
"Ada aku yang akan selalu mendukungmu. Kamu tidak akan pernah menjalaninya sendiri. Aku yakin waktu akan memulihkan semua luka hati dan rasa bersalahmu. Sudah waktunya, untuk kita berdua sekarang mulai melupakan semua ingatan buruk tentang masa lalu. Kita akan hadapi semuanya bersama. Apapun yang terjadi, kita harus tetap menjalani kehidupan kita sekarang." Aaron berkata pelan sambil menepuk-nepuk pelan punggung adik kesayangannya itu.
# # # # # # # #
"Chiara?" Sebuah panggilan yang menyebutkan namanya membuat Chiara yang sedang berjalan bersama Revina menghentikan langkahnya.
Chiara dan Revina baru saja berencana keluar dari restoran yang ada di hotel Chiara, setelah menyelesaikan makan siang mereka berdua.
Hari itu, Chiara sengaja meminta ijin pada Aaron untuk menikmati makan siang bersama Revina, yang sedang merencanakan acara kejutan untuk ulang tahun Dani di hotel milik Chiara.
Sejak menikah dengan Dani beberapa bulan lalu, pada akhirnya, Aaron memberikan kesempatan pada Dani untuk membantunya mengelola usaha mall milik Mona dan Raksa yang akhirnya diambil alih oleh Aaron setelah hampir mengalami kebangkrutan karena hutang yang ditinggalkan oleh Richard.
Meskipun Aaron berhasil membuat Richard tertangkap dan berada di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, akan tetapi sebagian besar uang yang dimilikinya sudah habis digunakan untuk berfoya-foya di luar negeri, sehingga sulit bagi Mona untuk membayar kembali hutang pada bank.
Saat itu Aaron bersedia membantu membayar hutang itu, asalkan bisnis mall milik Mona, diserahkan padanya, dan Mona tidak memiliki pilihan lain, jika tidak ingin dia dilaporkan oleh pihak bank ke pihak yang berwajib karena berusaha berkelit dari hutangnya.
Sebenarnya, Aaron ingin langsung mengembalikan usaha mall itu dan mengubahnya atas nama Revina, akan tetapi, karena Aaron ingin kelaurga Mona merasa bertanggungjawab terhadap tindakan mereka di masa lalu, Aaron sengaja menunda pemindahtanganan bisnis mall itu, sekaligus dia menunjuk Dani sebagai penanggungjawab, untuk melatih jiwa bisnis laki-laki itu.
Aaron berharap, saat semuanya sudah tertata rapi dan siap, Aaron akan memberikan kembali usaha mall itu untuk Revina dan Dani.
Baik Chiara maupun Revina tampak kaget melihat sosok Romi, orang yang ternyata menyapa Chiara barusan.
Begitu Chiara membalikkan tubuhnya, mata Romi langsung memandang ke arah Chiara tanpa berkedip, karena hari ini, penampilan Chiara dengan pakaian resminya karena sedang bersiap untuk meeting terlihat begitu menarik dan cantik bagi Romi, yang sebenarnya beberapa waktu ini sengaja mencari kesempatan untuk dapat bertemu Chiara kembali.
Bahkan Romi bisa berada di hotel milik Chiara hari ini, karena dia sengaja ingin menyewa restoran yang ada dalam hotel untuk reuni teman-teman SMAnya, sekaligus berharap bisa bertemu dengan Chiara yagn dia dengar mulai melibatkan dirinya dalam bisnis hotel keluarganya.
"Apa kabar Chiara? Sepertinya setelah lama tidak bertemu, kamu semakin cantik, dan tubuhmu terlihat semakin berisi dan menarik." Mendengar kata-kata Romi, Revina merasa tidak nyaman karena baginya itu terlalu mengarah ke hal yang pribadi.
Tentu saja semakin berisi! Karena Chiara sedang hamil muda! Dasar otak cabul! Pikiran mesum!
Revina mengomel dalam hati dengan wajah terlihat kesal melihat bagaimana cara Romi mengamati sosok Chiara yang baginya tidak pantas untuk dilakukan oleh seorang pria baik-baik.
"Eh...." Setelah memandang Chiara, ketika Romi melihat ke arah Revina yang perutnya sudah kelihatan membuncit, langsung bergumam pelan.
"Kamu sudah menikah Revina? Kamu pasti sedang menantikan kelahiran anak pertamamu ya?" Romi langsung bertanya kepada Revina yang langsung tersenyum.
"Hah... kamu pasti sedang bercanda Revina. Chiara kan sudah belum menikah?" Romi berkata sambil tertawa kecil.
"Siapa bilang Chiara belum menikah? Coba lihat ini." Revina berkata sambil menarik tangan kanan Chiara, dan menunjukkan adanya sebuah cincin kawin yang terlihat begitu indah, melingkar di jari manis Chiara.
Romi yang melihat itu tampak mengernyitkan dahinya, dengan wajah terlihat masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Revina.
"Chiara... apa benar kamu... sudah menikah?" Romi bertanya dengan suara ragu, dan tangan kanannya bergerak, berusaha untuk menarik tangan Chiara, untuk melihat dan memastikan cincin yang terpasang di jari manis Chiara benar-benar merupakan cincin kawin.
"Eh, jangan coba-coba berani menyentuh Chiara!" Tiba-tiba dari arah belakang tubuh Romi, sebuah suara bariton terdengar mencegah tindakan Romi.
Suara itu membuat Romi langsung menoleh, Chiara yang melihat siapa yang datang langsung tersenyum lebar.
"Siapa laki-laki ini Chiara?" Grayson yang baru saja datang karena sudah ada janji makan siang di hotel Chiara, langsung bertanya pada Chiara dengan tatapan penuh selidik ke arah Romi, dan juga memandang ke arah tangan Romi dengan tatapan tidak suka karena tadi sempat melihat bagaimana tangan itu hampir saja memegang tangan Chiara.
Sejak hubungan Aaron dan Grayson membaik, Grayson bahkan terlihat lebih over protektif terhadap Chiara dibandingkan Aaron, jika dia melihat ada laki-laki yang mulai memperlihatkan rasa ketertarikannya pada Chiara, atau mulai bersikap genit.
Hal itu dilakukan Grayson bukan karena dia merasa cemburu akibat rasa cintanya pada Chiara, tapi justru karena Grayson tidak ingin, wanita yang dianggap harta paling berharga oleh Aaron itu, ada yang mengusiknya.
“Apa dia suamimu Chiara?” Romi yang tidak menjawab pertanyaan Grayson justru bertanya balik kepada Grayson dengan tatapan menyelidik.
“Kenapa juga kamu merasa penasaran dengan suami Chiara? Memang kamu punya hubungan apa dengan Chiara?” Chiara dan Revina akhirnya justru melongo melihat perdebatan antara Romi dan Grayson, sampai mata Chiara melihat dari arah pintu masuk restoran tampak Aaron yang tampak serius berbicara dengan Zachary yang menunjuk ke arah layar tablet miliknya, sambil berjalan beriringan dengan Aaron.
Sebuah senyum lebar, penuh dengan aura bahagia, langsung terlihat di bibir Chiara yang menatap ke arah Aaron dengan tatapan kagum dan cintanya, membuat Romi maupun Grayson langsung mengalihkan pandangan matanya ke arah dimana Chiara sedang memandang.
“Om Aaron….” Dengan wajah ceria, Chiara membisikkan nama Aaron sambil berjalan menuju ke arah Aaron dengan langkah-langkah cepat, tanpa perduli dengan keberadaan Romi yang wajahnya tampak bertanya-tanya.
Gerakan Chiara, membuat Aaron yang awalnya serius berbicara dengan Zachary, langsung menghentikan kegiatannya, dan memandang ke arah Chiara dengan sedikit kaget.
“Eh….” Dengan buru-buru, Aaron langsung berlari-lari kecil ke arah Chiara, agar istrinya yang sedang hamil itu tidak bergerak dengan terburu-buru seperti itu.
“Om Aaron sudah datang?” Dengan suara lembut dan gerakan cepat, Chiara langsung melingkarkan kedua tangannya di lengan Aaron sambil bergelayut mesra di sana.