
Bahkan Grayson sengaja mengirimkan beberapa foto Chiara yang baginya terlihat cantik dan menggemaskan ke aplikasi pesan singkat miliknya sendiri, dan langsung menyimpannya di gallery handphonenya, melalui handphone Chaira yang digunakannya untuk mengambil foto, sebelum Chiara tahu dan menghapus atau membatalkan pesan itu.
Dan tanpa sepengetahuan Chiara, sebenarnya Grayson tidak benar-benar kesal karena harus mengambil foto-foto Chiara hingga puluhan kali, agar dia bisa mendapatkan foto terbaik untuk Aaron.
Grayson sengaja menyingkir dari tempat itu, agar dia bisa segera menyimpan foto yang dia kirim ke pesan singkat ke handphonenya sendiri tadi.
“Semoga om Aaron suka dengan foto yang aku kirimkan meskipun sedikit terlambat. Ahh… kenapa juga kemarin aku lupa mengirimkan foto-foto itu.” Chiara bergumam pelan sebelum akhirnya meletakkan handphonenya di atas nakas, dan dia mulai bersiap untuk tidur nyenyak sambil berharap bisa memimpikan Aaron malam ini.
Aaron yang sejak beberapa waktu lalu sudah duduk di lantai balkon, dengan kedua lututnya ditekut, punggung bersandar di dinding balkon dan mendongakkan kepalanya ke atas, hanya bisa tersenyum tipis sambil menahan airmatanya untuk tidak turun mendengar gumaman pelan dari bibir Chiara yang bisa didengarnya dengan begitu jelas, dari balik dinding kamar yang memisahkan mereka itu.
Setelah berjam-jam menyendiri di atas gunung tadi, akhirnya Aaron kembali pulang ke mansion, membuang pakaiannya yang sudah robek disana sini ke tempat sampah, mandi dan berganti pakaian.
Setelah itu sengaja melakukan teleportasi dan duduk di lantai balkon kamar Chiara, sambil mendengar suara-suara yang ditimbulkan oleh Chiara sepanjang malam ini, sampai istrinya itu tertidur.
Dan disinilah Aaron sekarang, di balkon, dengan bersandar pada dinding kamar Chiara, duduk diam tanpa mengubah posisi duduknya untuk waktu yang lama.
Begitu Aaron yakin Chiara sudah tertidur pulas, Aaron berdiri, dan berjalan tanpa suara ke arah jendela kamar Chiara, yang seperti biasanya, selalu membiarkan tirai kamarnya terbuka.
Dengan tatapan mata ambernya yang terlihat lelah sekaligus sayu karena rasa putus asa, Aaron memandang ke arah tubuh Chiara yang sudah tertidur dengan wajahnya yang terlihat damai, bibirnya yang menyungingkan senyum manis, yang selalu terbayang dalam pikiran Aaron, membuat cinta laki-laki itu semakin dalam pada gadis kecilnya.
“Mmmm….” Sebuah gumaman pelan dengan senyum bahagia tersungging di bibir Chiara dalam tidur nyenyaknya, membuat Aaron menahan nafasnya, dengan mata menatap ke arah Chiara tanpa berkedip sedetikpun, seolah takut kalau dia berkedip, tiba-tiba sosok Chiara menghilang dari pandangan matanya.
My little girl… semoga kamu selalu bahagia. Milikilah mimpi indah di setiap tidurmu. Kamu harus bahagia meskipun mungkin bukan aku yang bisa membuatmu bahagia.
Aaron berbisik pelan dalam hati, dan berniat melakukan teleportasi agar kembali ke Amerika, sampai didengarnya dengan jelas, sebuah gumaman pelan dari bibir mungil Chiara, karena mengigau seperti biasanya.
“Om Aaron… tolong jangan pergi dariku…. Aku akan belajar dengan giat, agar bisa menjadi gadis yang pantas untuk dicintai oleh om Aaron….” Suara gumaman dari bibir Chiara dalam tidurnya itu, membuat Aaron memegang dadanya yang berdebar keras, dan membuat Aaron menoleh kembali ke arah Chiara yang posisinya sudah berubah, sedang tidur sambil memeluk erat gulingnya, dengan wajah terlihat bahagia dan senyum manis masih tersungging di bibirnya.
Chiara… apa yang harus aku lakukan sekarang? Tolong beritahukan padaku… apa yang harus aku lakukan untuk kebahagiaanmu? Tolong katakan padaku… apapun… apapun akan kulakukan untukmu, asal kamu aman dan bahagia…. Jika aku pergi menjauh, kalau aku menghilang dari hidupmu, bisakah kamu sedikit demi sedikit melupakan aku? Dan bahagia tanpa aku?
Aaron berkata dalam hati sambil menatap nanar ke arah Chiara, dengan kedua tangannya terkepal erat di samping kanan kiri tubuhnya.
Begitu Aaron merasakan emosinya yang kembali menguasai hatinya, dengan cepat Aaron pergi meninggalkan balkon kamar Chiara, berlari ke arah gedung tertinggi yang ada di kota itu, berdiam diri selama beberapa menit, sampai akhirnya dia memutuskan untuk segera kembali ke Amerika dengan teleportasi.
# # # # # # #
Revina merasa sedikit beruntung, karena sejak pertemuan pertama mereka, Richard tampak sibuk, karena harus pergi keluar negeri untuk waktu yang cukup lama, sehingga dia memiliki banyak kesempatan untuk memikirkan yang terbaik yang bisa dilakukannya.
"Revina...." Suara Dani yang memangggil namanya dengan lembut membuat tubuh Revina tersentak kaget.
"Melamunkan siapa? Tega sekali? Aku ada di depanmu, justru kamu melamun." Dani berkata sambil tersenyum.
Teguran dari Dani yang diucapkannya tanpa melibatkan emosi, membuat Revina tersenyum.
Dari sekian banyak pria yang dikenalnya, satu hal yang membuat Revina jatuh cinta pada Dani adalah kesabarannya yang sepertinya tidak ada batasnya jika itu menyangkut tentang dirinya.
Revina sadar bahwa dia bukan orang yang sabaran, dan juga tidak pernah mau mengalah dengan siapapun.
Tapi selama mengenal Dani, Revina tahu laki-laki itu tidak pernah sekalipun marah, apalagi membentaknya, dan selalu mengalah daripada berdebat dan ribut dengan Revina.
Kamu benar-beanr pria yang sangat baik Dani. Dan itu membuat posisiku begitu sulit untuk memilih antara kamu dan Richard.
Revina berkata sambil menatap ke arah Dani dengan perasaan bersalahnya, karena meskipun belum memutuskan apapun, Revina sudah menduakan Dani dalam hatinya.
"Melamunkan kamu tentunya." Revina berkata sambil tersenyum ke arah Dani, mencoba menghapuskan rasa bersalahnya pada Dani.
"Kamu ini ada-ada saja. Aku ada di sini, kenapa masih dilamunkan. Eh... bagian ini kan yang kamu suka dari kue sus?" Dani berkata sambil memberikan bagian kulit sus pada Revina, yang dia tahu memang sangat menyukai bagian kulit sus.
(Kue sus adalah kue berbentuk bundar dengan rongga berisi fla, custard, atau daging. Kue sus dengan isi vla atau custard disajikan setelah didinginkan di lemari es, karena vla atau custard yang berbahan baku susu mudah menjadi basi. Kue sus dalam bahasa Prancis disebut choux à la crème. Bentuk kue yang bundar seperti kubis menjadikan kue ini disebut choux (bahasa Prancis untuk kol).
Berbeda dengan adonan kue bolu dan cake, adonan kue sus bukan didapat dari mengocok telur atau mentega dengan gula. Adonan kue sus (pâte à choux) dibuat dari menambahkan tepung terigu ke dalam campuran air yang dimasak bersama margarin atau mentega hingga mendidih. Telur ayam ditambahkan satu per satu di dalam adonan sambil diaduk hingga adonan tidak lengket di panci. Adonan kue sus tidak menggunakan bahan pengembang seperti soda kue atau baking powder. Mikser (mixer) hanya digunakan agar kue mengembang lebih bagus sewaktu dipanggang.
Oven yang digunakan untuk memanggang kue sus harus panas sekali (220 derajat Celsius). Panas oven mengubah kadar air yang tinggi di dalam adonan menjadi uap. Telur di dalam adonan membentuk kerangka kue yang tipis, sedangkan uap yang terperangkap di dalam adonan membuat rongga di bagian dalam kue).
Revina langsung tersenyum melihat bagaimana seorang Dani yang selalu mengutamakan kesukaannya dibanding kesukaan dia sendiri.
Perhatian dan sikap penyabar Dani, merupakan salah satu alasa kenapa Revina begitu menyukai Dani sebagai kekasih rahasianya.