Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
RASA PENASARAN GRACE



"Aduh, apa yang akan dipikirkan om Aaron dengan aku mengirimkan pesan aneh seperti itu. Bulan dan bintang? Akh... seperti apa om Aaron mengartikan pesan anehku itu ya? Apa om Aaron akan berpikir aku gadis yang aneh atau bahkan berpikir kalau aku adalah gadis yang mesum? Tapi kan tidak ada hubungannya antara gambar bulan dan bintang dengan sikap mesum? Betul kan? Aduh.... rasanya malu sekali...." Chiara yang berbicara pada dirinya sendiri, kembali berbaring di atas tempat tidur sambil melihat ke arah handphonenya, berkata sambil menggerak-gerakkan kedua kakinya ke atas dan ke bawah secara bergantian, memukul-mukul kasur dengan kedua kakinya.


Setelah itu, tangan Chiara dengan cepat meraih bantal untuk menutupi wajahnya, karena tidak tahan dengan rasa malu yang sedang dirasakannya.


Apa aku harus mengirimkan pesan kembali pada om Aaron? Tapi aku mau bilang apa? Tidak mungkin bilang bukan aku yang mengirim pesan iseng itu. Atau aku harus menjelaskan bahwa aku tidak sengaja mengirimkan ikon itu semalam? Tapi ku malu... malu sekali....


Chiara berkata dalam hati sambil menggigit bagian bawah bibirnya, mencoba memperbaiki kesalahan dan menjelaskan agar Aaron tidak salah paham.


Sebentar kemudian Chiara mengalihkan bantal dari wajahnya kembali, karena teringat bahwa Aaron mengirimkan pesan balasan untuknya.


Dengan cepat Chiara menatap kembali layar handphonenya, dan mengamati pesan balasan dari Aaron yang merupakan foto langit dengan bulan purnama yang sedang bersinar indah, yang tadi sempat diabaikannya karena dia sedang sibuk dengan dirinya sendiri yang baru sadar sudah mengawali untuk mengirim pesan yang tidak jelas pada Aaron.


Wahh... foto ini benar-benar terlihat indah. Apa om Aaron kemarin malam juga sedang menikmati indahnya bulan purnama? Dimana kira-kira om Aaron mengambil foto ini? Kenapa terlihat begitu dekat ya? Cantik sekali foto ini.


Chiara berkata dalam hati dengan senyum malu-malu terus terlihat di wajahnya, sampai suara ketukan dari pintu membuat Chiara menoleh ke arah pintu.


"Non Chiara, waktunya makan pagi...." Mendengar teriakan dari salah satu asisten rumah tangga di rumahnya itu, membuat Chiara langsung meloncat kaget, bangun dari tidurnya.


"Akh! Aku lupa ini hari senin! Aku masuk pagi karena ada upacara bendera!" Dengan sikap kaget Chiara langsung melempar handphone di tangannya di atas kasur, dan dia sendiri berlari ke arah kamar mandi.


Tapi belum lagi Chiara sampai di depan pintu kamar mandi, gadis itu mundur dengan cepat, lalu membuka pintu kamarnya, untuk menemui asisten rumah tangga yang tadi mengetuk pintu kamarnya.


"Bi, 5 menit lagi aku turun." Chiara berkata sambil mengatupkan kedua tangannya dengan wajah memohon dan langsung menutup pintu kamarnya kembali tanpa menunggu jawaban dari asisten rumah tangganya yag terlihat melongo melihat bagaimana Chiara yang biasanya tidak pernah terlambat untuk turun ke bawah, makan pagi sebelum ke sekolah, hari ini wajah dan rambutnya tampak begitu berantakan.


Dan yang pasti, dari penampilannya, asisten rumah tangga itu tahu kalau Chiara bahkan belum mencuci mukanya, apalagi mandi.


Chiara hanya sempat mengambil sepotong roti tawar karena waktunya untuk segera berangkat ke sekolah sudah tidak banyak lagi.


Raksa sebenarnya menyayangi Chiara yang wajahnya begitu mirip dengan saudara laki-lakinya yang sudah meninggal, tapi rasa takutnya terhadap Mona jauh lebih besar dari rasa sayangnya pada Chiara.


# # # # # # #


"Ayo, kamu harus menceritakannya pada kami berdua." Begitu bel tanda istirahat berbunyi, dengan cepat Grace menarik pergelangan tangan Chiara dengan Jaka terlihat mengekor di belakang kedua sabahat dekatnya itu.


Teman-teman yang lain hanya memandang ketiga temannya yang tampak heboh sendiri itu dengan senyum di wajah mereka.


Bagi mereka, keberadaan Chiara dan Grace dimanapun yang sering di tengah-tengahnya ada Jaka, merupakan pemandangan yang cukup umum.


Bahkan para guru seringkali bertanya kepada anak-anak yang lain diantara Grace dan Chiara, manakah yang merupkan kekasih dari Jaka, karena mereka bertiga terlihat begitu dekat dan kemanapun mereka pergi selalu bertiga.


Chiara terpaksa mengikuti langkah-langkah Grace yang membawanya ke sebuah bangku panjang yang ada di taman sekolah, meskipun pertunya terasa sedikit perih karena lapar.


Sepotong roti tawar tanpa adanya topping atau filling apapun, sepertinya tidak mampu membuat cacing-cacing di perut Chiara kenyang dan berdiam diri tanpa mengeluarkan suaranya.


(Topping dalam dunia bakery seperti yang sudah kita pahami adalah bahan baku tambahan yang biasanya dijadikan sebagai hiasan atau dekorasi suatu produk roti & kue, namun tidak menutup kemungkinan juga bahan baku tambahan yang digunakan merupakan bahan yang menjadi inti dari cita rasa sebuah produk.


Sedangkan filling adalah istilah yang biasa digunakan dalam dunia bakery yang astinya "isian" atau secara penjabaran bahan bisa diartikan sebagai bobot dalaman dari sebuah produk seperti roti dan kue, dan seperti biasanya suatu isian yang berada di dalam olahan roti atau kue merupakan sebuah inti dari cita rasa sebuah produk.


Filling maupun Topping memiliki fungsi pengaplikasian yang berbeda, meskipun dalam pengaplikasian bahan-bahan tersebut berbeda namun dari sisi kemanfaatannya sama).


"Krukkkk...." Baru saja ketiga orang berseragam putih abu-abu itu duduk, suara perut Chiara membuat Jaka maupun Grace langsung mentap ke arah perut Chiara yang baru saja mengeluarkan suara nyaring.


Melihat mata kedua temannya memandang ke arah perutnya, Chiara hanya bisa meringis, dengan wajah terlihat malu-malu.