
"Kalau begitu, aku tutup dulu Om." Suara ceria Chiara kembali terdengar, dibarengi dengan suara pintu kamar mandi yang ditutup.
Hah... hah... hah....
Aaron hanya berani mengeluarkan dess...ssahannya dalam hati, takut jika Chiara maupun Sarah mendengar dan melihat bagaimana keras usaha dia saat ini untuk menahan gejolak hati dan hasratnya.
Setelah beberapa detik berdiri di depan pintu kamar mandi, Aaron berusaha menata hati dan pikirannya agar tidak terfokus pada kejadian barusan, setelah itu baru dia berani membalikkan tubuhnya, dan melihat ke arah Sarah yang sedang sibuk mengelilingi kamar Aaron yagn baru saja dirombak.
Untung sekali mama sedang sibuk memperhatikan detail penataan baru kamar ini. Kalau tidak, dia pasti melihat sikapku yang memalukan tadi. Chiara... gadis itu benar-benar membuatku hampir hilang kendali. Aku harus cepat mendapatkan solusi agar aku tidak perlu lagi merasa khawatir jika berdekatan dengan Chiara.
Aaron berkata dalam hati sambil menjauhkan dirinya dari pintu kamar mandi, yang masih saja membuatnya teringat kejadian barusan.
Dan sepertinya Aaron harus pasrah jika ke depannya, pikirannya akan selalu teringat dengan berbagai kejadian yang terjadi antara dia dan Chiara sepanjang hari ini, karena Sarah menginap, dia tidak mungkin bisa menghindar dari tidur satu kamar dengan Chiara, yang pasti akan membuat emosinya tercampur aduk.
Dengan langkah pelan, akhirnya Aaron berjalan mendekat ke arah Sarah yang sudah berada di balkon kamar Aaron, memandang ke arah suasana malam kota itu dari atas.
"Apa Papa dan Mama sudah makan malam? Perlu aku pesankan makanan untuk kalian?" Suara Aaron yang sudah berdiri di dekatnya membuat Sarah menoleh sambil tersenyum.
"Kamu sekarang jadi perhatian ya dengan orang lain?" Sarah menjawab pertanyaan Aaron dengan sebuah pertanyaan lain.
Meskipun selama Sarah menjadi ibu tiri Aaron, Sarah hapal betul dengan sifat Aaron yang tidak terlalu suka berkomunikasi dengan orang lain, termasuk dengan dirinya, dan tidak pernah menunjukkan perhatian lebih atau menanyakan kondisinya.
Jadi bagi Sarah saat ini, Aaron yang menanyakan apakah dia dan Johnson sudah makan atau belum menunjukkan bahwa sikap Aaron jadi lebih hangat, dan membuat Sarah semakin bahagia melihat pernikahan Aaron dan Chiara yang sepertinya baik-baik saja, dan membawa dampak positif bagi Aaron.
"Kalian bukan orang lain untukku." Aaron langsung menjawab pertanyaan Sarah.
"Aku sangat senang mendengarnya Aaron. Sepertinya Chiara benar-benar sudah mengubahmu ya? Dia anak yang baik, kamu harus bisa menjaganya dengan baik." Sarah berkata sambil mengambil posisi duduk di kursi yang ada di balkon kamar Aaron.
"Dia adalah istriku, tentu saja aku akan menjaganya dengan baik." Aaron berkata sambil duduk di kursi yang ada di samping Sarah, dengan sebuah kursi kosong ada diantara mereka.
"Aku sudah makan malam bersama papamu, tidak perlu repot." Sarah berkata sambil memandang Aaron yang terlihat sedang melirik ke arah dalam kamarnya, menunjukkan dia sedang menantikan kemunculan Chiara.
"Kamarmu ini... pemandangan dari tempat ini benar-benar istimewa. Mungkin karena itu sulit sekali mengajak Chiara menginap di rumah." Perkataan Sarah tanpa sadar membuat bibir Aaron bergerak membentuk sebuah seyuman tipis, ikut merasa senang mendengar bagaimana Chiara yang lebih menyukai tinggal di apartemennya daripada di rumah keluarga Malverich.
"Kalian sedang membicarakan apa?" Chiara yang tiba-tiba sudah datang kembali dengan mengenakan piyama tidurnya, dengan rambut panjangnya yang terkuncir rapi langsung membuka percakapan diantara mereka.
"Ya Ma." Dengan senyum di wajahnya, dan gerakan cepat, Chiara langsung berjalan ke arah kursi yang ada diantara Aaron dan Sarah.
Dan karena tidak memperhatikan langkahnya, tanpa sengaja kaki Chiara menabrak pot bunga yang ada di sebelah kirinya, hingga dia hampir terjatuh.
Untung saja dengan sigap, lengan tangan Aaron segera menahan tubuh Chiara dengan sedikit memajukan tubuhnya ke depan, tangannya memeluk bagian depan tubuh Chiara.
Gerakan Aaron yang langsung memeluknya membuat Chiara hampir terpekik keras, karena lengan laki-laki tampan itu tepat berada di dadanya.
Aduh! Apa yang sedang aku sentuh sekarang ini? Tadi memang cuma bungkusnya saja, tapi sekarang tanpa sengaja aku justru menyentuh bersama dengan isinya yang terasa begitu.... ist.... hentikan pikiran jorokmu Aaron!
Aaron berteriak dalam hati dan membuat tanpa sengaja, lengannya yang sedang memeluk dada Chiara, bergerak ke belakang, sehingga tubuh Chiara terdorong ke arah belakang, berakhir dengan jatuh terduduk di pangkuan Aaron.
"Akh...." Suara pekikan kecil terdengar dari Chiara yang tubuhnya terjatuh tepat di pangkuan Aaron, membuat Sarah mulut Sarah ikut melongo karena melihat bagaimana dekat dan mesranya posisi mereka berdua saat ini.
My little girl... lagi-lagi tindakan cerobohmu membuatku... semakin tidak bisa menghindar.
Aaron berkata dalam hati sambil menahan nafasnya, juga sesuatu di bawah sana, agar Chiara tidak menyadari posisinya yang saat ini duduk di pangkuan Aaron sudah mulai membangunkan sesuatu di bawah sana.
Aduh.... memalukan sekali aku ini. Aku benar-benar ceroboh. Apa om Aaron akan marah ya karena aku sudah bersikap tidak sopan sekarang? Baru hari ini om Aaron pulang, dan aku sudah bersikap kurang ajar padanya.
Secara bersamaan dengan Aaron, Chiara berkata dalam hati dengan sikap terlihat canggung.
"Maaf Om Aaron...." Dengan wajah memerah, Chiara yang masih duduk di pangkuan Aaron dengan posisi duduk menyamping memandang ke arah Aaron dengan wajah terlihat bersalah dan tidak enak hati.
Kalau begini, aku harus bagaimana coba? Kalau aku langsung berdiri terlihat janggal tidak? Mama Sarah akan curiga tidak ya? Tapi kalau aku tetap di pangkuan om Aaron, aduh... aku bisa mati mendadak karena jantungku yang terus bekerja keras karena terlalu lama berdetak kencang.
Chiara berkata dalam hati dengan sedikit menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajah malunya.
"Kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terbentur? Sakit atau kakimu keseleo? Hati-hati... kamu harus fokus saat bergerak agar tidak sering terjatuh seperti ini." Tanpa menjawab permintaan maaf Chiara, Aaron justru bertanya tentang kondisi Chiara apakah baik-baik saja.
Perhatian Aaron dengan wajah khawatir yang ditunjukkannya saat bertanya kepada Chiara membuat Sarah tersenyum, tapi sikap Chiara membuat Sarah sedikit mengernyitkan dahinya.
"Wah... Chiara... kenapa kamu bersikap seformal itu pada Aaron? Meskipun usia kalian terpaut jauh, tapi kalian adalah pasangan suami istri. Tidak perlu bersikap sesopan itu pada Aaron, sampai minta maaf segala, padahal boleh dikata kalian berdua ini kan teman tidur, apalagi yang membuatmu bersikap canggung kepada Aaron seperti itu? Kalian mau bertindak lebih dekat dan mesra dari ini tidak akan ada yang melarangnya. Orang sudah sah sebagai suami istri kok. Apa selama ini Aaron sudah berani menindasmu Chiara? Apa dia memperlakukanmu dengan kasar?" Perkataan Sarah yang diucapkan sambil tertawa geli, membuat Chiara semakin tidak berani bergerak, apalagi beranjak dari pangkuan Aaron.