Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
BERSIAP UNTUK PERGI



Lebih tepatnya, Revina melakukan itu karena merasa iri dan tidak rela jika Chiara mendapatkan seseorang yang bukan hanya tampan, tapi juga kaya dan berpengaruh sebagai suaminya.


Gadis itu benar-benar merasa tidak rela jika Chiara bisa bahagia da lebih baik darinya.


Revina yang sejak lima tahun lalu, sejak Chiara diasuh bersama dengannya setelah kematian kedua orangtuanya, selalu saja merasa iri dengan Chiara, karena Mona sendiri, selalu menanamkan bagaimana kekayaan milik kedua orangtua Chiara harusnya jatuh ke tangan mereka, sebagai balas jasa danbayaran karena sudah menjaga dan membesarkan Chiara menggantikan tugas kedua orangtua Chiara.


Apa yang dilakukan Mona, dan apa yang diajarkannya kepada Revina, membentuk gadis yang sebenarnya tidak kalah cantik dengan Chiara itu menjadi gadis dengan kepribadian buruk, yang penuh dengan rasa iri dan dengki pada orang lain, dan merasa begitu takut untuk hidup kekuarangan.


"Kalaupun sampai tidak ada laki-laki dari keluarga Malverich yang bisa kamu dapatkan, masih ada keluarga kaya lainnya, yang mungkin menempati posisi kedua atau ketiga di bawah mereka. Tidak masalah, asal kamu mendapatkan laki-laki kaya yang bisa menjamin kehidupan mewahmu di masa depan. Jangan mencari laki-laki lemah seperti papamu yang harus menggantungkan hidupnya dari bantuan kakaknya Cakra. Mama tidak ingin kamu mengalami hal yang sama seperti yang mama alami." Perkataan Mona selanjutnya benar-benar membuat Revina terdiam.


Membicarakan tentang laki-laki yang ingin dinikahinya, dalam lubuk hati Revina yang paling dalam, laki-laki yang disukainya adalah Dani, yang menjadi kekasih gelap Revina sekarang.


Dani adalah seorang staff di salah satu perusahaan jasa yang ada di kota itu, yang secara gaji, meskipun tidak terlalu rendah, dan keluarganya juga bukan keluarga yang tergolong miskin, tapi tidaklah sebanding jika dibandingkan dengan keluarga Revina, dari sisi kekayaannya.


Meskipun begitu, Revina sangat menyukai Dani dan sudah menjalin hubungan dengan laki-laki itu lebih dari setahun secara diam-diam.


Hanya saja, sampai saat ini Revina belum berani dan belum pernah sekalipun memperkenalkan Dani sebagai kekasihnya di depan kedua orangtuanya, karena Revina tahu, kedua orangtuanya pasti emenntang keras hubungannya dengan Dani jika tahu kalau keluarga dan pekerjaan laki-laki itu biasa-biasa saja.


Revina sendiri, walaupun menyukai Dani, tapi di satu sisi, dia juga ingin hidup dengan gaya hidup seorang putri yang bergelimang harta dan bisa hidup mewah, karena itu yang selalu ditanamkan oleh Mona sejak dulu.


Bahwa Revina harus mencari laki-laki kaya untuk dinikahi agar kehidupan nyaman di masa depannya terjamin.


Yang pasti Revina tidak bisa membayangkan besarnya amarah Mona jika sampai mengetahui Revina berani menjalin hubungan dengan laki-laki dari altar belakang biasa-biasa saja.


Hal itu membuat Revina juga dengan sengaja menyembunyikan keberadaan Dani sebagai kekasihnya.


"Sudah! Jangan dipikirkan! Lebih baik kamu segera tidur sekarang, karena besok waktunya kita untuk cek ulang gaun pesta yang akan kita kenakan di acara pernikahan Aaron dan Chiara. Meskipun tidak banyak yang akan hadir, tapi mereka semua yang hadir adalah orang-orang penting dan orang-orang kaya. Kita harus bisa tampil sebaik mungkin di sana, untuk menunjukkan eksistensi kita. Dan mengambil kesempatan sebaik mungkin agar kita bisa dekat dengan beberapa dari mereka yang bisa menguntungkan kita di masa depan." Mona berkata sambil menepuk pelan bahu Revina yang langsung menarik nafas panjang.


“Aku akan berusaha tampil sebaik mungkin Ma. Supaya ada kesempatan baik datang padaku.” Revina berkata sambil memegang tangan Mona sekilas.


"Mama keluar dulu untuk menemui papamu. Kami harus membahas tentang pembayaran produk-produk dari supplier yang masih terpending." Begitu selesai mengucapkan kata-katanya, Mona langsung berjalan keluar dari kamar Revina yang ikut bangkit dari duduknya, berencana untuk melepas gaun pestanya, yang hari ini sudah terpakai dengan sia-sia.


Chiara menatap ke sekeliling, setiap sudut kamarnya dengan teliti, memastikan tidak ada barang miliknya yang tertinggal satupun di kamarnya.


Hari ini adalah hari ke 7 sebelum dilangsungkannya pernikahannya dengan Aaron.


Dan hari ini, semua barang-barang miliknya sudah dipacking, dan sudah dibawa ke apartemen milik Aaron sejak tadi siang, hanya tinggal sedikit barang-barang penting yang sengaja akan dibawa Chiara sore ini bersamaan dengan dirinya yang akan pergi ke apartemen Aaron, dan tinggal di sana mulai mala mini.


Aaron dan Chiara memang sudah membahas tentang tempat tinggal Chiara setelah menikah.


Meskipun Aaron akan pergi ke Amerika, dua hari setelah pernikahan mereka, Aaron yang sudah menjanjikan bahwa dengan pernikahan ini Chiara akan bisa lepas dan bebas dari pengawasan dan campur tangan Mona dalam kehidupannya, meminta agar Chiara tinggal di apartemen milik Aaron sebelum hari pernikahan.


Hal itu dilakukan Aaron agar dalam waktu seminggu ini, Chiara bisa menyesuaikan diri dengan apartemen miliknya.


Selain itu, Aaron berpikir masih ada cukup waktu untuk melakukan renovasi, jika ada sesuatu yang dianggap Chiara kurang dari apartemen itu, membuatnya tidak nyaman berada di apartemen itu.


Karena mau tidak mau, setelah menikah dengan Aaron, Chiara akan tinggal di apartemen itu selama 4 tahun ke depan, sehingga Aaron ingin agar Chiara membuat suasana di apartemen itu senyaman mungkin untuknya, dan sesuai dengan keinginan Chiara.


"Aku belum pernah sekalipun pergi ke apartemen om Aaron, semoga aku bisa menjaganya dengan baik, sampai om Aaron kembali." Chiara berkata pelan, sambil memegang dadanya yang terasa berdebar membayangkan bahwa hari ini, untuk pertama kalinya dia akan tinggal diluar rumah, tidak lagi diawasi oleh Mona dan Raksa, juga dibully oleh Revina.


Dan bukan hanya itu saja yang membuat dada Chiara berdebar, tapi bagaimana untuk pertama kalinya, dia akan tinggal di sebuah apartemen milik laki-laki yang akan menjadi suaminya 7 hari lagi, membuat Chiara cukup gugup, meskipun setelah Chiara tinggal di sana nanti, Aaron akan tinggal di rumah orangtuanya sampai hari pernikahan mereka.


Jika saja boleh jujur, Chiara yang sadar akan usianya yang masih begitu muda, merasa dia sendiri sebenarnya belum siap untuk menikah.


Apalagi dia sudah mendapatkan beberapa info tentang bagaimana dan apa yang menjadi hak dan kewajiban seorang istri yang baik dari beberapa orang yang dipercayainya, termasuk bi Umi, yang ternyata tidak mudah untuk dilakukan oleh gadis seusianya.


Andai saja bisa, Chiara ingin sekali dapat menikah dengan Aaron pada waktu yang tepat… tepatnya saat dia sudah tumbuh menjadi gadis dewasa dan benar-benar bisa menjadi wanita yang siap sekaligus pantas untuk mendampingi Aaron, mungkin 6-7 tahun lagi.


Dimana mungkin saat itu tiba, dia sudah menjadi wanita kuat dan juga sukses karena usaha dan kerja kerasnya.