Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
KEDATANGAN ZACHARY DAN DIEGO



"Enak untukmu, tapi tidak untuk kami." Jaka berkata sambil menatap layar handphonenya tanpa memandang ke arah Romi, membuatnya seperti sedang bergumam.


"Bagaimana kabarmu Chiara?" Akhirnya Romi berusaha fokus pada Chiara kembali, berusaha untuk tidak memperdulikan kehadiaran Jaka yang sedang sibuk mengetikkan sesuatu di layar handphonenya.


Tanpa mengatakan apa-apa Jaka bangkit berdiri dan berjalan menjauhi tempat duduk mereka dengan mata dan jari-jari tangannya tetap fokus pada handphone yang dipegangnya.


"Dia baik-baik saja." Grace langsung menjawab pertanyaan Romi tentang Chiara, sedang Chiara sendiri memilih untuk tetap menundukkan kepalanya tanpa berniat memandang ke arah Romi yang terlihat jelas sedang berusaha menarik perhatiannya.


Romi hanya bisa menggaruk alisnya yang sebenarnya tidak gatal melihat bagaimana kedua sahabat Chiara berusaha keras untuk dia tidak bisa berkomunikasi dengan Chaira.


"Maaf kalau selama ini tindakanku membuatmu tidak nyaman Chiara. Tolong lupakan kejadian butuk diantara kita di masa lalu. Kita bisa memulai hal baru sehingga kita sama-sma merasa nyaman." Kali ini Romi berusaha merendah, berharap dengan begitu Chiara mau memberikan sedikit perhatian padanya.


"Cih...." Jaka yang baru saja duduk kembali berdecih pelan begitu mendengar kata-kata Romi yang terdengar manis itu, yang bagi Jaka merupakan ciri khas pria hidung belang.


Kalau tahu kamu sudah membuat orang lain tidak nyaman, harusnya, kamu segera menyingkir dari kami.


Jaka menggerutu dalam hati sambil kembali menggigit cone gelatonya.


Kali ini Jaka sengaja mengigit cone itu dengan keras dan beberapa kali, sengaja menunjukkan kekesalannya.


"Chiara orangnya sedikit pelupa. Jadi dia kurang ingat tentang kejadian-kejadian di masa lalu, apalagi kalau kejadian itu dianggapnya tidak penting." Grace kembali mewakili Chiara untuk menanggapi perkataan Aaron.


Untuk beberapa saat Chiara sengaja tetap berdiam diri, membuat Romi akhirnya merasa canggung.


"Aku lihat dari data siswa, kamu besok berulang tahun. Apa tidak ada perayaan besar? Tidak mengundangku...."


"Selamat siang Chiara." Suara yang baru menyapanya membuat Chiara langsung menoleh dengan wajah senang, dan juga senyum di wajahnya, karena Chiara sangat mengenal suara itu.


"Siang Pak Zac...." Chiara berkata dengan wajah cerianya, sambil menggeser kursinya, agar bisa melihat lebih jelas ke arah Zachary yang tiba-tiba datang, setelah mendapatkan pesan singkat dari Jaka tadi, tentang kedatangan Romi diantara mereka.


Siapa laki-laki itu? Apa dia salah satu orang pegawai dari perusahaan perhotelan milik papa Chiara?


Romi bertanya-tanya dalam hati, merasa tidak suka acara santainya bersama Chiara terganggu hari ini, apalagi dia ingin mencari kesempatan untuk mengundang Chiara untuk bisa makan malam bersama dengannya di restoran mewah untuk merayakan ulang tahun Chiara besok jika saja bisa.


"Haist! Tidak menyapaku juga Chiara?" Sesosok pria tampan tiba-tiba saja langsung muncul, mengambil posisi berdiri di samping Zachary dan memprotes Chiara yang hanya menyapa Zachary.


Meskipun di awal-awal dulu Chiara sempat merasa tidak nyaman berada di dekat Diego yang sering menggodanya dan sikapnya terasa mesum bagi Chiara, tapi setelah menikah dengan Aaron, justru Diego menjadi salah satu orang selain Zachary yang banyak membantunya, dan memberikan info tentang kondisi Aaron di Amerika.


Karena Diego yang sebagian besar keluarganya ada di Amerika, cukup sering terbang ke negeri paman Sam itu, sehingga dia memiliki banyak info tentang Aaron, membuat mau tidak mau akhirnya Chiara beberapa kali mendapatkan info dari Diego tentang Aaron.


(Julukan Paman Sam sebenarnya diterima Amerika Serikat pada tanggal 7 September 1813. Nama julukan satu ini berhubungan dengan seorang penyuplai daging di Amerika Serikat, tepatnya di New York bernama Samuel Wilson.


yang memasok daging sapi ke Angkatan Darat AS selama Perang 1812. Samuel mencap / menandai barel (kotak kiriman daging) dengan stempel "AS" untuk Amerika Serikat, lalu tentara mulai menyebutnya sebagai "Paman Sam"


Pada akhir 1860-an dan 1870-an, kartunis politik Thomas Nast mulai mempopulerkan gambar Paman Sam. Thomas terus mengembangkan figur Sam, lalu memberi Sam janggut putih dan setelan bintang dan garis yang dikaitkan dengan karakter saat ini.  Thomas, pria kelahiran Jerman ini juga dikreditkan dengan menciptakan figur modern Santa Claus, diikuti dengan gambar keledai sebagai simbol untuk Partai Demokrat dan gajah sebagai simbol untuk Partai Republik.


Selain Thomas, gambar Paman Sam yang paling terkenal diciptakan oleh seniman James Montgomery Flagg. Dalam versi Flagg, Paman Sam mengenakan topi tinggi dan jaket biru dan menunjuk lurus ke depan ke arah penonton. Selama Perang Dunia I, potret Sam dengan tulisan “I Want You For The US Army” ini digunakan sebagai poster perekrutan.


Gambar yang menjadi sangat populer ini pertama kali digunakan di sampul Leslie's Weekly pada Juli 1916 dengan judul What Are You Doing for Preparedness?. Poster tersebut didistribusikan secara luas dan kemudian digunakan kembali berkali-kali dengan keterangan yang berbeda.


Pada September 1961, Kongres AS mengakui Samuel Wilson sebagai leluhur simbol nasional Amerika Paman Sam.


Samuel meninggal pada usia 87 tahun 1854, dan dimakamkan di sebelah istrinya Betsey Mann di Pemakaman Oakwood di Troy, New York, kota yang menyebut dirinya “Rumah Paman Sam").


Jaka sendiri, tanpa sepengetahuan Chiara dan Grace, ternyata memiliki hubungan dekat dengan Diego, semenjak mereka sama-sama menjadi pengiring pengantin pria di acara pernikahan Aaron dan Chiara.


Bahkan beberapa kali, Diego dan Jaka pergi bersama untuk bersantai dan mengobrol di menikmati kopi di beberapa cafe besar yang ada di kota itu, membuat hubungan mereka semakin akrab.


Apalagi baik Jaka maupun Diego, ternyata adalah penggemar game, termasuk game online. Dan mereka masuk dalam sebuah kelompok yang sama bersama kakak Jaka yang juga penggila game.


Karena kedekatan Jaka dan Diego juga yang membuat Chiara dan Grace akhirnya tidak lagi memanggil Diego dengan sebutan "om", karena Diego langsung melakukan protes keras begitu mereka memanggilnya om, seperti mereka memanggil Aaron.


Meski usia Diego tidak jauh berbeda dengan Aaron, tapi tentu saja Diego yang dikenal selalu menjaga imagenya, tidak ingin dianggap terlalu  tua dengan panggilan om, yang baginya akan membuatnya merasa tua dan juga malu jika sampai hal itu didengar oleh orang lain, terutama para gadis cantik yang seringkali membuat Diego lupa daratan.


"Eh, hallo Diego..." Dengan suara pelan Chiara akhirnya menyapa Diego yang langsung tersenyum lebar, membiarkan Romi mengernyitkan dahi untuk berpikir tentang siapa dua pria tampan yang baru saja datang menyapa Chiara tersebut.


Dan melihat bagaimana sambutan Chiara terhadap kedua laki-laki yang baru datan itu, Romi bisa melihat bahwa mereka sudah saling mengenal satu sama lain dengan cukup baik