
“Apa ini yang dinamakan kangen? Ist… bahkan aku baru bertemu dan kenal dengan om Aaron kemarin, kenapa aku jadi seperti orang yang kena ilmu pelet, dan begitu terbayang-bayang dengan sosok om Aaron? Pikiranku benar-benar tidak normal gara-gara keinginan tante Mona yang ingin segera menikahkan aku! Haist….” Bukan sekali, tapi beberapa kali, Chiara terus mengomel pada dirinya sendiri tentang Aaron yang tiba-tiba saja menjadi sosok yang begitu mengganggu pikirannya, dan membuat Chiara menyematkan panggilan pahlawan pada Aaron yang sudah menolongnya.
(Ilmu Pelet, pemikat, atau mantra cinta merupakan jenis ilmu gaib yang berfungsi untuk memengaruhi alam bawah sadar seseorang agar jatuh cinta kepada orang yang mengirim pelet tersebut. Kenapa orang menggunakan pelet?
Biasanya ilmu pelet ini, dipakai oleh para petualang cinta untuk memikat lawan jenisnya. Atau bisa juga oleh mereka yang sedang meniti karir dan ingin cepat melesat. Konon, ilmu pelet ini digunakan oleh mereka, selain untuk memikat lawan jenis juga untuk menambah rasa percaya diri).
“Ah, om Aaron memang satu-satunya pria paling keren yang pernah aku temui….” Chiara berkata lirih sambil menggerak-gerakkan bibirnya, juga membuat pipinya berkali-kali menggembung, lalu melakukan gerakan menyedot pipinya hingga membentuk wajahnya seperti nenek-nenek yang pipinya sudah kempot.
Begitu dilakukan oleh Chiara sampai tubuhnya tersentak kaget karena sebuah panggilan telepon dari nomer tidak dikenal tiba-tiba saja masuk ke handphonenya.
“Siapa ya?” Chiara bergumam pelan sambil memandang kea rah handphonenya, mencoba menimbang-nimbang, apakah dia harus menerima panggilan telepon itu, atau dia biarkan saja, atau bahkan harus dia tolak.
Karena bagi Chiara, menerima panggilan dari nomer tidak dikenal adalah satu hal yang kadang cukup mengganggu, apalagi jika ternyata panggilan telepon itu berasal dari orang yang menawarkan asuransi.
(Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, dimana pihak satu berkewajiban membayar iuran/kontribusi/premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat).
Istilah diasuransikan biasanya merujuk pada segala sesuatu yang mendapatkan perlindungan.
Asuransi adalah salah satu bentuk pengendalian risiko yang dilakukan dengan cara mengalihkan/transfer risiko dari satu pihak ke pihak lain dalam hal ini adalah perusahaan asuransi. Sesuai dengan jenisnya masing-masing, fungsi dari kepemilikan asuransi secara umum adalah membantu para pemegang polis untuk meminimalkan kerugian dari kejadian tak terduga yang mungkin terjadi seperti biaya kerugian bencana kebakaran, kecelakaan, dan biaya rumah sakit, bahkan biaya pendidikan).
Chiara hampir saja mengabaikan panggilan telepon dari nomer tidak dikenal itu, namun karena rasa penasarannya, akhirnya Chiara mencoba untuk menerima panggilan telepon yang cukup lama terus berdering, meskipun Chiara sempat mengabaikannya tadi.
“Hallo, dengan siapa ini?” Akhirnya Chiara menjawab panggilan telepon itu dengan suara terdengar sedikit ragu.
“Hallo, selamat sore nona Chiara. Perkenalkan, nama saya Zachary, saya adalan asisten pribadi pak Aaron Malverich.” Tubuh Chiara hampir saja melompat mendengar seseorang di seberang sana menyebutkan nama Aaron Malverich, yang baru saja dipikirkannya sepanjang sore ini, dan juga begitu ingin ditemuinya.
“Eh, iya Pak….” Chiara menghentikan kata-katanya dengan sikap ragu.
“Panggil saja saya dengan pak Zac, atau pak Zachary, terserah Nona memangil saya, mana yang menurut Nona lebih nyaman untuk Nona.” Zachary berkata dengan suara yang terdengar begitu ramah, membuat Chiara langsung tersenyum, karena bagaimanapun, berinteraksi dengan orang yang lebih tua, dia harus bisa menjaga sopan santunya, apalagi, orang itu adalah asisten pribadi Aaron, yang pasti bukan orang dengan latar belakang biasa-biasa saja.
Seorang Aaron yang merupakan pengusaha hebat, pasti memiliki asisten yang hebat pula, paling tidak memiliki latar belakang pendidikan yang hebat, dan pastinya kemampuan bekerja yang juga hebat.
Belum lagi, hanya dari suaranya, Chiara tidak bisa terlalu menebak, berapa usia laki-laki yang sednag menghubunginya saat ini.
“Nona tidak perlu merasa canggung. Saya sebagai asisten pak Aaron, bertugas untuk melayani semua kebutuhan pak Aaron, termasuk semua hal yang berkaitan dengan nona sebagai calon istrinya.” Seolah bisa menebak pikiran Chiara, Zachary langsung mengucapkan kata-kata yang membuat Chiara merasa lebih tenang.
“Nona tidak perlu merasa terlalu sungkan dengan saya. Nona bisa berbicara dengan santai pada saya. Toh ini bukan pertemuan pertama kita.”
“Eh…?” Chiara tampak sedikit terkejut mendengar Zachary mengatakan bahwa mereka sudah pernah bertemu sebelumnya.
“Benar Nona, saya yang mengantarkan kedua orangtua pak Aaron ketika melamar Nona, dan tadi siang, saya juga mendampingi pak Aaron pergi ke SMA tempat Nona bersekolah.” Penjelasan Zachary membuat Chiara langsung teringat tentang sosok laki-laki tampan, berpenampilan rapi, yang terlihat selalu berada di sisi Aaron sejak Aaron datang ke sekolahnya tadi siang.
“Oooo…. Om adalah salah satu orang yang datang bersama dengan om Aaron tadi siang?” Suara Chiara langsung berubah ceria begitu Zachary menjelaskan tentang siapa dirinya.
“Aduh, jangan panggil saya om Nona, panggil saja saya dengan pak Zac atau pak Zachary. Nanti ada yang merasa tersaingi dengan panggilan sayang Nona ke saya.” Chiara langsung tertawa mendengar perkataan Zachary, yang memang tahu bagaimana Chiara yang selalu memanggil Aaron dengan panggilan “om Aaron.”
Wah, pak Zac ternyata orangnya lucu juga, suka bercanda. Bagaimana bisa panggilan om dianggap sebagai panggilan kesayangan?
Chiara berkata dalam hati dengan wajahnya masih menunjukkan senyum lebar.
“Baik Pak Zac.” Chiara menanggapi perkataan Zachary yang di seberang sana ikut tersenyum mendengar suara ceria dari calon istri tuannya itu, yang bagi Zac, sifatnya sungguh berbanding terbalik dengan sifat Aaron yang pendiam dan dingin.
“Kalau begitu, kita sudah sepakat yang Nona?”
“Siap… Pak Zac!” Chiara kembali berkata dengan suara terdengar nyaring.
“Begini Nona, saya mau menyampaikan pesan dari pak Aaron. Bisakah Nona mengosongkan jadwal kegiatan Nona Chiara besok sore? Sekitar jam 4 sampai jam 6 sore.” Chiara sedikit mengernyitkan dahinya begitu mendengar pertanyaan dari Zachary dengan rasa penasaran kenapa dia harus mengosongkan jadwal kegiatannya besok di jam itu.
Besok, waktunya aku menandatangi slip pengajuan pengeluaran uang bulanan yang diterima tante Mona dari perusahaan almarhum papa. Apa tidak apa-apa kalau aku menundanya barang sehari?
Chiara berkata dalam hati sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya untuk menjawab permintaan Zachary padanya.
“Eh, Pak Zac, kalau boleh tahu, kenapa om Aaron memintaku untuk mengosongkan jadwalku besok sore? Karena sebenarnya, besok aku ada janji dengan tante Mona.” Dengan suara ragu Chiara menyampaikan tentang acaranya besok sore dengan Mona.
“O, begitu? Kalau begitu saya akan sampaikan pada pak Aaron Nona tidak bisa menemui pak Aaron besok. Mungkin pak Aaron bersedia menjadwal ulang acara besok, dan….”