Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
KEKASIH TERCINTA ALDRICH



Dan sampai detik ini, kejadian itu masih membuat Aldrich begitu marah pada mask men karena merasa dipermalukan, karena harus melakukan segala cara secara sembunyi-sembunyi agar mendapatkan uang, yang baginya jadi seperti pengemis.


"Kepergian kita kali ini, aku tidak mau kalau sampai tidak membawa hasil apapun seperti kejadian terakhir di Amerika waktu itu. Pastikan sekali lagi persiapan semua rencana yang akan kita jalankan selama berada di tempat ini." Aldrich berkata sambil menahan nafasnya sebentar begitu melihat seorang wanita cantik yang sedang menatap kagum ke arahnya.


Dasar wanita bodoh dan tidak tahu malu! Manusia lemah yang tidak sadar diri dan serakah! Beraninya menatapku dengan tatapan menjijikkan seperti itu! Rasanya ingin kuhancurkan wajah sok cantik wanita itu sekarang juga! Beraninya menunjukkan wajah mesum saat melihat ke arahku!


Aldrich langsung memaki wanita itu dalam hati, meski di wajahnya tersungging sebuah senyuman manis, yang membuat wanita itu semakin terpana padanya, tanpa menyadari bahwa laki-laki tampan yang sedang tersenyum padanya itu, saat ini sedang ingin sekali menghancurkan tubuh perempuan itu dengan kekuatan yang dia miliki, membakarnya hingga hangus.


Secara fisik, Aldrich memang memiliki wajah tampan, yang terpahat sempurna bak dewa Yunani, dengan hidung mancung, tatapan matanya indah, dengan senyum manis yang mampu membuat orang terpana dan terperdayta, tanpa menyadari wajah tampan seperti malaikat itu memiliki begitu banyak luka di hatinya, sehingga membuatnya tidak lagi memiliki hati atau belas kasihan pada orang lain, justru sangat senang jika melihat orang lain tersiksa.


Ketampanan Aldrich disempurnakan dengan bentuk tubuhnya yang tingginya mencapai 185 cm dan terlihat atletis, dimana dia seringkali mengenakan pakaian modis dan bermerk, membuat banyak orang, terutama para wanita yang seringkali menatapnya dengan tatapan terpesona.


Bahkan saat ada orang yang menyebutnya sebagai pria dengan wajah malaikat namun berhati iblis, Aldrich tidak akan perduli dan justru akan tersenyum senang, seolah justru merasa bangga dengan julukan aneh yang disematkan padanya itu.


"Cari tahu siapa wanita yang baru menatapku itu sebelum hari ini berakhir. Karena besok pagi, aku tidak ingin dia masih ada di muka bumi ini dan menikmati udara yang sama denganku. Sungguh menjijikan." Dengan nada suara terdengar kesal dan marah, Aldrich kembali berbisik pelan ke arah Rey yang melirik ke arah wanita yang disebutkan oleh Aldrich barusan.


Seorang wanita yang sebenarnya sangat cantik dalam pandangan Rey sebagai lelaki normal.


Sayangnya, Rey tahu usia wanita itu tidak akan panjang lagi, maksimal hanya sampai nanti malam, dan Rey bisa memastikan bahwa ramalannya itu benar-benar akan terjadi.


Seorang Aldrich, paling benci saat seorang wanita menatap sosoknya dengan tatapan yang berlebihan dengan rasa kagum dan terpesona, membuatnya memandang wanita itu sebagai sosok manusia murahan dan rasa jijik langsung menguasai hatinya.


Dan perasaan itu akan membuat Aldrich ingin untuk segera menemuinya secara pribadi dan membakarnya dengan petir yang dia ciptakan hingga hangus.


Bagi Aldrich hanya almarhum kekasihnya seorang yang boleh menatapnya dengan pandangan seperti itu, satu-satunya wanita yang dianggap paling cantik dalam ingatan Aldrich yang begitu mencintai almarhum kekasihnya itu, meski orang lain yang normal, saat melihat almarhum kekasih Aldrich secara fisik, mereka akan sepakat kalau wajah maupun bentuk tubuh kekasih Aldrich sangatlah aneh dan tidak normal sebagai seorang wanita.


Tapi bagi Aldrich, almarhum kekasihnya adalah wanita paling cantik, paling seksi, paling baik, paling dalam segala hal menurut Aldrich.


Dan yang pasti, wanita yang paling dicintai oleh Aldrich, dan tidak pernah tergantikan oleh wanita manapun sampai saat ini.


Sehingga jika ada wanita lain berani melakukan itu padanya, bisa dipastikan, dalam waktu kurang dari 24 jam wanita itu tidak akan lagi bisa menarik nafasnya kembali.


Benar-benar cari mati.


Rey berkata dalam hati sambil mengalihkan lirikan matanya dari wanita yang bisa dia pastikan akan berakhir mengenaskan di tangan Aldrich nanti malam.


"Setelah mengantar tim kita ke tempat mereka beristirahat, aku akan segera memberikan info yang kamu inginkan, agar kamu bisa berpesta dengannya malam ini." Rey segera membalas perkataan Aldrich dengan sikap santai, padahal mereka sedang membicarakan tentang bagaimana Aldrich yang akan menghilangkan nyawa seseorang malam ini.


"Apa kamu sudah mengaturkan tempat kita bermalam hari ini?" Dengan tetap berjalan dan mata menatap lurus ke depan, tidak lagi memperdulikan pandangan mata orang-orang yang melihat kedatangannya bersama rombongan, Aldrich bertanya kepada Rey.


"Tentu saja, hotel terbaik dan ternyaman sesuai dengan perintahmu. Hotel yang merupakan almarhum mertua Aaron Malverich." Rey berkata sambil menyeringai, menunjukkan barisan giginya yang rapi, tapi sangat membuat bulu kuduk berdiri.


Jika sebelumnya Rey begitu kesulitan untuk mencari jejak tentang mask men karena tidak ada info apapun tentangnya, tapi sekarang bagi Rey, setelah Aldrich mengatakan tentang siapa mask men sebenarnya di dunia nyata, semuanya menjadi jauh lebih mudah bagi Rey untuk menyelidiki siapa dan bagaiamana kehidupan mask men yang sebelumnya sangat misterius dan sulit untuk diselidiki.