Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
RENCANA MENGUNJUNGI CHIARA



Zachary yang melihat Aaron yang tidak lagi menanggapi apalagi menyangkal kata-katanya itu, hanya bisa termenung sambil mulai memikirkan apa yang akan terjadi kedua majikannya itu di masa depan.


Yang pasti Zachary berharap mereka tidak berpisah meski dalam surat perjanjian itu menuliskan 4 tahu setelah pernikahan mereka, mereka akan bercerai, karena Zachary bisa melihat bahwa mereka berdua begitu saling mencintai.


# # # # # # #


"Maaf Ibu, Nona, kami sudah menghubungi Pak Grayson, dan beliau merasa tidak memiliki janji temu dengan Anda berdua." Perkataan petugas bagian front office itu membuat wajah Mona dan Revina memerah karena lagi-lagi mereka ditolak oleh bagian front office untuk menemui Grayson.


"Ini sudah ketiga kalinya pak Grayson menolak untuk menemui kami, padahal dia sendiri yang menawarkan pada kami untuk datang membuat janji temu dengannya. Coba hubungi lagi pak Grayson, dan sebutkan nama kami dengan jelas, agar dia ingat siapa kami. Jangan-jangan tadi kamu salah menyebutkan nama kami?" Mendengar omelan Mona, petugas fornt office itu tetap berusaha tersenyum dengan wajah terlihat tenang.


"Ibu Mona, Anda sendiri tadi sudah mendengar bahwa saya sudah menghubungi ruangan pak Grayson, tapi asisten beliau mengatakan kalau beliau sedang bersiap menghadiri meeting dan tidak memiliki janji temu dengan yang lain." Dengan sopan petugas itu berusaha menjelaskan kepada Mona dan Revina.


"Bagaimana bisa kami mendapatkan janji temu kalau pak Grayson tidak pernah mau menerima kunjungan kami di sini?" Mona berteriak cukup keras, membuat beberapa pegawai yang sedang lewat di sana langsung menoleh untuk kemudian saling berbisik-bisik satu dengan yang lain untuk membicarakan sikap kurang sopan Mona yang berteriak-teriak di depan meja resepsionis perusahan mereka.


"Ma... sudah Ma...." Revina berkata pelan sambil memegang lengan bawah Mona untuk menghentikan tindakannya yang menarik perhatian banyak orang.


"Mohon maaf Ibu.... Jika Ibu merasa sulit untuk bertemu dengan pak Grayson, kenapa Ibu tidak berusaha untuk menghubungi pak Grayson melalui nomer handphone pribadi pak Grayson?" Masih dengan sikap ramah petugas front office itu berkata kepada Mona yang wajahnya tampak semakin memerah, karena kesal.


"Kalau aku tahu nomer telepon bosmu! Dari kemarin-kemarin aku sudah menghunginya, tidak perlu berdebat dengan kalian!" Mona kembali berkata dengan nada keras, membuat Revina langsung menghentak-hentakkan lengan tangan Mona untuk membuatnya berhenti membuat keributan.


"Bosmu sendiri yang meminta kami untuk langsung datang ke tempat ini! Kalau tidak percaya kamu bisa menghubungi Bu Sarah sebagai saksinya." Mona dengan sikap mendongkol masih berusaha bersikeras.


"Maaf Ibu, untuk saat ini kami belum bisa membantu...."


"Kenapa terjadi ribut-ribut? Ada masalah apa?" Dua orang petugas keamanan yang tadinya dari jauh hanya sekedar melihat dari jauh akhirnya berjalan mendekat ke arah mereka untuk mengecek apa yang sebenarnya terjadi.


"Ah, tidak ada apa-apa Pak, hanya sedikit salah paham. Kami berdua sudah mau pergi." Dengan cepat Revina berkata sambil menarik lengan Mona dengan paksa sebelum dia bertambah malu dengan sikap mamanya yang selalu mengumbar emosinya tanpa melihat tempat dan waktu.


"Eh, Revina..."


"Sudahlah Ma, ini perusahaan besar Ma. Tolong jangan membuat keributan atau kita akan dalam masalah." Revina berbisik pelan dengan nada terlihat kesal karena Mona sudah membuatnya malu dengan sikapnya yang tidak bisa menahan emosi di depan banyak orang.


"Tapi tidak perlu melakukan hal yang memalukan seperti itu Ma. Pasti masiha da cara lain untuk bisa menghubungi Grayson kalau tidak bisa kita temui di perusahaannya." Mona yang sudah menghempaskan tubuhnya di samping kursi pengemudi langsung mendengus kesal sambil memandang ke arah Revina.


"Memang kamu punya ide yang bagus untuk bisa menghubungi Grayson?" Revina yang sedang menarik tuas handrem di sampingnya dan bersiap melajukan mobilnya hanya tersenyum dengan sikap mengejek mendengar pertanyaan dari Mona barusan.


"Jangan lupakan keponakan kesayangan Mama. Masih ada Chiara yang bisa kita minta untuk menghubungi Grayson. Sebagai iparnya, tidak mungkin Grayson menolak panggilan telepon dari Chiara. Ini saatnya keponakan Mama itu memberikan kontribusi pada keluarga kita setelah membuat rencana Mama gagal karena dia menolak menikah dengan Romi." Mata Mona tampak berbinar begitu mendengar ide dari Revina.


"Betul sekali! Kenapa tidak terpikir kalau masih ada Chiara yang bisa kita manfaatkan untuk menjalin hubungan dengan Grayson Malverich?" Mona berkata dengan senyum lega di wajahnya.


"Sebaiknya kita hubungi Chiara dan mengatakan kita mau berkunjung ke apartemennya." Revina berkata sambil menyiapkan handphonenya dan memasang earphone blutooth di telinganya.


(Istilah earphone bluetooth memiliki makna perangkat earbuds Bluetooth yang gak punya kabel dan kawat yang menghubungkan keduanya ke sumber audio atau suara seperti smartphone, pemutar MP3, tablet, dan lain-lain.


Earphone Bluetooth akan memberikan Anda pengalaman mendengarkan yang mengesankan. Desain-desain produk ini juga bervariasi, salah satunya Bluetooth single yang digunakan pada satu telinga. Dengan berkembangnya teknologi mendorong munculnya perangkat audio wireless alias tanpa kabel.


Fungsi penggunaan earphone Bluetooth ini akan bisa dirasakan ketika seseorang sedang berkendara, karena hal ini dapat mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Orang tidak perlu khawatir untuk menerima panggilan, terutama jika itu merupakan panggilan penting ketika berkendara jika orang itu memanfaatkan teknologi ini).


"Idemu bagus sekali Revina, apalagi kita belum pernah mengunjungi apartemen Chiara. Aku juga ingin tahu sebagus apa apartemen yang ditinggali oleh Chiara sekarang. Apa Aaron memperlakukannya seperti seorang putri atau justru seperti pembantu." Mona mengakhiri kata-katanya dengan senyum mengejek, seolah tidak percaya kalau Aaron akan memberi hal yang baik pada Chiara.


"Hallo..." Suara sahutan dari Chiara langsung terdengar begitu Revina melakukan panggilan pada Chiara.


"Hallo Chiara, kamu berencana mampir di tempatmu, apa kamu ada di apartemen sekarang? Kirimkan share lock lokasi apartemenmu ke kami agar kami bisa segera kesana." Tanpa basa-basi Revina langsung menyampaikan keinginannya untuk bertemu Chiara di apartemennya, membuat Chiara cukup kaget karena sejak pernikahannya dengan Aaron, boleh dikata Revina hampir tidak pernah menghubunginya, apalagi dengan tujuan mengunjunginya.


Meskipun beberapa kali Chiara berkunjung ke rumahnya untuk mengunjungi Raksa, Revina yang melihat kedatangan Chiara justru seringkali berusaha menghindar dengan masuk ke kamarnya.


"Ooo, aku masih ada di sekolah, sedang menunggu jemputan dari om Aaron. Kalau nanti aku sudah di apartemen aku akan segera mengirimkan lokasinya dan..." Chiara berkata dengan nada riang seperti biasanya, tanpa mengetahui mata Revina yang terbeliak karena tidak menyangka kalau Aaron sedang ada di Indonesia, padahal di acara ulang tahun Chiara beberapa hari lalu, Revina tahu kalau Aaron tidak menampakkan batang hidungnya sama sekali, seolah acara ulang tahun Chiara tidak penting untuk seorang Aaron.


"Aaron sedang ada di Indonesia sekarang?" Revina langsung memotong perkataan Chiara dan membuat Mona langsung menoleh kaget karena Revina menyebutkan Aaron sedang berada di Indonesia, yang artinya, jika dia berniat menemui Chiara di apartemennya, berarti dia juga pasti akan bertemu dengan Aaron, yang tidak pernah bersikap ramah padanya, justru selalu terlihat dingin dan mengintimidasi.