Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MASA LALU ALDRICH (2)



Dengan begitu banyak siksaan yang di alami oleh Aldrich, Aaron mulai bisa mengetahui apa yang membuat Aldrich menjadi seseorang seperti sekarang ini.


“Dan hal yang mungkin membuat Aldrich begitu marah dan mendendam sehingga bersumpah akan menghancurkan dunia manusia adalah ketika tim peneliti menangkap seorang gadis yang merupakan korban mutasi yang ternyata adalah kekasihnya. Gadis itu tidak memiliki kekuatan super, justru bentuk tubuhnya terlihat sedikit aneh karena dia menjadi korban mutasi, tapi Aldrich sangat mencintai gadis itu. Bahkan Aldrich ditangkap sebulan sebelum rencana pernikahan mereka dilaksakan. 2 bulan kemudian, gadis itu juga ditangkap.” Mendengar perkataan Zachary, mau tidak mau bulu kuduk Aaron terasa berdiri.


Saat ini Aaron bisa dengan jelas membayangkan kemarahan seorang Aldrich karena gadis yang dicintainya juga menjadi korban keegoisan manusia yang ingin menjadikan mereka bahan percobaan.


“Fisik gadis itu bukan gadis yang secara normal bisa dikatakan cantik, justru terlihat aneh karena di beberapa bagian tubuhnya ada benjolan akibat mutasi genetik, membuat beberapa bagian tubuhnya terlihat berukuran tidak normal. Dia satu-satunya gadis yang bisa membuat Aldrich jatuh cinta. Namun, pada akhirnya gadis itu memilih bunuh diri di hadapan para tim peneliti, karena dia tidak rela tubuhnya menjadi bahan percobaan. Dan peristiwa itu, disaksikan Aldrich dengan mata kepalanya sendiri tanpa dia bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan gadis yang dicintainya.” Dengan susah payah Aaron menelan ludah di tenggorakannya, dan tubuhnya tersentak kaget begitu mendengar akhir kisah yang tragis antara hubungan Aldrich dan kekasihnya.


“4 bulan kemudian, kakakku berusaha membantu Aldrich agar bisa melarikan diri dari tempat terkutuk itu, sehingga pemimpin tim penelitian itu memerintahkan untuk langsung membawa kakak ipar dan keponakanku ke markas mereka. Karena waktu itu kakakku sudah dianggap sebagai pengkhianat negara, sehingga mereka semua dijatuhi hukuman mati. Kakakku sendiri tidak bisa langsung dihukum mati karena dia belum menyerahkan hasil penelitiannya tentang Aldrich yang saat itu masih disimpannya di suatu tempat.” Cerita Zachary yang begitu menyedihkan, rasanya membuat Aaron ingin menghentikannya, akan tetapi dia harus tahu cerita itu sampai akhir.


Hal itu membuat kedua tangan Aaron yang ada di atas pahanya, tersembunyi di bawah meja kerjanya, tampak terkepal dengan erat menahan gejolak emosi dalam hatinya, dan beberapa kali, Aaron tampak menahan nafasnya.


"Kakakku sengaja tidak memberikan catatan rahasia tentang hasil penelitian itu, agar Aldrich dan manusia korban mutasi lainnya tidak lagi menjadi korban bahan percobaan para peneliti yang tidak berperikemanusiaan tersebut." Zachary melanjutkan ceritanya, dengan Aaron yang matanya terus terpaku emantap ke arah Zachary.


Untuk saat ini, Aaron hanya bisa terdiam, entah Aldrich yang kejam akibat sudah diperlakukan dengan begitu kejam yang salah, atau manusia kejam yang sudah merusak kehidupan Aldrich yang harus disalahkan. Entah siapapun itu, Aaron benar-benar merasa hatinya tidak tenang mendengar ada suatu ketidak adilan yang sudah terjadi.


"Dengan melepaskan Aldrich, kakak berharap tidak adalagi sakit hati dari Aldrich. Tapi yang terjadi justru Aldrich menggila daan sempat menyiksa dan membunuh orang-orang tidak bersalah dengan membabi buta.” Zachary mengakhiri ceritanya dengan mata yang terlihat memerah, meskipun tidak sampai ada airmata yang menetes.


Bagaimanapun, cerita sedih tentang kakaknya selalu saja terpatri dengan jelas di otak Zachary.


Zachary tahu kakaknya begitu menentang penelitian tentang manusia korban mutasi, karena dia tahu adik kandungnya sendiri merupakan korban dari mutasi itu sendiri.


Bagi kakak Zachary, menjadi korban mutasi, bukanlah kehendak pribadi orang tersebut, sehingga kakak Zachary menganggap semua penelitian itu sungguh tidak berperikemanusiaan.


“Setelah itu saya memutuskan untuk mengganti semua identitas saya berserta kedua orang tua saya, dah meninggalkan kota tempat kelahiran saya agar kami bisa hidup dengan tenang. Tidak lagi hidup dalam bayang-bayang ketakutan akibat masa lalu yang terjadi, yang bagi kami memang sangat mengerikan.” Zachary mengucapkan kata-katanya dengan suara pelan.


“Saya tidak ingin keluarga saya yang lain menjadi korban karena keegoisan manusia yang menginginkan kekuatan yang bukan miliknya. Saya juga tidak mau terlibat dengan kehidupan manusia korban mutasi lainnya karena itu mengingatkan bagaimana saya harus kehilangan keluarga yang saya sayangi karena itu. Dan beberapa kenalan kakak, yang merupakan para peneliti yang mendukung kakak saya untuk menghentikan penelitian tersebut karena dinilai terlalu kejam. Mereka pun terbunuh pada saat itu.” Aaron menganggukkan kepalanya pelan, bisa mengerti sekali kenapa Zachary melakukan semuanya itu.