
"Tapi kalau sakit saat melahirkan... aduh... sulit sekali untuk diungkapkan rasa sakitnya. Rasanya semua tulang-tulang, terutama di bagian pinggang rasanya remuk, sungguh ngilu sekaligus terasa lemas. Tapi jangan khawatir, rasa sakitnya tidak sebanding dengan rasa bahagia ketika melihat bayi yang kita lahirkan berada dalam pelukan kita. Jadi jangan pernah takut untuk menjalani proses itu." Anna berkata sambil tersenyum, berusaha menenangkan hati Chiara.
"Kamu akan merasakan pengalaman indah saat melihat bayi yang kita lahirkan berada dalam dekapan kita, dan berusaha mencari kenyamanan dengan mendekatkan dirinya ke tubuh kita, mencari keberadaan kita, orang yang paling dia kenal karena selama 9 bulan ini berada di dalam perut kita." Kata-kata Anna, membuat Chiara tersenyum, membayangkan bagaimana dia akan memiliki bayinya sendiri bersama Aaron, membuat dadanya terasa berdesir karena rasa bahagia.
Bagi Anna, pertanyaan Chiara barusan tentang bagaimana rasa sakit yang timbul saat melahirkan, pasti umum menjadi sesuatu yang membuat khawatir para gadis yang baru menikah, apalagi di usia semuda Chiara.
Meskipun Anna tidak mungkin mengatakan kalau melahirkan itu tidak sakit, tapi dia ingin mengajarkan kepada Chiara kalau rasa sakit itu tidak akan ada apa-apanya dan kadang justru terlupakan begitu melihat bayi yang mereka lahirkan dengan susah payah itu.
Mendengar perkataan Anna yang berusaha menenangkannya membuat Chiara tersenyum, dan membuat Chiara jadi membayangkan sosok bayi mungil yang pasti akan menggemaskan untuknya, yang pada dasarnya menyukai anak kecil.
“Eh, nanti keburu siang. Ayo ke ruang makan sekarang. Mungkin bu Sarah dan yang lain sudah menunggumu sedari tadi.” Anna yang baru saja melirik ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya langsung berkata sambil menggerakkan tubuhnya, bersiap berjalan ke arah pintu untuk keluar dari kamar.
Chiara yang mendengar perkataan Anna, langsung bangkit dari duduknya, dan bergerak mendekat kea rah Anna untuk mengikuti langkah-langkah Anna keluar dari kamarnya.
Begitu sampai di ruang makan bangunan villa tempat Sarah dan yang lain berada, seperti dugaan Anna, semua orang sudah berkumpul di tempat itu, Sarah, Johnson, Diego, dan tentu saja Zachary dan Aaron.
Suara langkah Chiara dan juga Anna, langsung membuat Aaron menoleh dan menatap ke arah wajah cantik istrinya dengan tatapan terlihat mesra, membuat Sarah yang terus mengamati Aaron dari tadi jadi tersenyum dengan wajah bahagia.
Aaron sengaja menahan dirinya untuk tidak langsung menoleh ke arah asal datangnya Chiara saat Chiara masih jauh, agar orang di sekitarnya tidak curiga bahwa sejak tadi, Aaron yang menunggun kedatangan Chiara, bahkan bisa mendengar setiap langkah kaki Chiara sejak bangkit dari duduknya.
Bahkan bisa mendengar perkacapan antara Anna dan Chiara yang hampir saja membuatnya tidak bisa menahan senyumnya karena kepolosan dari kata-kata Chiara.
My little girl, kenapa sikap dan kata-katamu selalu menggemaskan dan membuatku selalu ingin berada di dekatnya setiap saat?
Jika dulunya Aaron dengan sembunyi-sembunyi menatap Chiara dengan penuh cinta, tapi sekarang, tanpa perduli dengan apa pendapat orang lain, dengan terangan-terangan Aaron menunjukkan rasa cintanya pada Chiara melalui tatapan matanya.
Eh, kenapa hari ini Chiara terlihat sedikit berbeda ya? Apa yang sudah terjadi padanya dalam beberapa hari ini bersama Aaron? Hari ini dia terlihat tidak seperti biasanya, dan itu justru membuatnya terlihat semakin menarik. Ist, dia wanita milik Aaron. Aku harus bisa menahan diri untuk tidak memujinya di depan Aaron, apalagi menatapnya dengan rasa kagum. Bisa marah beruang kutub yang satu itu.
Diego berkata dalam hati sambil tertatawa kecil dalam hati, karena sudah menyamakan Aaron dengan beruang kutub.
(Sebenarnya beruang ganas atau jahat. Beruang biasanya pemalu, mereka adalah hewan yang hanya memiliki sedikit keinginan untuk berinteraksi dengan manusia. Kecuali bila terpaksa berada di dekat manusia demi mendekati sumber makanannya, beruang biasanya memilih untuk menghindari kita.
Beruang seringkali disebutkan sebagai hewan asocial, yang biasa diartikan dengankurangnya motivasi untuk melakukan interaksi sosial, atau lebih suka melakukan aktivitas sendiri).
“Ah kalian sudah datang. Cepatlah kemari, semua sudah lapar nih.” Diego langsung memberikan komentar pada Anna dan Chiara, yang bagi Diego hari ini tampak terlihat lebih anggun dengan riasan wajah yang dipoleskan oleh Anna.
Hal itu membuat Diego sengaja mengalihkan perhatiannya dengan kata-kata ajakan makan, sebelum bibirnya yang licin mengucapkan kata-kata pujian untuk Chiara yang akan membuat Aaron pasti akan menatap tajam ke arahnya tanpa ampun.
Setelah bertahun-tahun mengenal Aaron yang baginya selalu bersikap dingin dan berwajah datar, sejak memutuskan untuk menikah dengan Chiara, Diego bisa melihat kalau itu demi Chiara, wajah maupun ekspresi Aaron akan bisa berubah dan menunjukkan emosi di dirinya.
Dan dari sikap Aaron, Diego bisa menangkap dengan jelas bahwa Aaron memang begitu mencintai Chiara, dan Diego berani memastikan, demi Chiara, sepupunya yang terkenal dingin itu, pasti rela melakukan apapun.
Kenyataan itu membuat Diego sungguh berharap Grayson tidak bertindak bodoh dengan terus mengembangkan perasaan sukanya pada Chiara yang tidak mungkin bisa dia dapatkan balasan dari Chiara itu.
Karena melihat sikap Chiara, sebagai pakar wanita, Diego juga berani bertaruh kalau Chiara juga memiliki perasaan yang sama terhadap Aaron, jadi tidak ada alsan bagi orang ketiga untuk bisa masuk di tengah-tengah hubungan mereka berdua.