Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
KEMBALI MELEPASMU PERGI



Saat itu awalnya Romi ingin sekedar mengikuti permainan Mona agar dia bisa memperbesar usaha perhotelannya, meraih lebih banyak keuntungan, tapi pada akhirnya justru Romi yang terjebak pada rencananya sendiri, dimana dia justru benar-benar menyukai dan jatuh cinta pada Chiara dan berusaha mengejar gadis cantik itu dengan serius.


"Katamu Diego kemungkinan tidak memiliki hubungan apapun dengan Chiara, tidak lebih dari seorang teman. Berarti ada orang lain yang merupakan pendukung Chiara, entah itu seorang laki-laki atau perempuan, dan dia sepertinya ingin menghalangiku untuk mendekati Chiara. Tapi melihat bagaimana dia membalasku dengan cara seperti ini, aku yakin dia adalah seorang pria, yang mungkin juga sedang mengejar-ngejar Chiara." Romi berkata sambil meremas amplop coklat itu, dan melemparnya ke tempat sampah yang ada di samping meja kerjanya, tidak jauh dari kakinya.


"Segera carikan info siapa orang yang sudah mengirim amplop ini. Temukan lokasi, darimana barang itu diambil, sehingga kita bisa melacak siapa orang yang sudah mengirimkan kembali tiket konser beserta sindirannya untukku itu." Romi berkata sambil menggeser temapt sampah di dekat kakinya dengan gerakan sedikit menendang, seolah tidak ingin lagi melihat tiket konser itu di dekatnya.


"Mmmm... itu... saya tadi sudah berusaha menyelidikinya Pak Romi. Tapi amplop itu dikirimkan oleh seseorang dari sebuah mall, jadi tidak jelas alamat pengirimnya. Dan saya yakin, nama yang tertulis sebagai orang yang mengirimkan itu hanyalah sebuah nama samaran." Asisten Romi berkata dengan nada ragu, tapi dia memang tidak bisa menemukan info siapa yang sudah mengirimkan amplop itu.


"Apa maksud orang yang mengirimkan kembali tiket konser ini? Apa dia sengaja ingin menunjukkan kalau dia lebih berhak untuk mendekati Chiara dibandingkan aku?" Romi berkata sambil menggeram pelan.


"Aku tidak perduli, segera cari cara untuk dapat menemukan siapa orang yang ada di balik semua ini. Dan hubungi sekolah Chiara, untuk mendapatkan info detail tentang Chiara dan orang-orang yang berada di sekitar Chiara akhir-akhir ini." Romi berkata kepada asistennya dengan wajah terliaht masih kesal, karena merasa sedang ditantang oleh seseorang yang tidak mau terus terang menunjukkan sosoknya.


"Baik Pak Romi, saya akan segera menghubungi pihak sekolah." Asisten Romi segera menjawab perintah Romi.


"Kamu boleh pergi sekarang." Romi berkata sambil menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi kerjanya.


Entah kenapa, kali ini Romi benar-benar ingin mengejar Chiara.


Bagi Romi, kecantikan, kepolosan, keceriaan Chiara, termasuk keberaniannya membuat Romi begitu penasaran.


Selama ini para gadis yang dikenal oleh Romi adalah gadis yang akan mudah mengikutinya sebagai sosok laki-laki muda yang tampan, dan juga memiliki cukup uang.


Sedangkan Chiara, meskipun masih begitu muda, Romi bisa melihat kalau dia memilikikepribadian yang kuat dan menarik, yang membuatnya semakin hari semakin penasaran dan tanpa sadar sudah membuatnya jatuh cinta.


"Siapa kira-kira laki-laki yang sekarang menjadi orang di balik sosok Chiara untuk melakukan hal seberani ini padaku? Dia benar-benar ingin mengejek dan meremehkanku dengan mengembalikan tiket VIP dariku dan menambahkan tiket VVIP kepadaku, seolah menyatakan bahwa dia menuduhku tidak mampu untuk memberikan tiket VVIP kepada Chiara. Benar-benar tindakan yang menunjukkan pernyataan perang denganku." Romi bergumam pelan dengan wajah tidak terimanya.


# # # # # # #


"Om Aaron, hati-hati ya." Chiara berkata dengan mata yang sudah berkabut karena menahan tangisnya.


Meskipun ini bukan untuk pertama kalinya Chiara harus melepas kepergian Aaron ke Amerika, tapi kenangan manis yang terjadi diantara mereka beberapa hari ini, waktu-waktu indah yang dialami Chiara selama Aaron ada di sampingnya, membuat Chiara semakin berat melepas kepergian Aaron.


Perasaan cinta Chiara yang semakin dalam pada Aaron membuat Chiara merasa semakin tidak rela Aaron pergi meninggalkannya, meski dia tahu dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk itu.


"Kali ini mungkin aku tidak akan kembali untuk waktu lama, jaga diri baik-baik, tetap rajin belajar dan tetap beprestasi." Kata-kata Aaron yang mengingatkan Chiara bahwa 3 tahun lebih nanti Aaron baru akan kembali ke Indonesia, dan itupun untuk mengurus perceraian mereka, membuat Chiara termenung dengan wajah suramnya, membuat Zachary yang melihatnyapun merasa tidak tega.


Kasihan sekali nona Chiara, dia sepertinya benar-benar tidak ingin berpisah dari pak Aaron lagi. Semoga mereka segera saling mengungkapkan rasa cinta mereka, tidak akan berpisah seperti rencana mereka semula. Sepertinya aku juga harus mencari cara agar mereka tidak bercerai.


Zachary yang membantu mendorong koper berisi barang-barang milik Aaron masih dengan setia menunggu Chiara dan Aaron saling mengucapkan salam perpisahan mereka, berkata dalam hati sambil memandang dengan tatapan simpati ke arah kedua majikannya itu.


"Nanti kalau tante Mona dan Revina jadi datang ke apatemen, kalau mereka berbuat yang aneh-aneh, segera hubungi Zachary." Perkataaan Aaron membuat Chiara tersenyum.


"Mereka bukan penjahat Om. Mana berani mereka berbuat yang aneh-aneh. Lagian ada bu Ida dan Tia. Atau Om mau membatalkan kepergian Om dan menemaniku untuk menemui mereka?" Meskipun Chiara mengucapkan kata-katanya dengan bercanda, tapi sebenarnya dia sangat serius ingin Aaron tetap tinggal bersamanya.


"Maaf Chiara, kamu tahu aku tidak bisa. Banyak hal yang harus aku kerjakan di Amerika." Aaron berusaha membuat Chiara mengerti kenapa dia haru pergi, meskipun Aaron tahu semua itu hanyalah sekedar alasan.


"Aku bercanda Om. Tidak mungkin Om mengabaikan pekerjaan Om di sana. Kalau begitu, Om segera bersiap saja. Aku tidak ingin nanti menangis lagi karena tidak rela melepaskan Om Aaron pergi." Perkataan polos Chiara membuat Aaron menghela nafasnya, lalu menggerakkan tangannya ke arah kepala Chiara, lalu mengelusnya dengan penuh kasih sayang.


"Jadi anak baik ya." Aaron berkata lembut, membuat Chiara tersenyum.


"Om Aaron juga jadi anak baik di sana." Chiara berkata sambil tertawa kecil, yang mau tidak mau membuat Aaron ikut tersenyum mendengar kata-kata gurauan dari Chiara.


"Oke, aku berangkat sekarang. Zachary, jaga nona Chiara dengan baik." Aaron berkata sambil menatap ke arah Zachary yang langsung menganggukkan kepalanya mendengar perintah dari Aaron, yang baginya, tanpa harus memintanya, dia pasti akan menjaga Chiara dengan baik.


Setelah beberapa bulan ini bersama Chiara, mau tidak mau hubungan antara Zachary dan Chiara menjadi dekat.


Bahkan Chiara juga menjadi dekat dengan istri dan anak perempuan Zachary dan sering bermain bersama gadis kecil itu.


Dan cukup banyak kali Chiara sengaja berkunjung ke rumah Zachary agar bisa bertemu dengan anak perempuan Zachary dan istrinya yang selalu menyambut kedatangan Chiara dengan sikap hangat seperti seorang sahabat, membuat Chiara begitu betah berada di rumah Zachary.


Apalagi istri Zachary yang merupakan ibu rumah tangga selalu menjamu Chiara dengan masakan enak yang dia buat sendiri.


"Aku pergi...." Aaron berkata lirih sambil mulai melangkahkan kaki, menjauhi sosok Chiara yang melambai-lambaikan tangannya ke arah Aaron dengan begitu kencang, seolah menunjukkan detak jantung Chiara yang saat ini juga berdetak keras karena rasa kehilangan sosok Aaron yang sudah membuatnya merasa terlalu nyaman beberapa waktu ini, sehingga sempat membuatnya berpikir bahwa Aaron tidak akan lagi pergi ke Amerika meninggalkannya sendiri.