinggal di Indonesia.
"Eh, Chiara, siapa tadi yang mengantarmu ke kampus dengan mobil ferrari merahnya?" Tiba-tiba ada seseorang yang berjalan mendekat ke arah Chiara sambil melontarkan pertanyaan, begitu Chiara dan Grace berada di dekat layar monitor berukuran besar yang menempel pada salah satu dinding gedung di jurusan Chiara yang berisi pengumuman yang berkaitan dengan jurusan perhotelan.
Meskipun Aaron tidak sempat keluar dari mobil ferrarinya ketika mengantar Chiara, tapi karena tadi Aaron sempat membuka kaca mobil yang ada di sampingnya ketika sedang mengamati Brandon, membuat beberapa mahasiswi maupun mahasiswa bisa melihat laki-laki keren dengan mobil mewahnya yang mengantar Chiara ke kampus hari ini.