
“Kabarku tentu saja lebih baik darimu, yang seorang casanova, tapi kalah telak dari Aaron. Bagaimana mungkin seorang casanova sepertimu tidak juga berhasil mendapatkan gadis pilihanmu untuk kamu nikahi?” Angelina mengejek Diego sambil melepaskan pelukannya mereka berdua.
“Kalau begitu… apa sebaiknya aku menikah denganmu Angelina? Agar posisiku satu sama dengan Aaron.” Diego justru membalas ejekan Angelina dengan kata-katanya yang terdengar serius dengan wajahnya yang tersenyum manis, membuat Angelina langsung menepuk lembut bahu Diego.
“Sayangnya, casanova sepertimu, sungguh… benar-benar bukan tipeku Diego.” Angelina segera menjawab penawaran Diego sambil memajukan bibir seksinya, dengan sikap menggoda ke arah Diego yang langsung tertawa kecil melihat sikap Angelina padanya.
Bagaimana bisa kamu bersedia menikah dengan orang lain, sedang di matamu selama ini aku bisa melihat hanya ada Aaron. Setiap orang yang melihat bagaimana caramu menatap Aaron, pasti tahu kalau kamu begitu mencintainya. Sayangnya, sepertinya justru hanya Aaron yang tidak menyadari perasaanmu padanya, dan dia lebih memilih Chiara sebagai istrinya.
Diego berkata dalam hati sambil berdehem pelan, seolah-olah mencoba mengingatkan Angelina bahwa sekarang di samping Aaron, ada gadis cantik yang sudah sah menjadi istrinya, sehingga Diego berharap Angelina bisa menjaga sikapnya kepada Aaron di depan istrinya itu, agar tidak menimbulkan salah paham.
Apalagi Diego paham betul dengan kebiasaan Angelina yang tanpa malu-malu seringkali mengucapkan kata-kata mesra pada Aaron, meskipun sepupunya itu tidak pernah menanggapinya sekalipun.
Hanya saja sekarang sudah ada Chiara sebagai istri Aaron, dan bagi Diego, itu artinya Angelina tidak boleh bersikap sembrono dan seenaknya kepada Aaron, seperti biasanya.
Belum lagi Chiara sebagai istri Aaron adalah gadis remaja yang bahkan usianya belum mencapai 17 tahun, yang pastinya secara sikap dan pemikiran, pasti belum dewasa.
“Tapi untung saja kamu langsung menolak lamaranku barusan, aku juga punya tipe gadis idamanku sendiri.” Angelina langsung tertawa mendengar kata-kata Diego.
“Apa tipemu juga akan sama seperti Aaron?” Dengan tersenyum Angelina bertanya kepada Diego yang langsung tersenyum kecil.
“Kalau saja Aaron tidak bergerak lebih cepat, pasti aku yang sekarang berada di samping Chiara sebagai suaminya.” Diego berkata sambil mengedipkan sebelah matanya pada Aaron yang hanya diam tanpa memberikan komentar apapun.
“Aist… kamu masih saja seperti biasanya Aaron, tidak perduli dengan sekelilingmu.” Angelina berkata sambil mendekat dua langkah ke arah Chiara yang masih terlihat menatapnya dengan wajah penasaran.
“Chiara, kenalkan… Angelina… dia yang membantuku mengawasi Grup Malverich yang ada di Amerika.” Tanpa menanggapi perkataan Angelina, Aaron segera memperkenalkan Angelina kepada Chiara yang langsung menganggukkan kepala sambil mengulurkan tangannya ke arah Angelina.
Baru hari ini aku melihat dengan sangat dekat dan begitu jelas wajah gadis ini, setelah biasanya Aaron selalu mencegahku untuk mendekatinya. Cantik dan manis sekali. Apa Aaron yakin dia tidak serius dengan pernikahannya? Hanya sekedar ingin menolong gadis ini tanpa adanya maksud lainnya? Rasanya aku sungguh sulit untuk percaya hal seperti itu…. Apalagi gadis ini memang sangat menarik. Meskipun belum sempurna, ketika dewasa aku yakin gadis ini akan tumbuh dengan wajah cantik dan bentuk tubuh yang aduhai, yang akan diimpikan oleh banyak pria. Sayangnya, Aaron dan dia memang tidak ditakdirkan untuk bisa bersama dalam waktu yang lama.
Angelina berkata dalam hati sambil menyambut uluran tangan Chiara, dengan senyum manis di wajahnya, membuat mau tidak mau Chiara harus mengakui, bahwa wanita di depannya itu memang sangat cantik dan menarik terutama bagi kaum adam.
“Angelina.”
“Chiara Indarto….” Chiara segera membalas perkataan Angelina yang menyebutkan namanya.
“Kapan kamu datang? Nikmati suguhan makanan sebelum kamu pulang.” Tanpa disangka-sangka, Aaron mengeluarkan kata-katanya dengan sikap acuh tak acuh seperti biasanya, membuat Angelina tersenyum.
“Aku baru saja datang, tapi kamu sudah berusaha mengusirku. Apa kamu takut aku membuat Chiara tidak nyaman dengan kehadiranku?” Angelina berkata sambil mengedipkan matanya ke arah Chiara yang merasa tidak mengerti dengan arti kata-kata dari Angelina.
“Seperti kata Diego tentang kamu Chiara… Kalau saja bisa, aku yang ada di samping Aaron sekarang sebagai istrinya.” Kata-kata Angelina sukses membuat mata Chiara terbeliak, termasuk Grace dan Jaka yang masih setia berada di dekat mereka.
“Hei hei… jangan dengarkan dia Chiara. Angelina dan aku satu frekuensi, kami orang-orang yang kadang memang bercandanya keterlaluan, apalagi kepada lawan jenis yang terliaht sungguh menarik seperti kamu dan Aaron. Tolong jangan diambil hati ya.” Diego berkata sambil buru-buru menarik pergelangan tangan Angelina yang masih tersenyum dengan wajah terlihat tidak bersalah setelah mengucapkan kata-kata yang membuat dada Chiara berdesir, dan merasa tidak nyaman.
Lebih tepatnya tidak suka mendengar ada wanita lain yang mengatakan terus terang di depannya tentang harapannya untuk bisa menikah dengan Aaron yang sekarang adalah suaminya yang sah, baik di depan hukum negara maupun agama.
Kenapa dadaku rasanya sakit mendengar kata-kata Angelina, yang sepertinya sengaja mengatakan itu untuk menggoda om Aaron? Apa benar hubungan om Aaron dan Angelina hanya sebatas hubungan tentang pekerjaan? Apa benar bagi om Aaron, Angelina tidak memiliki posisi lebih di dalam hatinya? Ternyata rasanya sungguh menyakitkan memikirkan itu semua. Apa ini... yang dinamakan cemburu? Apa aku cemburu pada Angelina?
Chiara berkata-kata dalam hati dengan wajah yang terlihat tegang, karena baru kali ini dia merasakan dadanya sakit, dan juga tidak suka pada seseorang yang bahkan belum pernah bertemu sebelumnya, membuat Diego merasa harus segera turun tangan jika tidak ingin masalah bertambah runyam.
“Sepertinya Angelina harus makan banyak untuk memulihkan tubuh dan pikirannya agar tidak melantur kemana-mana. Aku akan mengantarnya menyapa para tamu yang kami kenal, dan juga menikmati sajian makanan pesta hari ini.” Diego berkata sambil menarik tangan Angelina dengan paksa sebelum wanita cantik itu membuat masalah lebih besar lagi dengan kata-katanya yang kadang terdengar seenaknya sendiri itu, apalagi jika dia mulai mengeluarkan kata-kata rayuannya pada Aaron seperti biasanya.
Walaupun Aaron tidak pernah menganggapnya serius, tapi Diego tidak yakin Chiara bisa menahan dirinya jika mendengar dan melihat bagaimana Angelina yang selalu mengucapkan kata-kata dengan nada menggodanya pada Aaron.
Meskipun masih dianggap sebagai anak ingusan, tapi Diego yakin Chiara sebagai gadis normal, juga pasti memiliki rasa cemburu terhadap wanita lain yang bersikap terlalu mesra pada suaminya.
Pada akhirnya, sepanjang acara, Diego yang terus menerus harus menemani Angelina, agar gadis cantik itu tidak terlalu sering berada diantara Aaron dan Chiara.
# # # # # # # #
“Huft….” Chiara langsung menghembuskan nafas lega begitu dia dapat memasuki kamarnya di apartemen Aaron, setelah acara pesta pernikahan yang cukup menguras tenaga dan pikirannya, apalagi kehadiran Angelina yang sampai saat ini membuatnya hatinya merasa tidak tenang.
“Lebih baik aku segera melepas gaun ini dan membersihkan diri, lalu beristirahat.” Chiara bergumam pelan sambil memandang wajahnya yang sudah mulai terlihat sangat lelah.
Dengan gerakan cepat, Chiara akhirnya berusaha membuka gaunnya dengan menggerakkan kedua tangannya ke arah punggungnya, untuk melepaskan kancing gaun yang berjumlah puluhan dan berukuran kecil-kecil itu.
Tapi sayangnya, Chiara hanya berhasil membuka beberapa buah kancing saja, sedangkan kancing yang lain, tangannya tidak mampu untuk menggapainya, meskipun dia sudah berusaha keras, sampai meliuk-liukkan tubuhnya, berharap tangannya bisa meraih dan membuka seluruh kancing-kancing itu, yang pada akhirnya justru membuatnya frustasi.