
Dan jika saja Grace tahu tentang berbagai peristiwa yang terjadi antara Chiara dan Aaron itu, dia pasti bisa membayangkan bagaimana tersiksanya Aaron dengan tingkah laku Chiara, jika memang benar Aaron memiliki rasa ketertarikan kepada Chiara, apalagi mencintai Chiara, yang pastinya juga ingin menikmati keintiman dengan Chiara.
"Kenapa Grace? Apa aku salah bicara?" Chiara kembali bertanya kepada Grace yang langsung menarik tangannya ke salah satu sudut kampus, yang benar-benar sepi dan tidak ada orang lain di sekitar mereka, bahkan sekedar berlalu-lalang, melewati mereka.
"Ampun deh, masak kamu belum mengerti tentang apa yang dilakukan saat ML? Bukannya di pelajran biologi juga diajarkan? Ah... tapi sudahlah, kamu kan memang gadis kutu buku yang tahunya membaca buku-buku pelajaran saja. Secara teori mungkin kamu mengerti bagaimana proses terciptanya bayi. tapi bagaimana cara proses pembuatannya, orang seperti kamu pasti tidak tahu." Grace berkata sambil mendekatkan wajahnya ke arah telinga Chiara.
Chiara memang hebat dalam hal pelajara biologi, tapi seperti kata Grace, itu hanya sekedar teori dengan bahasanya yang bagi Grace cukup sulit untuk dihafalkan, tapi untuk urusan bagaimana prakteknya pelajaran tentan itu, sama sekali Chiara tidak tahu, bahkan tidak bisa membayangkannya.
"Sini, biar aku jelaskan apa itu ML, dan bagaimana cara melakukan itu. Syukur-syukur secepatnya bisa praktek bersama om Aaronmu. Kamu pikir kecebong dan telur bisa otomatis bertemu hanya dengan berpeluka seperti teletubbies? " Dengan percaya diri, sambil tertawa kecil, karena dia seringkali membaca dan melihat video tentang itu, Grace kembali berkata untuk berikutnya membisikkan sesuatu di telinga Chiara, setelah menarik tangan Chiara dan mengajaknya duduk di salah satu bangku beton yang ada di salah satu sudut bangunan gedung kampus itu.
Sesuatu yang dibisikkan Grace dengan cukup panjang lebar dan membuat sesekali mata Chiara melotot, bibir terbuka karena melongo, dan juga sesekali tampak menggigit bagian bawah bibirnya karena kaget, dengan penjelasan yang diberikan oleh Grace padanya.
Sebuah penjelasan yang tidak pernah dia bayangkan sama sekali dan juga jujur saja membuatnya sedikit bergidik karena belum pernah tahu hal seperti itu dengan begitu detail seperti yang sedang dijelaskan oleh Grace padanya sekarang.
Membuat bulu kuduk Chiara merinding, karena jujur saja, gadis polos yang tidak pernah membaca apalagi melihat gambar maupun video tentang hal yang selama ini dianggapnya porno itu, tidak pernah tahu sama sekali tentang ML, apa itu, dan bagaimana prosesnya.
Dan sekarang, Grace dengan fasihnya menjelaskan secara detail tentang senjata pusaka milik laki-laki dan goa kenikmatan milik wanita, dan bagaimana cara untuk menyatukan keduanya.
Chiara yang dengan kepolosannya, bahkan dulu sebelum mendapatkan pelajaran tentang itu, sempat berpikir bahwa sekedar ciuman di bibir, dengan posisi saling berpelukan antara dua insan berbeda jenis, bisa menyebabkan orang hamil, tentu saja hanya bisa melongo, bingung, khawatir, merinding, bercampur jadi satu mendengar penjelesan dari Grace.
Bahkan lebih dari sekali, Chiara harus menelan ludahnya, dan tubuhnya sedikit menegang saat mendengar beberapa bagian dari penjelasan Grace, yang bahkan membuat perutnya terasa sedikit mulas.
Sebuah penjelasan yang seumur hidupnya baru dia dengar hari ini, karena sejujurnya, dengan meninggalnya kedua orangtua dan tidak perdulinya Mona terhadapnya, sejak kecil Chiara sudah kehilangan sosok seorang ibu yang harusnya memang mengajarkan banyak hal padanya tentang hubungan antara laki-laki dan perempuan saat sama-sama dewasa, dan bagaimana dia harus bisa menjaga diri dengan baik sebagai seorang gadis.
Mendengar penjelasan Grace, mau tidak mau Chiara merasa sedikit lega, meski tanpa kedua orangtuanya, selama ini dia tumbuh menjadi gadis baik-baik yang tidak pernah melanggar norma, apalagi melakukan hal yang ke arah mesum, yang akan merusak dirinya sendiri sebagai seorang perempuan.
"Jadi... apa yang aku jelaskan barusan... terjadi diantara kalian berdua tadi malam?" Chiara langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat dan berkali-kali begitu mendengar pertanyaan dari Grace.
"Sembarangan kamu bicara. Kemarin kami terpaksa berada dalam satu kamar, karena papa Johnson dan mama Sarah menginap di apartemen. Kami berdua harus terlihat seperti pasangan normal di depan mereka kalau tidak ingin menimbulkan masalah." Chiara berkata sambil sedikit menggeser posisi duduknya, sedikit menjauh dari Grace yang langsung mengernyitkan dahinya begitu mendengar penjelasan Chiara.
”Apa om Aaron benar-benar laki-laki normal? Atau jangan-jangan, bentuk tubuhmu benar-benar tidak menarik bagi om Aaron?" Grace berkata sambil dengan gerakan cepat, tanpa diduga oleh Chiara, salah satu tangannya tiba-tiba menyentuh salah satu aset berharga Chiara di bagian dadanya, meski hanya sekilas, sebelum tangan Chiara bergerak reflek, untuk menepis tangannya.
"Grace!" Chiara langsung terpekik tertahan meneriakkan nama Grace sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, untuk memastikan tidak ada yang melihat apa yang baru dilakukan Grace padanya.
"Apa-apaan sih kamu Grace? Kita kan sama-sama perempuan?" Chiara berkata dengan nada sedikit emosi karena tindakan Grace padanya yang dianggapnya tidak sopan.
"Maaf, hanya memastikan saja. Ukuran milikmu cukup besar, bahkan lebih besar dari milikku, meskipun tidak over. Jadi seharusnya jika om Aaron melihat milikmu itu, dia pasti akan bereaksi kalau dia laki-laki normal." Dengan santainya Grace berkata tanpa memperdulikan wajah Chiara yang merah padam karena kata-kata Grace tentang aset pribadinya, dan bagaimana sikap Aaron saat melihat itu.
"Eh, tapi ngomong-ngomong, jangan sampai kalau om Aaron yang melakukan hal seperti tadi, kamu pukul tangannya seperti yang baru saja hampir kamu lakukan padaku. Bisa-bisa kalian tidak akan pernah jadi dong melakukan itu. Ingat ya Chiara, salah satu yang menjadikan pernikahan kuat dan bahagia, adalah melakukan hal seperti itu. Wajib!" Grace berkata dengan senyum menggodanya, bahkan dia sengaja mengucapkannya dengan menoel pipi Chiara.
"Ih... bicara apa sih kamu?" Chiara menanggapi perkataan Grace dengan wajah memerah seperti kepiting rebus, karena ucapan Grace tiba-tiba saja membuat Chiara mau tidak mau membayangkan bagaimana jika benar Aaron yang melakukan hal seperti itu.
Dan hanya dengan membayangkannya saja, membuat tubuh Chiara bergetar.
Mau tidak mau, kata-kata Grace tiba-tiba saja mengingatkan Chiara pada benda-benda peribadinya yang semalam dipindahkan Aaron.
Aduh... kalau mendengar penjelasan dari Grace... apa itu artinya, saat om Aaron memindahkan barang-barang itu kemarin, dia jadi bisa membayangkan ukuran milikku ya. Apa yang ada dipikiran om Aaron saat tahu berapa ukuranku? Wahhhhh... sungguh memalukan. Harusnya aku sendiri yang memindahkan barang-barang itu. Kenapa aku baru terpikir sekarang ya kalau itu sungguh memalukan....
Chiara berkata dalam hati dengan sedikit bergidik, mengingat apa yang sedang dipikirkan Aaron saat memindahkan pakaian dalamnya kemarin malam.
Sial! Grace ini benar-benar merusak otakku! Gara-gara penjelasannya tadi, aku jadi sebentar-sebentar berpikiran mesum tentang aku dan om Aaron.
Chiara mengomel dalam hati, karena penjelasan detail Grace tentang ML benar-benar sudah membuat pikirannya kacau, dan mulai berpikir tentang hal yang aneh-aneh, yang selama ini belum pernah dia pikirkan sedikitpun karena otak polosnya.