Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MENYAMARKAN JEJAK



Tidak butuh waktu lama... tidak lebih dari 15 menit Anna membantu Chiara dengan mengoleskan concealer, foundation, dan translucent powder yang akhirnya benar-benar menyamarkan bekas kissmark yang diberikan oleh Aaron pada tubuh Chiara.


(Alas bedak atau dikenal juga dengan foundation memiliki peranan penting dalam tahap riasan dasar. Produk yang satu ini bertindak seperti alas guna meratakan warna kulit wajah untuk aplikasi makeup yang sempurna. Alas bedak merupakan dasar atau pondasi bagi keseluruhan tata rias wajah. Foundation digunakan sebelum memakai bedak agar kulit wajah terlihat lebih mulus dan menyamarkan noda. Foundation memiliki banyak jenisnya, yakni foundation padat, krim, dan cair di mana ketiganya disesuaikan dengan jenis kulit wajah.


Pengkoreksi wajah atau yang dikenal dengan istilah concealer adalah jenis perias wajah yang berfungsi untuk menyamarkan noda di wajah seperti bekas jerawat atau kantung mata. Perias ini banyak digunakan oleh kaum wanita.


translucent powder adalah bedak transparan yang tidak mengubah warna asli kulit. Umumnya, bedak biasa memiliki pigmen sehingga mampu menutup warna dan rona asli kulit. Bedak pada umumnya mampu memberikan hasil akhir yang glowing dan lembap).


Wah... kak Anna memang benar-benar keren.... semuanya tertutup dengan rapi....


Chiara berkata dalam hati sambil tersenyum dan menggerak-gerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri dengan sedikit emndongak, sehingga dia bisa melihat bahwa semua tanda kissmark yang diberikan Aaron di lehernya tertutup dengan sempurna setelah Anna membantunya dengan make up yang dia miliki.


Anna sendiri hanya bisa menahan senyum geli ketika tadi pagi mendengar permintaan Chiara melalui panggilan telepon, yang diucapkannya dengan suara pelan dan malu-malu, padahal hanya dia yang bisa mendengar apa yang sedang dikatakan oleh Chiara.


Aduh.... ternyata banyak sekali kissmark yang diberikan pak Aaron pada Chiara. Sepertinya setelah dua tahun menunggu, pak Aaron menjadi kalap. Ck ck ck ck....


Anna kembali tersenyum geli begitu ingat betapa kagetnya dia pagi tadi saat mengunjungi kamar Chiara untuk membantunya menutupi semua kissmark itu dengan make up.


Dan tentunya, Anna hanya berani memberikan komentarnya dalam hati, apalagi saat dia bertemu Chiara, Aaron masih berada di kamar, meskipun sebentar kemudian Aaron memilih pergi untuk menemui Zachary, setelah memastikan Anna sudah bertemu Chiara untuk membantunya.


"Bagaimana? Apa masih ada yang perlu diperbaiki?" Anna yang melihat Chiara sedang mengamati leher hingga bagian atas dadanya langsung bertanya.


"Tidak Kak Anna, semuanya sudah tertutup rapi. Meskipun riasanku jadi terlihat tebal hari ini. He he he... Terimakasih ya Kak Anna." Chiara berkata sambil menoleh dan tersenyum ke arah Chiara.


"Eh Kak Anna, kalau Kak Anna, apa juga pernah mengalami seperti aku?" Pertanyaan polos dari Chiara membuat mata Anna sedikit terbeliak kaget.


"Eh... itu... ya... pastinya iya juga...." Anna menjawab perkataan Chiara dengan ragu.


"Tidak ada tanda seperti di lehermu, bukan berarti tidak melakukannya." Anna menjawab pertanyaan Chiara yang polos dengan senyum masih tersungging di wajahnya.


Bagi Anna, Chiara yang masih berusia 18 tahun, dengan pertanyaan polosnya karena kurangnya pengalamannya terhadap hubungan suami istri, membuat Anna merasa geli dan juga merasa gemas menghadapi Chiara.


"Setelah usia pernikahan kalian cukup, dan kalian sudah ahli dalam melakukan ML, jangan khawatir... pak Aaron pasti akan selihai Zachary dalam menyembunyikan bukti tanda cinta mereka yang bisa membuat orang lain yang melihat berpikir kita digigit nyamuk atau serangga lain. Itupun kalau mereka belum berpengalaman. Ha ha ha ha." Anna mengakhiri kata-katanya dengan tawa, membuat Chiara justru mengernyitkan keningnya.


"Menyembunyikan kemana Kak Anna?" Chiara langsung bertanya.


"Ya tentu saja di bagian lain yang tidak terlihat lah.... Karena kita sudah sama-sama merasakannya, kamu tahu kan bukan cuma bagian leher yang mereka berikan stempel? Di bagian tersembunyi lainnya juga bisa, dan justru ada yang lebih nikmat untuk diberikan stempel itu. Benar tidak?" Penjelasan gamblang dari Anna membuat wajah Chiara langsung merah padam, karena sedikit banyak langsung mengerti apa yang baru dikatakan oleh Anna.


Bagaimana Chiara tidak mengerti, sedangkan hanya dengan membayangkan kegiatan percintaan antara dia dan Aaron, membuat dada Chiara berdetak keras disertai rasa meremang di tubuhnya, kerena begitu lembut dan mesranya Aaron memperlakukannya di atas tempat tidur, mengakibatkan sulitnya Chiara untuk tidak terus terbayang kegiatan mereka itu.


"Eh... kok jadi melamun? Hayo... jangan-jangan kamu sedang membayangkan yang bukan-bukan dan mulai ketagihan? Tapi maklum sih, pengantin baru, masih hot-hotnya, apalagi usiamu yang masih begitu muda, belum pernah dilewati bahu."


"Hah? Dilewati bahu?" Chiara langsung bertanya dengan wajah kaget.


"Maksudku melahirkan bayi." Anna menjelaskan perumpamaannya sambil tersenyum.


“Oooo, begitu ya.” Chiara berkata sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Eh, Kak Anna, apa melahirkan itu benar-benar sangat menyakitkan? Apa sakitnya seperti malam pertama?" Pertanyaan Chiara selanjutnya membuat Anna kembali tertawa geli.


"Sangat menyakitkan, dan jauh lebih sakit dari malam pertama. Kalau malam pertama sakit paling-paling cuma sebentar, setelah itu langsung enak, iyakan?" Anna berkata sambil mengerlingkan matanya, dengan wajah menggoda Chiara yang langsung tersenyum dengan wajah yang terlihat malu-malu.