
Sejak Aaron datang dari Amerika malam itu, Chiara sudah menghabiskan banyak waktu bersama Aaron, termasuk waktu belajarnya yang biasanya hanya bersama Zachary saja.
Selama Aaron ada, Aaron ikut mengamati perkembangan belajar Chiara dengan duduk diam dan memperhatikan Zachary yang sedang mengajari Chiara, dan melihat bagaimana Chiara menyelesaikan tugas-tugas dari Zachary..
Minimal dua kali sehari, Chiara dan Aaron akan makan pagi dan malam bersama, kadang siang hari juga, disaat Chiara pulang cepat dari sekolahnya.
Sehingga selama beberapa hari ini, Chiara merasa semakin nyaman dengan keberadaan Aaron, dan semakin berat melepas kepergian Aaron, tidak seperti ketika untuk pertama kalinya Aaron pergi ke Amerika setelah mereka
Meskipun kali ini, Chiara berusaha keras untuk tidak menangis, agar Aaron bisa melihat dia juga berusaha untuk menjadi gadis yang lebih dewasa.
"Ayo Nona, kita kembali ke apartemen sekarang." Zachary berkata setelah beberapa saat sosok Aaron menghilang dari pandangan mata, namun Chiara tetap berdiri di tempatnya dengan tatapan mata kosong ke arah sosok Aaron terakhir terlihat tadi.
"Baik Pak Zac. Setelah ini aku harus menemui tante Mona dan Revina." Chiara berkata dengan berusaha keras untuk kembali ceria seperti biasanya.
"Ayo Pak Zac." Sambil mengajak Zachary pergi meninggalkan bandara, Chiara mengambil handphone di tasnya.
Tanpa disadari oleh Chiara, Aaron yang sudah berada cukup jauh dari Chiara, sedikit menundukkan kepalanya, mencoba berkonsentrasi untuk mendengarkan suara dari Chiara.
Suara Chiara yang sudah mulai ceria kembali saat Zachary mengajaknya pergi meninggalkan bandara membuat Aaron menahan sedikit nafasnya, merasa sedikit lega, menyadari bahwa gadis kecilnya tidak terlalu bersedih seperti ketika pertama kali mereka berpisah dulu.
I will miss you my little girl, very-very miss you.
Aaron berkata dalam hati sambil menghela nafasnya, lalu kembali melangkah pergi, membiarkan tubuhnya pergi, dengan hati yang tertinggal di negara ini.
# # # # # # #
Mata Mona maupun Revina langsung melotot kaget bercampur heran, begitu kaki mereka melangkah memasuki ruang tamu apartemen Aaron itu.
"Ehem." Mau tidak mau Mona harus berdehem kecil untuk menutupi bagaimana dia sangat mengagumi apartemen mewah milik Aaron, tempat Chiara tinggal sekarang.
Bukan hanya desain interior yang terlihat begitu mewah, dengan lampu-lampu kristal yang menghiasi hampir di setiap ruangan, tapi semua furniture yang tertata rapi disana terlihat jelas merupakan barang-barang mahal dan berkelas.
Begitu memasuki apartemen tempat Chiara tinggal itu membuat Mona hampir saja melongo, tapi begitu sadar bahwa tindakannya itu akan membuatnya terlihat memalukan, Mona segera berdehem untuk menyadarakan dirinya sendiri agar tidak menunjukkan rasa kagumnya.
Meskipun Mona bukan dari keluarga miskin, tapi melihat bagaimana luas dan mewahnya apartemen milik Aaron hari ini, membuat Mona tersadar bahwa kekayaan yang dimilikinya, mungkin hanya seujung kuku dari kekayaan yang dimiliki oleh Aaron.
Di tingkatan teman-temannya, mungkin Mona termasuk kalangan menengah, tapi jika melihat apartemen Aaron sekarang, mau tidak mau Mona harus mengakui mungkin bagi Aaron dia akan masuk dalam golongan orang kurang mampu.
Revina sendiri hanya bisa menelan ludahnya begitu melihat suasana apartemen tempat Chiara tinggal, dimana mau tidak mau itu membuatnya merasa iri dan tidak suka melihat bagaimana beruntungnya kehidupan Chiara setelah menikah dengan Aaron.
Tapi melihat bagaimana apartemen yang diberikan Aaron untuk bisa ditinggali oleh Chiara saat ini, mereka berdua bisa menilai kalau Aaron sengaja memberikan kemewahan sekaligus kenyamanan buat Chiara.
Membuat mereka sadar bahwa kehidupan Chiara setelah menikah dengan Aaron, sungguh jauh dari bayangan mereka.
Chiara bukan dimanfaatkan atau disiksa oleh Aaron, tapi justru begitu dimanjakan.
Belum lagi, sejak Chiara mempersilahkan mereka berdua masuk, baik Mona maupun Revina bisa melihat adanya sebuah gelang yang begitu indah melingkar di pergelangan tangan Chiara.
Karena belum lama ini Chiara merayakan ulang tahunnya yang ke 17, Revina mulai menebak-nebak bahwa gelang itu merupakan hadiah ulang tahun dari Aaron, membuat Revina jadi malu karena dia sendiri hanya memberikan hadiah kepada Chiara berupa sebuah kemeja lengan pendek tanpa merk, yang dia beli dengan sembarangan di mall milik keluarganya.
Dan itupun, Revina sengaja mengambil dan membeli barang yang sedang didiskon karena cuci gudang, akibat tidak laku dan merupakan barang lama.
"Silahkan duduk tante Mona, Revina." Dengan sikap ramah dan ceria seperti biasanya, Chiara mempersilahkan kedua tamunya untuk duduk, setelah mereka melewati ruang tamu, dan berada di ruang keluarga.
Dengan sikap ragu dan saling berpandangan, Mona maupun Revina langsung duduk di sofa mewah yang ada di ruang keluarga apartemen Chiara, sebuah sofa yang benar-benar mewah, yang baru pertama kalinya mereka lihat.
Sofa yang sedang diduduki oleh Mona dan Revina merupakan plumebanche diamond encrusted sofa, yang sengaja dibeli Aaron begitu dia berhasil melamar Chiara saat itu.
(Plumebanche Diamond Encrusted Sofa adalah sofa yang bertahtakan dengan berlian asli. Jika sofa biasa tentu sudah banyak yang memiliki, tapi bagaimana dengan sebuah sofa yang bertahtakan berlian Plumebanche?
Tentu saja sangatlah tidak biasa, dan tidak banyak orang yang bisa membeli sofa semewah itu. Bahkan diseluruh dunia jumlahnya hanya 50 buah.
Plume Blanche adalah perusahaan desainer interior Prancis yang mewah dan Sofa Bertatahkan Berlian mereka adalah item edisi terbatas. Itu terbuat dari kayu Mahoni dengan finishing pernis, kulit berkualitas tinggi dan berlian asli yang "tersebar di seluruh badan sofa". Harganya lebih mahal daripada banyak rumah di Amerika.
Sofa ini juga terbuat dari kayu mahoni murni dan dilapisi dengan kulit uang mengkilap. Dan tentunya juga dilengkapi dengan berlian. Harganya pun tidak main-main yakni Rp 2,76 miliar).
Bahkan saat Aaron sudah menetapkan tanggal pernikahan mereka, Aaron langsung mengganti beberapa furniture apartemennya, dengan barang-barnag mewah dan indah, sengaja agar Chiara betah tinggal di sana, sekaligus agar Chiara tidak lagi dipandang remeh oleh Mona dan Revina.
Padahal sebelumnya, Aaron lebih suka tinggal menyendiri dengan ruangan yang tidak dipenuhi oleh banyak furniture, justru sengaja dibiarkannya kosong.
Tapi begitu dia berhasil membuat Chiara menerima lamarannya, Aaron dengan sengaja langsung mendatangkan desainer interior ruangan terbaik dari Amerika, dan merombak total seluruh ruangan di apartemennya, kecuali kamarnya sendiri.
Aaron juga mendatangkan berbagai furniture mewah untuk mengisi setiap ruangan yang ada di apartemennya.
Chiara sengaja mengajak Mona dan Revina masuk lebih ke dalam, ke ruang keluarga yang ada di apartemennya.
Sebenarnya Chiara bukan berniat pamer, hanya agar mereka bisa merasa nyaman, dan membuat mereka merasa dihargai sebagai orang yang memiliki hubungan keluarga sehingga diajak ke ruang keluarga, yang posisinya lebih private dibanding dengan ruang tamu.