Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
DEMI MENERIMA UNDANGAN CHIARA



Apalagi saat ini dada Chiara terasa berdegup kencang setelah Zachary mengatakan kalau Aaron ada di sana, membuatnya belum siap jika harus berbicara langsung dengan Aaron meski hanya melalui telepon.


"Baik Nona, Nona Chiara ingin saya menanyakan apa pada pak Aaron?" Dengan suara menenangkan Chiara, Zachary langsung bertanya.


"Itu Pak Zac... aku ingin memenuhi janjiku pada om Aaron untuk membalas traktirannya. Apa dia punya waktu hari ini?" Begitu Chiara menyelesaikan kata-katanya, Zachary langsung menoleh ke arah Aaron yang pura-pura masih menatap layar laptopnya, padahal dia sudah mendengar semua tentang pembicaraan antara Zachary dan Chiara.


"Baik Nona, sebentar saya tanyakan pada pak Aaron." Zachary berkata sambil berjalan maju dua langkah, agar lebih mendekat ke arah Aaron, yang sengaja memperlihatkan pada Zachary baru mengalihkan pandangan matanya dari layar laptop setelah Zachary berjalan mendekat ke arahnya.


"Pak Aaron...." Dengan suara hormat, Zachary memanggil Aaron yang terlihat baru saja menjauhkan matanya dari layar laptop di depannya.


"Ada apa Zac?" Dengan berusaha mengucapkan kata-kata dengan nada suara terdengar agar sebiasa mungkin, Aaron bertanya sambil menatap kea rah Zachary.


"Ini pak Aaron... nona Chiara baru saja menghubungi saya, dan menanyakan, apakah malam ini pak Aaron ada waktu jika Nona Chiara berencana mengajak Pak Aaron makan malam bersama dengannya. Katanya Nona Chiara ingin membalas traktiran Pak Aaron waktu itu." Zachary yang merasa panasaran dengan sikap dan jawaban Aaron terhadap ajakan Chiara, berusaha menatap Aaron tanpa berkedip sedetikpun sambil menunggu jawaban dan reaksi Aaron.


"Bilang pada nona Chiara, aku akan mengosongkan jadwalku sore ini sampai malam nanti untuknya." Aaron yang mengucapkan jawabannya dengan nada santai dan ekspresi wajah datanya, membuat Zachary cukup heran, karena terlihat jelas Aaron langsung menjawab tanpa memikirkannya dahulu, seolah-olah permintaan Chiara untuk bertemu dengannya, adalah suatu hal yang juga sudah begitu ditunggu-tunggu oleh Aaron, dan dia juga sudah tahu tentang undangan Chiara itu.


Meskipun dengan menggunakan alasan acara makan malam, tapi Zachary tadi bisa menebak melalui suara dan cara  bicara Chiara yang polos, bahwa gadis remaja cantik itu, sebenarnya memang ingin bertemu dengan Aaron.


Sedangkan untuk kondisi Aaron sendiri, Zachary tahu bahwa sebenarnya, ada beberapa hal yang sedang serius dikerjakan oleh Aaron.


Sore ini, ada banyak data-data dari departemen keuangan yang harus Aaron pelajari dan cek karena mereka sedang menjalani proses evaluasi biaya untuk keperluan marketing di bulan depan.


Dan data-data itu, meskipun tidak terburu-buru, tapi harus diperiksa secepatnya, agar rencana yang sudah disusun oleh devisi marketing selanjutnya tidak terhambat prosesnya.


"Tapi Pak, tentang data-da...."


"Malam ini aku akan membawanya pulang ke rumah dan memeriksanya. Sebelum tengah malam, data akan aku kirimkan padamu melalui email. Jadi besok akan bisa segera di release tanpa adanya penundaan keputusan." Aaron berkata sambil menatap ke arah Zachary yang wajahnya terlihat kaget dengan bibir yang terbuka karena melongo.


"Zachary, katakan juga pada Nona Chiara kita yang akan menjemputnya, agar tantenya tidak banyak bertanya dan membuat dia dalam kesulitan." Aaron kembali mengucapkan perkataannya kepada Zachary.


"Ah ya Pak Aaron... baik, akan saya sampaikan." Zachary yang tadinya agak melongo, menjawab perintah Aaron dengan suara kikuk, karena belum pulih dari rasa kagetnya.


"Nona Chiara. Pak Aaron minta pada saya untuk menyampaikan pada Nona Chiara kalau jadwal pak Aaron untuk sore ini sudah dialihkan untuk bisa makan malam bersama Nona Chiara...." Zachary yang masih melakukan panggilan telepon dengan Chiara, segera menyampaikan pesan dari Aaron untuk Chiara yang masih setia menunggu Zachary mengucapkan info tentang keputusan Aaron terhadap undangan traktirannya.


"Hah! Benar begitu Pak Zac? Serius? Om Aaron mau makan malam bersamaku hari ini?" Chiara berakta dengan nada kegirangan begitu Zachary menyampaikan pesan Aaron.


Di tempatnya duduk, Aaron yang masih terlihat sedang memelototi layar laptopnya, membiarkan matanya menatap lurus ke layar, meskipun saat ini pikirannya sedang fokus pada suara ceria milik Chiara, yang masih melakukan panggilan telepon dengan Zachary.


"Iya Nona, tentu saja benar. Nona Chiara kan calon istri pak Aaron. Pasti Nona akan selalu menjadi prioritas utama bagi pak Aaron." Kata-kata Zachary membuat senyum bahagia di wajah Chiara terlihat semakin lebar, dengan wajahnya yang memerah karena malu tapi juga merasa sangat senang mendengar kata-kata Zachary.


Meskipun di sisi lain, hati dan pikiran Chiara mengingatkan bahwa apa yang dikatakan Zachary belum tentu benar, karena sejak awal, Chiara tahu Aaron menikahinya hanya karena ingin menolongnya sampai 4 tahun ke depan, sisi lain dari hatinya merasa tidak perduli karena dia sudah bertekad untuk mengejar cinta Aaron setelah dia cukup dewasa nanti.


"Dan satu lagi Nona Chiara.... Pak Aaron mengatakan kalau kami yang akan menjemput Nona Chiara. Jadi Nona tidak perlu khawatir bagaimana cara meminta ijin pada orang-orang rumah." Chiara langsung meringis mendengar perkataan Zachary, yang sepertinya bisa menebak bahwa Mona pasti akan mempersulitnya jika dia meminta ijin untuk keluar sore ini.


Tapi jika yang menjemput Aaron, seperti biasanya, dapat dipastikan kalau Mona tidak akan berani mengatakan tidak, dan tidak memberi ijin Chiara untuk keluar rumah.


"Baik Pak Zac, aku akan segera bersiap-siap. Sampaikan terimakasihku pada om Aaron ya?" Suara ceria dari Chiara membuat Zachary menoleh ke arah Aaron yang wajahnya masih terlihat begitu serius di depan layar laptopnya, seolah-olah, dia tidak mendengar sedikitpun pembicaraan antara Zachary dan Chiara.


"Harusnya pak Aaron yang beterimakasih pada Nona Chiara, karena Nona yang mengajak beliau untuk makan malam bersama. Kan Nona Chiara yang mau mentraktir pak Aaron?" Perkataan Zachary yang terkesan menggodanya, mengingatkannya tentang masalah traktir mentraktir, membuat Chiara jadi ingat sesuatu yang baginya sangat penting.


"O, iya, aku yang akan mentraktir om Aaron hari ini sebagai ganti traktiran om Aaron waktu itu. Eh Pak Zac, apa kira-kira makanan kesukaan om Aaron? Semoga saja bukan makanan dari restauran mahal, karena uangku tidak sebanyak yang dimiliki oleh om Aaron. Bahkan mungkin tidak ada seujung kotoran kuku jika dibandingkan dengan biaya yang biasa dikeluarkan oleh om Aaron untuk keperluannya sehari-hari." Kata-kata polos dari Chiara yang terdengar khawatir masalah uang itu, hampir saja membuat Zachary tertawa terbahak-bahak kalau saja tidak ingat, bagaimanapun, Chiara adalah calon istri bosnya, meskipun usianya masih sangat muda belia, dan sebenarnya belum layak untuk menikah.