Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MENYENANGKAN CHIARA



Sebenarnya, Chiara memang sangat menyukai fried chicken, tapi selama ini dia membatasi dirinya karena tahu itu bukan makanan yang cukup sehat jika dikonsumsi terlalu sering.


Dan alasan lain, selama ini dengan ketatnya aturan dari tante Mona yang tidak memperbolehkannya untuk keluar rumah sebebas yang dia inginkan, dan juga adanya pelayan di rumah yang selalu memasak makanan untuk orang rumah, membuat Chiara hampir tidak pernah memiliki kesempatan untuk menikmati fried chicken, yang selalu saja membuatnya berhasil emnelan air ludah begitu membayangkan rasa gurih dan kriuknya tepung yang melapisi ayam goreng itu.


“Ya.” Aaron langsung menjawab pertanyaan Chiara dengan singkat, namun sudah berhasil membuat wajah Chiara semakin ceria.


“Kalau boleh Om… aku ingin makan di M…D. Boleh?” Aaron langsung menganggukkan kepalanya.


“Zachary, kita ke M...D terdekat, seperti keinginan nona Chiara.”


“Baik Pak Aaron.” Zachary segera menjawab dengan cepat.


“Terimakasih ya Om…. Apa nanti boleh aku makan kentang goreng juga?” Pertanyaan Chiara cukup membuat bibir Aaron tersenyum, melihat bagaimana bersemangatnya Chiara saat ini begitu mendengar Aaron mengijinkannya menikmati fried chicken sebagai makan malam mereka.


“Kamu boleh memakan apapun yang kamu inginkan di sana sampai puas.” Perkataan Aaron membuat Chiara terkikik geli.


“Betul ya Om? Kalau begitu, aku nanti akan membeli paket nasi yang kecil saja, tapi setelah itu aku ingin makan burger dan juga kentang goreng. Juga es krim ya Om.” Chiara berkata sambil pikirannya membayangkan kelezatan setiap makanan yang baru saja dia sebutkan, membuat Zachary hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan melirik Aaron yang membuang mukanya ke samping, menghindari agar Chiara tidak melihatnya sedang tersenyum geli, menertawakan sikap polos Chiara, yang justru membuatnya merasa senang.


Begitu senangnya Chiara sehingga tanpa sadar, begitu memasuki area tempat makan siap saji yang diinginkan Chiara, dengan santainya tanpa canggung, Chiara langsung menarik lengan tangan Aaron dan mengajaknya untuk segera mengantri agar bisa secepatnya memesan makanan yang sudah terbayang-bayang di otak Chiara tadi selama di mobil.


Tindakan Chiara sudah seperti anak remaja yang sedang berjalan-jalan dengan kakak atau pamannya yang masih muda.


Aaron sendiri, tidak merasa harus menegur tindakan Chiara, dan justru dengan rela dia tampak mengikuti apapun yang dilakukan Chiara sepanjang malam itu, termasuk menarik lengannya, dan rela berdiri di samping Chiara untuk ikut mengantri pesanan mereka.


Laki-laki tampan yang dengan ketampanan jauh di atas rata-rata, penampilan rapinya, juga sosok tinggi dan atletisnya, cukup menarik perhatian para pengunjung, tapi Aaron tetap memutuskan untuk dia tetap berada di sisi Chiara, menemaninya mulai dari memasuki restauran cepat saji itu, berdiri mengantri, sampai membayar dan membawa nampan berisi makanan pesanan mereka, tidak membiarkan Chaira yang berniat membantu untuk ikut membawa nampannya.


"Biar aku saja. Kita duduk di temapt yang sudah disiapkan Zachary." Aaron berakta lirih kepada Chiara, di tengah-tengah keramaian orang.


Bahkan Aaron langsung memberikan tanda melalui gerakan tangannya, agar Zachary tidak mendekat ke arah mereka begitu Aaron melihat tanda-tanda Zachary yang ingin membantunya.


Tindakan Aaron yang mencegahnya mendekat, akhirnya membuat Zachary memilih untuk mencari tempat duduk untuk Aaron dan majikannya, sembari mereka menunggu pesanan mereka selesai dibuat.


Beberapa orang yang melihat sosok Aaron dan Chiara, mulai berbisik-bisik, mengira-ira apa hubungan antara mereka berdua.


Jika kakak adik, rasanya tidak mungkin, karena wajah mereka tidak mirip sama sekali, meskipun yang satu tampan, yang satu cantik.


Yang satu memakai setelan jas begitu rapi, yang satu memakai celanan jeans sebatas lutut, dengan atasan berupa kemeja lengan pendek dengan model sederhana.


Hubungan om dan keponakannya? Mungkin saja.


Sedang hubungan saudara sepupu, bisa juga.


Akhirnya sebagian besar dari mereka yang mengamati menganggap mereka sebagai saudara sepupu, atau om dan keponakannya.


Melihat bagaimana menikmatinya Chiara saat memakan semua pesanannya, Aaron yang makan dengan kecepatan manusia normal, tanpa disadarinya, justru ikut menikmati makanannya sambil mengamati sosok Chiara yang membuatnya ikut senang melihat bagaimana cerianya Chiara saat menikmati makanannya.


"Makanlah sepuasnya. Kalau kurang, kamu boleh memesan lagi." Perkataan Aaron membuat Chiara langsung meringis, lalu memandang Aaron dengan tatapan menyelidik dan wajah curiga, meskipun itu dilakukannya hanya untuk sekedar menggoda Aaron.


"Om mengatakan itu bukan karena ingin aku terlihat gendut kan? Terus seperti Hansel dan Gretel yang memang sengaja dibuat gendut oleh nenek sihir agar waktu dimakan banyak dagingnya?" Chiara berkata sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Aaron yang mau tidak mau langsung tertawa kecil mendengar perkataan Chiara yang terdengar sangat tidak masuk akal itu.


("Hansel dan Gretel" adalah sebuah cerita dongeng terkenal dari Jerman, yang dicatat oleh Grimm Bersaudara dan terbit pada 1812. Hansel dan Gretel adalah dua orang kakak beradik muda yang diculik oleh seorang penyihir kanibal yang tinggal di hutan, setelah sengaja dijebak oleh ibu tirinya agar pergi ke hutan dan membiarkan mereka tersesat di sana.


Oleh penyihir itu, mereka dikurung dalam sebuah rumah yang terbuat dari kue, manisan, permen dan beberapa makanan lainnya yang tak lebih dari sebuah khayalan. Nenek sihir itu sengaja mebuat hansel dan Gretel memakan makanan manis dan lezaty agar mereka menjadi dua anak yagn gendut dan siap disantap. Pada akhirnya, dua anak tersebut kabur dengan selamat).


Gadis ini... pikirannya benar-benar masih polos dan bersikap kekanak-kanakan, seperti anak seusianya yang masih begitu menyukai cerita dongeng. Sayangnya nasib buruk sejak kecil selalu membayanginya, karena sifat tamak manusia yang tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya.


Si tengah tawa gelinya yang hanya sekilas, Aaron berkata dalam hati, sambil menatap ke arah Chiara yang setelah mengucapkan kata-kata tidak masuk akalnya, tetep menikmati ayam goreng yang dipegangnya dengan kedua tangannya.


"Apa wajahku seperti seorang penyihir jahat?" Chiara langsung meringis mendengar pertanyaan Aaron.


"Aku hanya bercandalah Om. Wajah setampan Om, orang sebaik Om, mana pantas disebut sebagai penyihir, kalau disebut pangeran sih... sangat pantas sekali...." Chiara berkata sambil tersenyum lebar, dengan mata menatap ke arah Aaron dengan tatapan kagumnya.


"Ehem...." Sebuah deheman pelan langsung terdengar dari bibir Aaron yang langsung mengambil sebuah kentang goreng dan memakannya, untuk menghilangkan rasa canggung karena pujian Chiara yang membuatnya merasa kikuk.


Sebanyak apapun, sesering apapun orang lain memuji ketampanannya, termasuk Angelina yang selalu menggodanya, tidak pernah sekalipun membuat Aaron bereaksi.


Tapi pujian dari gadis kecil di depannya, justru membuatnya terlihat salah tingkah, dan membuatnya melakukan sesuatu hanya sekedar untuk membuat dia bisa menguasai dirinya sendiri, dengan mencomot sepotong kentang goreng milik Chiara dengan menolehkan kepalanya ke samping.