Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
RASA PENASARAN ANNA



"Mmmm.... harum sekali parfum baru yang kamu kenakan hari ini honey." Anna yang mendapatkan pelukan hangat dari belakang oleh Zachary secara tiba-tiba langsung menoleh dengan tangan yang awalnya sedang asyik memotong bentuk dadu, buah apel untuk Lila, langsung menghentikan kegiatannya.


Apalagi dengan kata-kata pujian yang diucapkan oleh Zachary untuknya disertai dengan sebuah pelukan, dimana tangan Zachary yang satu memeluk erat pinggang Anna, dan yang satu mengelus dengan lembut perut rata Anna, yang semalam sempat mengatakan kalau dia ingin segera memberikan adik untuk Lila dalam waktu dekat.


Dan saat mereka bercinta semalam, Anna mengatakan kalau dia sedang dalam masa suburnya, sehingga dia berharap bisa segera mendapatkan apa yang diinginkannya.


Membuat fokus Anna pada apel di tagannya langsung teralihkan secara otomatis.


"Manis sekali bau tubuhmu honey." Zachary kembali berkata pada Anna, kali ini dengan nada berbisik, sambil menggerakkan hidung mancungnya ke leher Anna, dan menarik nafas dalam-dalam udara di sekitar leher Anna yang sedikit tertutup oleh rambutnya.


"Zac... hentikan, ini masih siang, dan Lila sedang bermain di kamar. Bagaimana kalau tiba-tiba dia mencari kita?" Mendengar perkataan Anna, Zachary bukannya menjauhkan hidungnya dari leher istrinya, tapi justru menyingkirkan rambut yang menutupinya, agar bibirnya bisa mengecupnya, untuk memberikan sebuah tanda di sana.


"Zac... jangan...." Anna langsung terpekik pelan dan menjauhkan lehernya dari Zachary yang langsung meringis.


"Kenapa? Karena ini masih siang hari? Siapa yang bilang kalau bercinta hanya bisa dilakukan pada malam hari? Sebelum Lila lahir bahkan setiap kita ingin melakukannya, kita akan melakukannya, tidak perduli tempat, apalagi waktu." Zachary bertanya sambil melepaskan pelukannya pada Anna, sambil menarik tubuh Anna, lalu memutarnya, membuat mereka saling berhadap-hadapan sekarang.


"Tidak ada yang melarang Zac, tapi ingat ada Lila. Bahaya kalau dia melihat kita." Anna berkata dengan wajah terlihat memerah, dan nafasnya sedikit memburu.


Zachary langsung tersenyum geli melihat apa yang terjadi pada Anna, karena lebih dari siapapun, Zachary yang paling tahu kalau titik sensitif istrinya adalah di lehernya.


Setiap kali Zachary menyentuh leher istrinya dengan hidung maupun bibirnya, tanpa perlu menunggu lama, gairah dalam diri Anna pasti akan langsung terpancing, seperti yang baru saja terjadi.


“Oke, kalau begitu setelah ini, kamu harus bisa menidurkannya, agar acara kita berlanjut.” Zachary yang tetap bersikeras membuat wajah Anna semakin memerah, karena baginya, liburan kali ini, memang seperti bulan madu karena keinginannya untuk segera hamil lagi.


“Jangan membicarakan itu untuk sekarang ini, Lila baru saja bangun satu jam yang lalu, bagaimana bisa aku membuatnya tertidur kembali sekarang?” Anna berkata sambil mendekatkan tubuhnya ke arah Zachary yang tampak menghela nafasnya.


“Jadi Pak Zachary, tahan dulu dirimu sampai nanti malam.” Anna berkata sambil mengelus dada Zachary yang langsung melotot, kerena tahu Anna sedang membalasnya sekarang.


"Bagaimana dengan kondisi pak Aaron dan nona Chiara? Apa semuanya baik-baik saja? Apa semuanya berjalan dengan lancar seperti yang diinginkan bu Sarah?" Akhirnya Anna berusaha mengalihkan pikiran mereka dengan membicarakan tentang Aaron dan Chiara.


“Mereka berdua sudah melakukannya. Entah semalam, entah tadi pagi. Yang pasti, apa yang diinginkan oleh bu Sarah sudah benar-benar terjadi.” Dengan santainya Zachary berkata sambil mengambil potongan apel yang tadi sedang dipersiapkan oleh Anna untuk Lila, dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya.


Mata Anna langsung terbeliak kaget mendengar perkataan Zachary.


“Benarkah? Secepat itu?” Anna langsung bertanya dengan nada penasarannya, yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Zachary.


“Wah… benar-benar surprise. Kenapa bisa cepat sekali kejadiannya.” Zachary sedikit geli mendengar komentar istrinya.


“Lalu maumu bagaimana? Kan memang itu yang kita inginkan? Kenapa kamu justru merasa aneh? Bagaimanapun pak Aaron adalah laki-laki normal, dan entah sejak kapan, tapi sepertinya dari awal, pak Aaron memang sudah mencintai nona Chiara. Jadi pernikahan itu bukanlah sekedar pernikahan palsu bagi pak Aaron.” Penjelasan Zachary membuat Anna langsung mengangguk-anggukkan kepalanya.


“Benar juga.” Anna menjawab singkat sambil mengambil handphone miliknya yang ada di atas meja di belakangnya.


“Mau menghubungi siapa?” Zachary bertanya sambil mencomot kembali potongan apel di atas piring.


“Nona Chiara, aku mau menanyakan bagaimana kabarnya. Apa dia baik-baik saja.” Mata Zachary langsung terbeliak mendengar rencana dari istrinya.


“Eh, Anna… tunggu… kenapa kamu mau menghubungi nona Chiara? Dia kan sedang bersama dengan pak Aaron sekarang?” Zachary bertanya, sambil dengan buru-buru menelan apel yang di mulutnya, membuatnya hampir tersedak karena terlalu terburu-buru.


Apalagi Zachary masih ingat tadi pagi bagaimana wajah serius Aaron yang mengatakan kalau dia tidak ingin diganggu selama liburan ini.


“Justru itu, aku mau menanyakan bagaimana keadaannya. Di aitu masih berusia 18 tahun Zac. Dan aku masih ingat bagaimana bingungnya dia ketika bertanya padaku tentang apa dan bagaimana ML, karena mendengar cerita temannya Grace, dia jadi ketakutan sendiri. Apalagi kamu tahu, pak Aaron bukan manusia biasa, dia memiliki banyak kekuatan super yang mungkin membahayakan Chiara.” Anna langsung menjawab pertanyaan Zachary, karena dia tahu Chiara memiliki suami dengan kekuatan super yang jauh berbeda dengan Zachary.