
“Eh, kenapa om Aaron ingin bertemu denganku besok Pak Zac? Apa benar Om Aaron ingin bertemu denganku besok sore?” Tanpa sadar Chiara langsung memotong perkataan Zachary karena rasa penasarannya.
Belum lagi, sejak tadi Chiara sudah berusaha keras untuk mencari cara agar bisa menyapa Aaron, dan sekarang dia mendengar Aaron ingin bertemu dengannya besok, mana bisa dia mengabaikannya.
Om Aaron ingin bertemu denganku besok? Bagaimana bisa aku menolaknya?
Chiara langsung berteriak dalam hati, dengan hati berbunga-bunga.
“Iya Nona, besok pak Aaron ingin mengajak nona untuk memilih gaun pengantin untuk acara pernikahan Anda berdua.” Jawaban Zachary hampir saja membuat Chiara yang langsung membuka mulutnya lebar-lebar karena melongo, melepaskan handphone yang menempel di telinganya karena begitu kagetnya.
“Ap... apa Pak Zac? Ga… gaun… pernikahan… untukku? Pak Zac?” Dengan terbata-bata, Chiara bertanya kepada Zac, mencoba meyakinkan dia tidak salah dengar tadi.
“Benar Nona, gaun pernikahan. Bukannya sebentar lagi Nona dan pak Aaron akan menikah? Tidak mungkin kan Nona memakai seragam SMA Nona di hari pernikahan Nona dengan pak Aaron? Nanti dipikir Nona Chiara dan pak Aaron sedang mengikuti pemilihan abang none Jakarta.” Zachary berkata sambil menahan tawanya, menyadari betapa polos dan lucunya calon nyonyanya yang memang masih sangat-sangat muda itu.
(Abang None Jakarta adalah kontes pencarian duta pariwisata DKI Jakarta yang diadakan sejak tahun 1968 dan rutin berlangsung hingga kini. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata dan kebudayaan provinsi DKI Jakarta. Dan pemenang terpilih akan mendampingi Gubernur DKI Jakarta atau Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam acara kebudayaan.
Kontes pemilihan putra putri wisata sebagai duta wisata bukan hanya diadakan di DKI Jakarta, tapi di beberapa propinsi yang ada di Indonesia, dengan sebutan atau panggilan untuk laki-laki dan perempuan yang mengikuti kontes, berbeda-beda sesuai dengan daerahnya. Jika di Jakarta laki-lakinya disebut abang, perempuannya disebut None, di Riau laki-lakinya disebut Bujang dan Dara untuk perempuannya. Atau di Surabaya dikenal dengan sebutan Cak dan Ning).
Bahkan bagi Zachary pribadi, boleh dibilang jika saja mengikuti aturan yang berlaku, gadis seusia Chiara, belum waktunya untuk menikah, tapi menikmati masa mudanya bersekolah, menuntut ilmu setinggi mungkin.
“Eh… iya… Pak Zac.”
“Jadi… apakah besok Nona bisa mengosongkan jadwal Nona? Kalau tidak bisa biar saya….”
“Aku bisa Pak Zac!” Tanpa berpikir panjang, Chiara langsung menjawab pertanyaan Zachary, tanpa perdui lagi dengan resiko yang akan dia terima jika besok dia mendapatkan badai kemarahan dari Mona.
Besok aku akan bertemu om Aaron. Dan om Aaron berniat mengajakku mencari gaun pengantinku? Akh… Aku tidak percaya! Aku sungguh sangat senang sekali! Aku adalah orang paling bodoh kalau berani menolaknya.
Jika tidak ingat bahwa saat ini Chiara masih menerima panggilan telepon dari Zachary, rasanya Chiara ingin meneriakkan kata-katanya dalam hati itu sambil melompat-lompat kegirangan.
“Baiklah kalau begitu Nona Chiara, besok tepat pukul 4, saya akan menjemput Nona ke rumah bersama pak Aaron….”
“Baik Pak Zac. Terimakasih.” Chiara langsung menjawab dengan cepat perkataan Zachary begitu Zachary selesai berkata-kata.
“Kalau begitu, saya akan segera konfirmasikan kepada pak Aaron kalau Nona sudah menyatakan kesediannya untuk pergi bersama dengan beliau besok sore ke butik. Terimakasih untuk waktunya Nona. Selamat sore….”
“Iya Pak Zac. Selamat sore Pak Zac, terimakasih.”
Begitu panggilan teleponnya dengan Zachary terputus, Chiara segera melemparkan handphonenya ke atas kasur dengan sembarangan, setelah itu dia sendiri langsung melompat turun dari tempat tidur.
Setelah itu, Chiara melangkah dengan gerakan tubuhnya yang masih berjoged, ke arah lemari pakaiannya dan membuka pintunya lebar-lebar.
Dengan tatapan mata tajam, Chiara berusaha mencari pakaian yang menurutnya paling bagus sekaligus nyaman, untuk bisa dia kenakan besok sore, saat bertemu dengan Aaron.
“Ini?”
“Mungkin ini saja?”
“Atau yang ini?”
“Ini sepertinya lumayan.”
“Apa yang ini saja?”
Berkali-kali Chiara membolak-balik pakaiannya yang ada di gantungan lemari, sibuk memilah dan memilih, manakah yang paing tepat untuk dia kenakan guna menemui Aaron, agar penampilannya tidak memalukan.
Karena sosok yang akan ditemuinya besok, bukan sekedar saja seorang laki-laki hebat yang tampan, tapi juga seorang laki-laki yang hanya dengan mendengar namanya disebut, dan membayangkan sosoknya saja, sudah membuat hati Chiara bergejolak hebat dan berdebar-debar tanpa bisa dia kendalikan.
“Apa lebih baik aku meminta pendapat Grace ya?”
Pada akhirnya, sepanjang sore itu, Chiara sibuk berkutat dengan pakaiannya di depan kaca, sambil melakukan panggilan video call dengan Grace yang mati-matian harus menahan tawa gelinya berkali-kali melihat tingkah aneh Chiara yang baru kali ini dilihatnya.
Bahkan setelah mereka berdua merasa cocok dengan salah satu pakaian milik Chiara, mereka melakukan panggilan telepon dengan Jaka, untuk meminta pendapatnya sebagai laki-laki, mewakili pendapat dan pemikiran Aaron tentang bagaimana pakaian gadis yang dianggap cantik dan menarik hati bagi seorang pria.
Jaka yang awalnya sedang asyik memainkan play stationnya bersama kakak laki-lakinya harus menghela nafas panjang, dan pergi menjauh dari depan layar tempat mereka memainkan PS itu, daripada Jaka menjadi bahan tertawaan kakaknya karena tingkah laku kedua sahabat perempuannya yang baginya bertingkah aneh, terutama Chiara, karena seorang laki-laki yang baru dikenalnya.
(Playstastion atau singkatannnya “PS”, yakni konsol satu ini sering digunakan untuk bermain game contohnya game sepak bola (pes,fifa,winning), game petualangan (GTA,Resident evil), dan juga game simulator (haverstmoon).
PlayStation adalah konsol permainan grafis dari era 32-bit. Pertama kali diproduksi oleh Sony sekitar tahun 1990. PlayStation diluncurkan perdana di Jepang pada 3 Desember 1994, di Amerika Serikat 9 September 1995 dan Eropa 29 September 1995. PlayStation menjadi sangat terkenal sehingga membentuk "Generasi PlayStation").
Apalagi, kehebohan Chiara sore ini dalam memilih pakaian yang akan dikenakannya besok, baik Grace atau Jaka, tidak tahu alasan detailnya, karena Chiara hanya mengatakan bahwa besok sore dia akan bertemu dengan om Aaronnya.
Dengan sengaja Chiara ingin menceritakan detailnya besok, karena dia ingin melihat ekspresi kedua sahabatnya itu jika besok dia mengatakan bahwa pertemuannya dengan Aaron adalah untuk memilih gaun pengantin untuknya.
Chiara sendiri, setelah selesai melakukan aktiftasnya sepanjang hari ini, karena terlalu bahagia membayangkan rencana besok sore untuk bertemu dengan Aaron, mencari gaun pernikahannya, membuat hampir semalaman Chiara tidak bisa tidur.
Dan akhirnya tertidur setelah lewat tengah malam, dengan mimpi indahnya, yang membuat sepanjang tidurnya, Chiara seringkali menyungingkan senyum di bibirnya.